Daftar Isi
MUDA BELIA– Sidang pra peradilan Dirut PT LEB, M. Hermawan Eriadi, lagi hot banget nih. Soalnya, Kejati Lampung memutuskan no show alias enggak hadirkan saksi ahli, padahal sidang hari keempat ini seharusnya jadi momen krusial buat ngedengerin semua bukti dari dua pihak. Keputusan ini bikin banyak orang heboh dan jadi bahan obrolan netizen.
Satu-satunya yang hadir nonton langsung sidang adalah eks Dirut PT Wahana Raharja, Ferdi Gusnan. Setelah keluar ruang sidang, dia enggak bisa sembunyiin kekagetannya. “Wah berani Kejati Lampung ini, enggak menghadirkan saksi lho,” ujarnya, sambil nge-share pengalamannya soal drama persidangan tadi.
Jadi gini, karena Kejati memilih bungkam, fokus hari keempat ini cuma dengerin keterangan saksi ahli dari pihak pemohon. Mereka bawa dua pakar top nih: Dian Puji Nugraha Simatupang, Ahli Keuangan Negara dari Universitas Indonesia, sama Akhyar Salmi, Pakar Hukum Pidana dari Universitas Indonesia. Kedua ahli ini ngejelasin secara detail soal dugaan kerugian negara dan sisi hukum pidana yang nempel ke Hermawan.
Pasca sidang, pihak Kejati Lampung tetep diem. Cuma ada perwakilan Zahri yang bilang, “Ke Penkum aja langsung ya,” bikin wartawan dan netizen makin penasaran sama strategi mereka. Banyak yang ngerasa ini move Kejati bisa jadi strategi jitu, tapi juga ada yang mikir, kok berani banget ya diem kayak gitu?
Nah, besok Kamis, 4 Desember 2025, sidang bakal masuk fase kesimpulan. Agendanya sekitar pukul 10.00-11.00 WIB di Pengadilan Negeri Tanjung Karang. Semua mata bakal tertuju ke sini, karena hasil kesimpulan bisa jadi penentu arah kasus M. Hermawan Eriadi selanjutnya.
Para netizen dan pengamat hukum udah mulai banyak yang bikin prediksi di media sosial. Ada yang bilang ketiadaan saksi ahli dari Kejati bisa bikin persidangan lebih cepat kelar, tapi ada juga yang ngerasa ini bisa bikin putusan hakim lebih berat ke pihak pemohon. Pokoknya, drama sidang Dirut PT LEB ini masih jauh dari kelar, dan bakal jadi bahan panas di timeline kalian. Jangan sampai ketinggalan update-nya!***













