• Tentang Kami
Wednesday, November 4, 2026
Muda Belia
  • Home
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
  • Karier
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Teknologi
No Result
View All Result
Muda Belia
  • Home
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
  • Karier
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Teknologi
No Result
View All Result
Muda Belia
No Result
View All Result
Home Berita & Tren

Way Kambas Lagi Berbenah, Pagar Besi 75 Persen Jadi Benteng Cegah Gajah Masuk Permukiman

Melda by Melda
September 1, 2026
in Berita & Tren

Daftar Isi

    • You might also like
    • Tak Salah Dr. Budiyono Raih 22 Suara Senat Unila, Kiprahnya Kini Dilirik hingga DPR RI
    • Komisi III DPR RI Undang Dr. Budiyono Bahas RUU Perampasan Aset, Akademisi dan Mahasiswa Turut Dilibatkan
    • Dua Profesor Lewat! Dr. Budiono Raih 22 Suara Senat, Sinyal Kuat Menuju Kursi Rektor Unila
  • Pagar Besi Jadi “Benteng” Baru Way Kambas
  • Way Kambas Disiapkan Jadi Destinasi Ekowisata
  • Setelah Kebakaran, Pengawasan Diperketat

MUDA BELIA — Taman Nasional Way Kambas (TNWK) di Lampung Timur lagi serius berbenah. Bukan cuma soal mempercantik kawasan, tetapi juga soal bagaimana gajah tetap aman di habitatnya dan warga di sekitar kawasan tidak terus dihantui konflik dengan satwa.

Salah satu progres yang cukup mencuri perhatian adalah pembangunan pagar besi di sejumlah titik TNWK. Infrastruktur ini dibuat sebagai bagian dari strategi untuk mencegah gajah keluar dari habitat dan masuk ke area permukiman warga.

You might also like

Tak Salah Dr. Budiyono Raih 22 Suara Senat Unila, Kiprahnya Kini Dilirik hingga DPR RI

Komisi III DPR RI Undang Dr. Budiyono Bahas RUU Perampasan Aset, Akademisi dan Mahasiswa Turut Dilibatkan

Dua Profesor Lewat! Dr. Budiono Raih 22 Suara Senat, Sinyal Kuat Menuju Kursi Rektor Unila

Progres pembangunan dan pengembangan kawasan tersebut dipantau langsung Pangdam XXI/Raden Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi bersama jajaran, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Polda Lampung, serta Bupati Lampung Timur, Senin (31/8/2026).

Kunjungan tersebut bukan sekadar melihat-lihat kondisi kawasan. Pemerintah dan aparat juga mengecek kondisi TNWK setelah sebelumnya terjadi kebakaran lahan sekaligus memastikan langkah antisipasi kebakaran bisa berjalan.

Pagar Besi Jadi “Benteng” Baru Way Kambas

Mayjen TNI Kristomei Sianturi mengatakan Komite Mitigasi telah membangun sejumlah fasilitas untuk mengurangi risiko konflik manusia dengan gajah.

Salah satu yang terlihat jelas adalah pagar besi yang dipasang di beberapa titik kawasan.

“Memang untuk memitigasi konflik antara manusia dengan gajah. Kita lihat di sepanjang ini ada pagar-pagar besi yang sudah dibuat,” kata Kristomei.

Dengan adanya pagar tersebut, gajah diharapkan tetap berada di kawasan habitatnya sehingga risiko masuk ke permukiman dan lahan masyarakat bisa ditekan.

Tapi strategi Way Kambas ternyata tidak berhenti di pagar.

Ada juga pendekatan yang memanfaatkan tanaman dan aktivitas ekonomi yang dianggap bisa membantu menjauhkan gajah dari permukiman.

Salah satunya melalui budidaya serai dan lebah.

Kristomei menjelaskan, serai dan lebah tidak disukai gajah sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari sistem mitigasi. Menariknya, masyarakat juga bisa mendapatkan nilai ekonomi dari hasil budidaya tersebut.

