Daftar Isi
- You might also like
- Pringsewu Jadi Pusat Perhatian! 500 Kader Gerindra Se-Lampung Ikuti Diklat Tiga Hari
- Pertumbuhan Ekonomi 5,71 Persen, Sekda Lampung Selatan Minta Birokrasi Makin Solid
- KUPA-PPAS 2026 Disepakati, Tanggamus Mulai Susun APBD 2027 Berbasis Program Prioritas
- Gubernur: Gajah Aman, Bahkan Disebut Makin Subur
- Titik Api Diburu Pakai Drone Thermal
- Pangdam Ingatkan: Jangan Ada Lagi Pembakaran dan Perambahan
- TNI-Polri Masih Standby di Lampung Timur
MUDA BELIA — Kabar soal kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, sempat bikin khawatir. Pasalnya, kawasan ini merupakan habitat penting bagi gajah Sumatra.
Untuk memastikan kondisi satwa, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi turun langsung mengecek kawasan TNWK, Senin (31/8/2026).
Hasilnya cukup melegakan. Gajah-gajah yang berada di kawasan konservasi tersebut dipastikan aman dan tidak terdampak karhutla.
Peninjauan ini dilakukan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Lampung untuk melihat langsung kondisi kawasan sekaligus memastikan penanganan kebakaran berjalan maksimal.
Rombongan dipimpin Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi dan Karo Ops Polda Lampung Kombes Pol Fadly Munzir Ismail.
Turut mendampingi Kapoksahli Pangdam XXI/Radin Inten sekaligus Ketua Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatra di TN Way Kambas, Brigjen TNI Sriyanto, Bupati Lampung Timur, serta Kepala Balai Taman Nasional Way Kambas.
Gubernur: Gajah Aman, Bahkan Disebut Makin Subur
Setelah melihat langsung kondisi gajah, Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan kabar positif.
Ia memastikan gajah-gajah di kawasan TNWK tidak terdampak kebakaran.
“Tadi kita cek keadaan gajah-gajah, karena banyak sekali isu beredar termakan oleh kebakaran. Ternyata kita melihat gajah-gajah kita sehat walafiat, aman, senang, tenang ya. Gajah-gajahnya justru makin subur ya,” ujar Rahmat Mirzani Djausal di lokasi.
Artinya, meski kawasan TNWK sempat dilanda karhutla, kondisi gajah yang dicek secara langsung tetap dalam keadaan baik.
Namun, pemerintah tidak mau lengah.
Pemantauan titik api dan kondisi kawasan tetap dilakukan melalui posko gabungan yang melibatkan TNI, Polri, serta instansi terkait.
“Teman-teman dari Kodam, teman-teman dari kepolisian masih standby di sini. Bahwa OMC kita juga sudah, kemudian melakukan sosialisasi dan memonitoring,” kata Gubernur.
Titik Api Diburu Pakai Drone Thermal
Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi juga memastikan gajah yang berada di TNWK tidak terdampak kebakaran.
Menurutnya, titik api terakhir telah berhasil ditangani melalui pemadaman darat dan udara.
“Jadi kita melihat bahwa gajah-gajah ini hari ini yang ada di Taman Nasional Way Kambas ini tidak terdampak oleh karena kebakaran hutan. Jadi aman,” tegas Kristomei.
Yang menarik, penanganan karhutla di TNWK juga memanfaatkan teknologi drone thermal.
Teknologi ini membantu petugas mendeteksi titik panas yang mungkin tidak terlihat secara langsung dari permukaan.
Kristomei mengatakan, beberapa hari sebelumnya masih ditemukan dua titik api. Petugas kemudian bergerak cepat melakukan water bombing.
“Kemarin dua hari lalu masih ada titik api, tapi hanya dua titik api, langsung kita water bombing. Dan kemarin kita melakukan pemantauan menggunakan drone thermal, sehingga langsung setelah drone thermal tahu titik apinya, kita kirim drone penyemprot. Jadi langsung biru dia, langsung dingin,” jelasnya.
Dengan teknologi tersebut, petugas bisa lebih cepat mengetahui lokasi titik panas dan langsung menentukan langkah penanganan.
Pangdam Ingatkan: Jangan Ada Lagi Pembakaran dan Perambahan
Selain fokus pada pemadaman, Pangdam juga mengingatkan semua pihak agar ikut menjaga TNWK.
Menurutnya, kawasan konservasi harus dijaga dari berbagai ancaman, mulai dari kebakaran, perambahan hingga perburuan liar.
“Sama-sama menjaga Taman Nasional ini. Kita pelihara, tidak ada lagi yang melakukan perburuan liar, tidak ada lagi perambahan, tidak ada lagi yang membakar lahan, sehingga lahan ini bisa sama-sama kita jaga, tidak ada lagi kebakaran,” pungkasnya.
Pesannya cukup jelas: menjaga Way Kambas bukan hanya tugas petugas kehutanan atau aparat, tetapi menjadi tanggung jawab bersama.
TNI-Polri Masih Standby di Lampung Timur
Sementara itu, Karo Ops Polda Lampung Kombes Pol Fadly Munzir Ismail mengatakan personel TNI dan Polri masih disiagakan untuk membantu penanganan karhutla di wilayah Lampung Timur.
Selain membantu pemadaman, personel juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar ikut mencegah munculnya kebakaran baru.
“Untuk sosialisasi dengan masyarakat kita dari TNI, dari Polairud dan Baharkam sampai dengan hari ini masih menyiapkan dengan personel kurang lebih satu pleton di wilayah Lampung Timur untuk membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan,” ujar Fadly.
Penanganan karhutla juga mendapat dukungan berbagai teknologi dan peralatan.
Mulai dari water bombing yang didukung BNPB hingga drone thermal digunakan untuk memantau titik panas, termasuk titik api yang masih berada di dalam kawasan gambut.
“Kita dibantu dengan alat yang kemarin dari water bombing dan dari BNPB, alat-alat kebakaran rumah, ada drone yang ada thermal yang dapat memantau titik-titik api masih ada di dalam gambut tersebut,” tambahnya.
Dengan gajah yang dipastikan tetap sehat dan aman, pemerintah bersama TNI-Polri masih melanjutkan pengawasan di TNWK.
Kawasan Way Kambas memang bukan sekadar tempat tinggal gajah Sumatra. Di balik kawasan konservasi ini ada ekosistem yang harus dijaga bersama.
Karena ketika habitat aman, gajah nyaman dan masyarakat pun ikut merasakan manfaatnya.










