• Tentang Kami
Tuesday, November 3, 2026
Muda Belia
  • Home
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
  • Karier
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Teknologi
No Result
View All Result
Muda Belia
  • Home
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
  • Karier
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Teknologi
No Result
View All Result
Muda Belia
No Result
View All Result
Home Berita & Tren

Hotman Paris Soroti Kasus Febrie Adriansyah, Publik Diajak Melihat Lagi Cara Polisi Bekerja

Melda by Melda
July 19, 2026
in Berita & Tren

Daftar Isi

  • You might also like
  • Tak Salah Dr. Budiyono Raih 22 Suara Senat Unila, Kiprahnya Kini Dilirik hingga DPR RI
  • Komisi III DPR RI Undang Dr. Budiyono Bahas RUU Perampasan Aset, Akademisi dan Mahasiswa Turut Dilibatkan
  • Dua Profesor Lewat! Dr. Budiono Raih 22 Suara Senat, Sinyal Kuat Menuju Kursi Rektor Unila

MUDA BELIA- Kasus yang melibatkan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah kembali ramai dibicarakan. Kali ini, sorotan muncul setelah Hotman Paris resmi menjadi kuasa hukum Febrie dan menggelar konferensi pers pada Jumat, 17 Juli 2026.

Hotman mempertanyakan proses penetapan Febrie Adriansyah sebagai tersangka. Menurutnya, seseorang yang akan ditetapkan sebagai tersangka, apalagi kemudian menjadi sorotan publik, seharusnya terlebih dahulu diperiksa.

You might also like

Tak Salah Dr. Budiyono Raih 22 Suara Senat Unila, Kiprahnya Kini Dilirik hingga DPR RI

Komisi III DPR RI Undang Dr. Budiyono Bahas RUU Perampasan Aset, Akademisi dan Mahasiswa Turut Dilibatkan

Dua Profesor Lewat! Dr. Budiono Raih 22 Suara Senat, Sinyal Kuat Menuju Kursi Rektor Unila

“Seseorang mau ditetapkan sebagai tersangka, apalagi dipermalukan, minimum diperiksa dulu,” kata Hotman.

Pernyataan tersebut kemudian memunculkan pertanyaan yang cukup sederhana: apakah dalam setiap kasus polisi harus memanggil seseorang terlebih dahulu sebagai saksi sebelum melakukan tindakan hukum?

Coba bayangkan polisi hendak menggerebek tempat sabung ayam. Sebelum datang, semua pelaku dan pemilik lokasi dipanggil satu per satu untuk diperiksa sebagai saksi. Apa yang terjadi? Bisa saja lokasi langsung kosong sebelum polisi tiba.

Hal yang sama juga berlaku dalam kasus dugaan narkoba. Bayangkan polisi memanggil bandar atau pemilik gudang produksi narkotika terlebih dahulu, lalu baru datang ke lokasi beberapa hari kemudian. Bukankah ada risiko barang bukti sudah dipindahkan, bahkan dimusnahkan?

Di sinilah letak dilema dalam penegakan hukum. Polisi dituntut untuk bekerja berdasarkan aturan, tetapi pada saat yang sama juga harus bergerak cepat ketika berhadapan dengan kasus yang berpotensi membuat pelaku menghilangkan barang bukti atau melarikan diri.

Karena itu, kasus Febrie Adriansyah menjadi menarik untuk dilihat dari dua sisi. Di satu sisi, setiap orang yang berhadapan dengan hukum tentu memiliki hak yang harus dihormati. Proses hukum juga harus berjalan sesuai aturan dan prinsip keadilan.

Namun di sisi lain, aparat penegak hukum juga harus memiliki ruang untuk melakukan tindakan cepat ketika situasi memang membutuhkan.

Publik sebelumnya juga melihat adanya personel TNI berseragam dan bersenjata lengkap yang berjaga di sekitar rumah Febrie Adriansyah. Kendaraan taktis militer juga terlihat ditempatkan di kawasan Kejaksaan Agung.