“Serai dan lebah ini tidak disukai gajah sehingga turut menjaga supaya gajah tidak keluar. Hasilnya juga bisa dimanfaatkan masyarakat sekitar, seperti madu dan serai,” ujarnya.

Artinya, konsep yang dibangun bukan cuma “gajah jangan keluar”, tetapi juga bagaimana masyarakat di sekitar kawasan tetap mendapatkan manfaat ekonomi.

Way Kambas Disiapkan Jadi Destinasi Ekowisata

Pembenahan TNWK juga diarahkan lebih jauh. Kawasan konservasi ini diproyeksikan menjadi pusat ekowisata yang bisa menarik wisatawan dari berbagai daerah hingga mancanegara.

Untuk mendukung pengelolaan gajah, Komite Mitigasi juga bekerja sama dengan ENP dari Thailand.

Kerja sama tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan mahout atau pawang gajah dalam merawat dan mengelola satwa.

Jadi, bukan hanya infrastrukturnya yang dibenahi, tetapi sumber daya manusia yang menangani gajah juga ikut diperkuat.

Kristomei menargetkan pembangunan berbagai fasilitas tersebut terus dikebut hingga Oktober 2026.

Untuk pembangunan pagar besi, progresnya disebut sudah mencapai sekitar 75 persen. Sementara progres keseluruhan pembangunan dan pengembangan kawasan disebut sekitar 65 persen.

Setelah Kebakaran, Pengawasan Diperketat

Di sisi lain, perhatian pemerintah juga tertuju pada ancaman kebakaran kawasan TNWK.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan personel dari Kodam dan kepolisian masih disiagakan di sekitar Way Kambas.

Mereka tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga sosialisasi dan berbagai langkah pencegahan untuk mengantisipasi munculnya titik api.

Pemerintah bahkan menyiapkan opsi operasi modifikasi cuaca atau hujan buatan sebagai salah satu langkah menghadapi kondisi yang rawan kebakaran.

“Teman-teman dari Kodam, teman-teman dari kepolisian masih standby di sini. Ada yang melakukan sosialisasi, ada yang air monitoring,” ujar Mirza.

Selain kebakaran, keberadaan gajah juga terus dipantau. Apalagi konflik antara gajah dan manusia menjadi salah satu persoalan yang harus terus diantisipasi di kawasan tersebut.

Saat melihat langsung kondisi gajah di TNWK, Mirzani mengaku mendapat kabar baik.

“Alhamdulillah, gajah-gajah yang kita lihat tadi dalam keadaan sehat,” katanya.

Dengan pembangunan pagar besi, pengembangan serai dan lebah, peningkatan kapasitas mahout, hingga pengawasan kebakaran, Way Kambas kini sedang diarahkan menuju pola konservasi yang lebih terintegrasi.

Harapannya sederhana: gajah tetap nyaman di habitatnya, warga bisa beraktivitas dengan lebih aman, dan kawasan konservasi semakin punya daya tarik sebagai destinasi ekowisata.

Way Kambas pun perlahan tak hanya dikenal sebagai rumah bagi gajah Sumatera, tetapi juga sebagai kawasan yang sedang mencari formula baru agar konservasi dan kepentingan masyarakat bisa jalan bareng.

Source: OSCAR SIHOTANG
Tags: berita Lampungekowisata Lampunggajah Way Kambaskebakaran Way Kambaskonflik gajah dan manusiakonservasi gajahkonservasi LampungKristomei SianturiLampung Timurpagar besi Way KambasRahmat Mirzani DjausalTaman Nasional Way KambasTNWKWay Kambas
Previous Post

Asliman Puja Kesuma: Sekolah Bukan Cuma Cetak Lulusan, tapi Bentuk Manusia yang Punya Karakter

Next Post

Kabar Terbaru dari Way Kambas: Gajah Aman, Titik Api Ditangani dengan Teknologi Canggih

