Daftar Isi
- You might also like
- Budi Kurniawan Dituntut 10 Tahun Penjara, Eks Komisaris PT LEB Ternyata Jadi Justice Collaborator
- Dulu Sudah Diingatkan DPRD, Kini Polemik SMA Siger Masuk Babak yang Lebih Serius
- Banjir Bandar Lampung Kembali Disorot, Janji Politik 2019 Ikut Diungkit Lagi
- Kabupaten Boleh, Mindset Harus Global
- Seni Budaya Islam Bangun Karakter dan Identitas
- Ajak Masyarakat Berani Bermimpi
- Apresiasi Prestasi Lasqi Lampung Selatan
MUDA BELIA- Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menegaskan seni budaya Islam bukan sekadar panggung ekspresi, melainkan jalur strategis untuk membawa nama Lampung Selatan dikenal luas hingga level nasional dan internasional. Dengan potensi budaya yang kuat, Egi menilai daerah harus berani berpikir global meski berstatus sebagai kabupaten.
Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Egi saat menghadiri Pengukuhan Pengurus DPD Lembaga Seni Qosidah Indonesia (Lasqi) Nusantara Jaya Kabupaten Lampung Selatan di Aula PKK Lampung Selatan, Rabu, 7 Januari 2026. Dalam agenda itu, Bella Jayanti resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum Lasqi Nusantara Jaya Lampung Selatan.
Kabupaten Boleh, Mindset Harus Global
Di hadapan para pengurus Lasqi yang baru dilantik, Bupati Egi menekankan pentingnya mengubah cara pandang dalam membangun daerah. Menurutnya, batas administratif tidak boleh menjadi penghalang untuk bermimpi besar.
“Walaupun secara geografis administrasinya kabupaten, mindset-nya harus go internasional. Kalau punya mimpi, mimpinya harus besar. Kalau mimpinya internasional, kepeleset sedikit ya jatuhnya di nasional,” ujar Bupati Egi.
Ia menilai, keberhasilan banyak daerah dikenal luas berawal dari keberanian menentukan visi besar dan konsistensi dalam mengelola potensi lokal. Seni budaya Islam, termasuk qosidah, memiliki nilai universal yang bisa diterima lintas daerah dan lintas negara.
Seni Budaya Islam Bangun Karakter dan Identitas
Menurut Bupati Egi, pengembangan seni budaya Islam memiliki fungsi yang lebih luas dari sekadar hiburan. Seni menjadi medium membangun karakter masyarakat, memperkuat nilai religius, sekaligus mempertegas identitas Lampung Selatan di mata publik.
“Pengembangan seni budaya Islam ini bukan cuma soal tampil. Di dalamnya ada nilai, ada karakter, dan ada identitas daerah yang bisa kita bawa ke mana-mana,” katanya.
Ia berharap Lasqi Lampung Selatan dapat tampil konsisten, terkelola dengan baik, serta memiliki daya saing tinggi agar mampu menjadi duta budaya daerah di berbagai event, baik nasional maupun internasional.
Ajak Masyarakat Berani Bermimpi
Bupati Egi juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda dan organisasi kemasyarakatan, untuk berani bermimpi besar dan berpikir jauh ke depan. Menurutnya, mimpi adalah fondasi awal dari setiap kemajuan.
“Lampung Selatan ini kaya akan budaya. Ini momentum besar. Kita harus bisa melesat dan punya mimpi setinggi-tingginya. Saya ingin seluruh masyarakat berani bermimpi, karena bermimpi itu gratis dan tidak ada yang salah,” ucapnya.
Ia menambahkan, visi yang jelas dan keyakinan kuat akan menentukan arah pembangunan dan hasil yang dicapai ke depan.
“Anak-anakku semua, bermimpilah setinggi-tingginya. Jadikan organisasinya sehat, berdampak, dan berkelanjutan,” tambah Bupati Egi.
Apresiasi Prestasi Lasqi Lampung Selatan
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Egi turut mengapresiasi capaian Lasqi Kabupaten Lampung Selatan yang berhasil masuk lima besar nasional pada ajang Lasqi tingkat nasional di Provinsi Jawa Barat pada 2025. Prestasi itu dinilai sebagai bukti nyata potensi besar seni budaya Islam yang dimiliki Lampung Selatan.
“Masuk lima besar nasional itu bukti kualitas. Tinggal bagaimana kita jaga konsistensi dan terus tingkatkan pembinaan,” ujarnya.
Pengukuhan Pengurus Lasqi Nusantara Jaya Kabupaten Lampung Selatan ini diharapkan menjadi titik awal penguatan peran seni budaya Islam, tidak hanya sebagai kegiatan seni, tetapi juga sebagai strategi membangun karakter masyarakat dan mengangkat nama Lampung Selatan ke tingkat nasional hingga internasional.***












