Daftar Isi
MUDA BELIA– Lo pernah kebayang nggak, uang publik segede Rp2,8 miliar dikelola tapi kepala puskesmasnya susah banget ditemui? Nah, itulah yang terjadi di BLUD Puskesmas Segala Mider, Bandar Lampung. Tim Lampung Insider udah bolak-balik dateng nyari klarifikasi soal anggaran BOK dan BLUD, tapi hasilnya? Nihil.
Kepala Puskesmas “Ghosting” Tim Liputan
Pertama datang, Jumat 2 Januari 2026, tim cuma ketemu staf pelayanan. Katanya, dr. Destriana lagi cuti. Kedua kalinya, Senin 5 Januari 2026, staf administrasi dan Kepala Tata Usaha bilang kepala puskesmas nggak ada di kantor.
“Nih, nggak ketemu juga. Kita udah kirim surat resmi sesuai UU No. 14 Tahun 2008 soal keterbukaan informasi publik, tapi sampai Rabu, 7 Januari 2026, nggak ada respons,” kata salah satu wartawan tim liputan.
Pas tim balik lagi ke Puskesmas jam 14.30 WIB, jawaban staf tetap sama: dr. Destriana tidak ada. Bahkan soal Kepala Tata Usaha untuk konfirmasi surat, mereka cuma bilang:
“Enggak tahu, kami enggak tahu.”
Anggaran Rp2,8 Miliar, Tapi Realisasi Setengah-setengah
Anggaran BLUD dan BOK 2026 di Puskesmas Segala Mider mencapai Rp2,8 miliar. Termasuk di dalamnya remunerasi untuk ASN dan non-ASN, serta Rp370 juta lebih untuk barang dan jasa. Tapi, cek langsung ke lapangan? Barang-barang fasilitas publik udah banyak yang nggak layak: tempat sampah rusak, plafon jebol, sampai pagar penyanggah ruang tunggu berkarat.
Realisasi BOK 2025 juga cuma 50–60%, sisanya sekitar Rp700 juta masih abu-abu. Tim liputan udah coba tanya ke pegawai, tapi nggak ada yang mau jawab.
Publik Mulai Gerah, DPRD Diminta Bertindak
Kondisi ini bikin publik skeptis soal transparansi dan akuntabilitas dana BLUD, apalagi pendapatan puskesmas datang dari BPJS, APBD, dan APBN.
“Kalau kepala puskesmas nggak mau ditemui, gimana kita bisa yakin dana kesehatan dipakai tepat sasaran?” ujar seorang warga yang enggak mau disebutkan namanya.
DPRD dan Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung kini dituntut untuk memastikan pengelolaan BLUD Puskesmas Segala Mider berjalan sesuai prosedur, tanpa ada penyimpangan.***











