Daftar Isi
- You might also like
- Buku Rp70 Ribu di SMPN 2 Kalianda Bikin Heboh, Klarifikasi Sekolah Kini Dipertanyakan
- Bantuan Beras 30 Kg Mulai Disalurkan, 55 Ribu Warga Pringsewu Masuk Daftar Penerima
- Karhutla Mengintai Gunung Rajabasa, 128 Kebakaran Terjadi di Lamsel Sepanjang 2026
- Pelantikan Publik Bukan Sekadar Formalitas
- Kepercayaan dan Tanggung Jawab Pejabat Baru
- Kolaborasi dan Keberagaman Jadi Modal Sosial
- Pariwisata Jadi Jembatan Kesejahteraan
- Simbol Lingkungan dan Dialog Publik
MUDA BELIA— Pemkab Lampung Selatan bikin gebrakan dalam pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon II). Alih-alih digelar di aula resmi atau ruang ber-AC, pelantikan yang berlangsung Selasa, 6 Januari 2026, digelar di Dermaga BOM Kalianda, salah satu ikon wisata pesisir Lampung Selatan. Langkah ini jadi simbol bahwa birokrasi harus dekat dengan masyarakat, adaptif, dan selaras dengan identitas pariwisata daerah.
Sebanyak 17 pejabat eselon II dilantik langsung oleh Bupati Radityo Egi Pratama. Para pejabat mengenakan pakaian dinas harian yang dipadukan aksesoris adat khas Lampung, yakni Tukus untuk pria dan Kumbut bagi perempuan. Nuansa budaya ini menekankan penghormatan terhadap nilai lokal sekaligus memperkuat karakter Lampung Selatan.
Pelantikan Publik Bukan Sekadar Formalitas
Bupati Egi menegaskan, pelantikan di ruang publik sengaja dilakukan agar pejabat sadar sejak awal bahwa kepemimpinan itu soal kedekatan dengan masyarakat, bukan sekadar simbol atau jarak fisik.
“Pelantikan hari ini seru, ramai, dan kita bisa berbaur langsung dengan masyarakat. Saya ingin tidak ada batas antara pejabat dengan rakyat, sehingga bisa mendengar langsung aspirasi dan harapan masyarakat Lampung Selatan,” ujar Bupati Egi.
Di tengah suasana dermaga menjelang senja, Bupati juga menyampaikan refleksi soal waktu dan tanggung jawab. Menurutnya, masa jabatan bukan hak permanen, tetapi harus diisi karya nyata yang berdampak.
“Waktu terus berjalan. Pertanyaannya, warisan apa yang akan kita tinggalkan sebelum masa jabatan itu berakhir? Ini harus kita pikirkan dan rasakan bersama,” katanya.
Kepercayaan dan Tanggung Jawab Pejabat Baru
Para pejabat yang dilantik sudah melalui proses uji kompetensi panjang. Bupati menekankan, kepercayaan yang diberikan harus dibayar dengan kerja nyata, integritas tinggi, dan keberpihakan kepada kepentingan masyarakat.
“Kepercayaan ini harus dibayar dengan kerja nyata. Jadilah pejabat yang bersih, disiplin, dan senantiasa melayani. Setiap detik nilai integritas, semangat, dan pelayanan itu harus diterapkan,” tegas Bupati. Ia juga mengingatkan pentingnya sikap ikhlas, sigap, amanah, patuh aturan, serta tertib dalam pelaporan dan pertanggungjawaban.
Kolaborasi dan Keberagaman Jadi Modal Sosial
Lampung Selatan punya kekayaan budaya dan keberagaman suku yang tinggi. Bupati Egi menekankan, potensi ini adalah modal sosial penting untuk mendorong pembangunan inklusif dan berkelanjutan.
“Hanya di Lampung Selatan keberagaman ini begitu kuat. Saya mengajak seluruhnya untuk berkolaborasi, bekerja kompak dan solid,” ujarnya. Ia menambahkan, pejabat eselon II memegang peran strategis dan tidak boleh hanya menunggu laporan di balik meja. Turun ke lapangan dan responsif terhadap masyarakat jadi wajib.
“Saya tidak butuh pejabat yang hanya menunggu laporan. Turunlah ke masyarakat, hilangkan ego sektoral. Kita tidak akan maju kalau ingin menang sendiri-sendiri,” jelasnya.
Pariwisata Jadi Jembatan Kesejahteraan
Bupati menekankan bahwa percepatan pembangunan butuh komunikasi dan kolaborasi dengan pemerintah pusat dan provinsi. Seluruh program harus bermuara pada visi Lampung Selatan Maju, dengan sektor pariwisata sebagai penggerak kesejahteraan masyarakat.
“Saya ingin 2026 ini kita berlari. Pariwisata akan menjadi jembatan kesejahteraan, dan seluruh perangkat daerah harus menyinkronkan program menuju pariwisata yang berkelanjutan,” jelasnya.
Simbol Lingkungan dan Dialog Publik
Pelantikan ditutup dengan penaburan benih ikan di perairan sekitar Dermaga BOM sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan. Bupati Egi juga berdialog langsung dengan masyarakat yang hadir, mendengarkan pesan, kesan, dan harapan mereka terhadap pejabat baru.
Melalui pelantikan di ruang publik ini, Pemkab Lampung Selatan menegaskan pesan bahwa pemerintah hadir di tengah masyarakat, berakar pada budaya lokal, dan berkomitmen membangun daerah secara inklusif, kolaboratif, dan berkelanjutan.***