Related Posts

Tak Salah Dr. Budiyono Raih 22 Suara Senat Unila, Kiprahnya Kini Dilirik hingga DPR RI
Berita & Tren

Tak Salah Dr. Budiyono Raih 22 Suara Senat Unila, Kiprahnya Kini Dilirik hingga DPR RI

by Melda
November 1, 2026
Komisi III DPR RI Undang Dr. Budiyono Bahas RUU Perampasan Aset, Akademisi dan Mahasiswa Turut Dilibatkan
Berita & Tren

Komisi III DPR RI Undang Dr. Budiyono Bahas RUU Perampasan Aset, Akademisi dan Mahasiswa Turut Dilibatkan

by Melda
November 1, 2026
Dua Profesor Lewat! Dr. Budiono Raih 22 Suara Senat, Sinyal Kuat Menuju Kursi Rektor Unila
Berita & Tren

Dua Profesor Lewat! Dr. Budiono Raih 22 Suara Senat, Sinyal Kuat Menuju Kursi Rektor Unila

by Melda
October 31, 2026
Hasto–PKS Mulai Panaskan Isu Ijazah Gibran, GEMA PUAN Desak Pemilu Ulang 2027!
Berita & Tren

Hasto–PKS Mulai Panaskan Isu Ijazah Gibran, GEMA PUAN Desak Pemilu Ulang 2027!

by Melda
October 31, 2026
Alumni Unila All Out Dukung Dr. Budiono, Gino Vannolie: Saatnya Kampus Hijau Punya Pemimpin yang Paham Kebutuhan Mahasiswa
Berita & Tren

Alumni Unila All Out Dukung Dr. Budiono, Gino Vannolie: Saatnya Kampus Hijau Punya Pemimpin yang Paham Kebutuhan Mahasiswa

by Melda
October 31, 2026
Next Post
Kabar Terbaru dari Way Kambas: Gajah Aman, Titik Api Ditangani dengan Teknologi Canggih

Kabar Terbaru dari Way Kambas: Gajah Aman, Titik Api Ditangani dengan Teknologi Canggih

Warga Banyumas dan Pagelaran Utara Curhat ke Suherman, Infrastruktur dan BPJS Jadi Sorotan

Warga Banyumas dan Pagelaran Utara Curhat ke Suherman, Infrastruktur dan BPJS Jadi Sorotan

Bukan Cuma Duduk di Kelas, SMK Taruna Bumi Metro Gaspol Siapkan Siswa Hadapi Dunia Kerja

Bukan Cuma Duduk di Kelas, SMK Taruna Bumi Metro Gaspol Siapkan Siswa Hadapi Dunia Kerja

Dua Hotspot Muncul di Pringsewu, Mabes TNI Kasih Warning soal Ancaman Karhutla

Dua Hotspot Muncul di Pringsewu, Mabes TNI Kasih Warning soal Ancaman Karhutla

Karhutla Mengintai Gunung Rajabasa, 128 Kebakaran Terjadi di Lamsel Sepanjang 2026

Karhutla Mengintai Gunung Rajabasa, 128 Kebakaran Terjadi di Lamsel Sepanjang 2026

Recommended

Web3 dan Masa Depan Internet di Tangan Anak Muda

Web3 dan Masa Depan Internet di Tangan Anak Muda

May 9, 2025
Kontroversi RM Sambel Seruit Bu Lin Melebar, Dugaan IPAL hingga Tapping Box Diminta Diusut

Kontroversi RM Sambel Seruit Bu Lin Melebar, Dugaan IPAL hingga Tapping Box Diminta Diusut

September 10, 2026

Categories

  • Berita & Tren
  • Gaya Hidup & Hiburan
  • Hobi & Komunitas
  • Karier & Pengembangan Diri
  • Kesehatan & Wellness
  • Keuangan & Investasi
  • Teknologi & Digital
  • Uncategorized

Don't miss it

Tak Salah Dr. Budiyono Raih 22 Suara Senat Unila, Kiprahnya Kini Dilirik hingga DPR RI
Berita & Tren

Tak Salah Dr. Budiyono Raih 22 Suara Senat Unila, Kiprahnya Kini Dilirik hingga DPR RI

November 1, 2026
Komisi III DPR RI Undang Dr. Budiyono Bahas RUU Perampasan Aset, Akademisi dan Mahasiswa Turut Dilibatkan
Berita & Tren

Komisi III DPR RI Undang Dr. Budiyono Bahas RUU Perampasan Aset, Akademisi dan Mahasiswa Turut Dilibatkan

November 1, 2026
Dua Profesor Lewat! Dr. Budiono Raih 22 Suara Senat, Sinyal Kuat Menuju Kursi Rektor Unila
Berita & Tren

Dua Profesor Lewat! Dr. Budiono Raih 22 Suara Senat, Sinyal Kuat Menuju Kursi Rektor Unila

October 31, 2026
Hasto–PKS Mulai Panaskan Isu Ijazah Gibran, GEMA PUAN Desak Pemilu Ulang 2027!
Berita & Tren

Hasto–PKS Mulai Panaskan Isu Ijazah Gibran, GEMA PUAN Desak Pemilu Ulang 2027!

October 31, 2026
Alumni Unila All Out Dukung Dr. Budiono, Gino Vannolie: Saatnya Kampus Hijau Punya Pemimpin yang Paham Kebutuhan Mahasiswa
Berita & Tren

Alumni Unila All Out Dukung Dr. Budiono, Gino Vannolie: Saatnya Kampus Hijau Punya Pemimpin yang Paham Kebutuhan Mahasiswa

October 31, 2026
Dr. Budiono Unggul dalam Pilrek Unila, Kantongi 22 Suara Senat dan Dapat Dukungan Habiburokhman
Berita & Tren

Dr. Budiono Unggul dalam Pilrek Unila, Kantongi 22 Suara Senat dan Dapat Dukungan Habiburokhman

October 30, 2026
Muda Belia

Media online yang dibuat khusus buat anak muda yang pengen tetap update, berkembang, dan terinspirasi!

Categories

  • Berita & Tren
  • Gaya Hidup & Hiburan
  • Hobi & Komunitas
  • Karier & Pengembangan Diri
  • Kesehatan & Wellness
  • Keuangan & Investasi
  • Teknologi & Digital
  • Uncategorized

Browse by Tag

anak muda AnakMuda AnakMudaProduktif AturDuit Bandar Lampung BandarLampung berita Lampung ContentCreator CuanMaksimal DPRD Bandar Lampung DuniaKerja Eva Dwiana FinancialFreedom FinancialGoals GenAlpha generasi alpha generasi z GenZ GenZFinance GenZStyle GenZWellness investasi KerjaCerdas Keuangan KeuanganAnakMuda KeuanganSehat Lampung LevelUp lifestyleanakmuda MentalHealth MentalHealthMatters MindfulLiving PassiveIncome pendidikan Lampung PersonalBranding SelfCare SideHustle SmartMoney SmartSpending SMA Siger Tips Trik WorkFromAnywhere WorkLifeBalance WorkSmart

Recent News

Tak Salah Dr. Budiyono Raih 22 Suara Senat Unila, Kiprahnya Kini Dilirik hingga DPR RI

Tak Salah Dr. Budiyono Raih 22 Suara Senat Unila, Kiprahnya Kini Dilirik hingga DPR RI

November 1, 2026
Komisi III DPR RI Undang Dr. Budiyono Bahas RUU Perampasan Aset, Akademisi dan Mahasiswa Turut Dilibatkan

Komisi III DPR RI Undang Dr. Budiyono Bahas RUU Perampasan Aset, Akademisi dan Mahasiswa Turut Dilibatkan

November 1, 2026

© 2025 Mudabelia.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
  • Karier
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Teknologi

© 2025 Mudabelia.com