Situasi tersebut tentu semakin membuat publik bertanya-tanya mengenai dinamika di balik perkara yang sedang berjalan.

Mengutip Bocor Alus Tempo, pengambilalihan perkara Febrie dari Polri ke Kejaksaan Agung disebut dilakukan atas perintah atau sepengetahuan Presiden dan telah melalui diskusi dengan Kapolri serta Jaksa Agung.

Dalam konferensi pers, Hotman Paris juga menyebut Febrie sebagai sosok yang memiliki peran penting dalam pemberantasan korupsi.

“Seorang kebanggaan presiden dan telah mengembalikan sekitar Rp430 triliun, belum lagi transparansi yang begitu besar yang tidak pernah disentuh sebelumnya, begitu saja dipermalukan,” ujar Hotman.

Pernyataan ini tentu mengundang respons dan perdebatan di tengah masyarakat. Apalagi, kasus tersebut menyangkut sosok yang sebelumnya memiliki posisi penting dalam penegakan hukum.

Kalau melihat dari pengalaman di lapangan, polisi memang sering kali harus bergerak cepat. Sebab, sedikit saja informasi bocor, target operasi bisa langsung menghilang dan barang bukti bisa lenyap.

Misalnya dalam sebuah kasus dugaan narkotika, polisi pernah berkoordinasi dengan pihak lingkungan sebelum melakukan penggerebekan. Namun, informasi tersebut diduga bocor. Akibatnya, target operasi sudah meninggalkan lokasi hanya beberapa menit sebelum polisi datang.

Dari situ kita bisa melihat bahwa penegakan hukum memang tidak sesederhana memanggil seseorang, memeriksanya, lalu baru mengambil tindakan. Ada strategi, ada risiko, dan ada situasi yang harus dipertimbangkan.

Tetapi, bukan berarti aparat bisa bertindak sesuka hati. Semua langkah tetap harus berada dalam koridor hukum dan dapat dipertanggungjawabkan.

Inilah yang kemudian menjadi inti perdebatan dalam kasus Febrie Adriansyah. Publik tentu berhak mengetahui apakah proses hukum yang dilakukan sudah sesuai aturan atau ada prosedur yang seharusnya dipenuhi terlebih dahulu.

Pada akhirnya, penegakan hukum membutuhkan keseimbangan. Polisi harus bisa bergerak cepat ketika diperlukan, tetapi hak-hak setiap orang yang berhadapan dengan hukum juga tetap harus dihormati.

Kasus Febrie Adriansyah pun masih menjadi perhatian publik. Pertanyaan besarnya sekarang adalah bagaimana proses hukum selanjutnya berjalan dan apakah seluruh persoalan terkait prosedur penetapan tersangka akan diuji secara terbuka melalui mekanisme hukum yang berlaku.

Karena pada akhirnya, hukum bukan hanya soal siapa yang diperiksa atau siapa yang ditetapkan sebagai tersangka. Lebih dari itu, hukum juga soal bagaimana prosesnya dijalankan secara adil, transparan, dan bisa dipertanggungjawabkan kepada publik.***

Source: MUHAMMAD ALFARIEZIE
Tags: DueProcessOfLawFebrieAdriansyahHotmanParisHukumIndonesiaJampidsusKasusHukumKejaksaanAgungkorupsiPenegakanHukumPolriTPPU
Previous Post

APBD/APBN untuk 227 Desa Siaga Aktif Way Kanan Dipertanyakan

Next Post

Betapa Mulianya Don Ritto bagi Santri Indonesia Timur, Jika Merujuk Klaim Kuasa Hukumnya

Related Posts

Tak Salah Dr. Budiyono Raih 22 Suara Senat Unila, Kiprahnya Kini Dilirik hingga DPR RI
Berita & Tren

Tak Salah Dr. Budiyono Raih 22 Suara Senat Unila, Kiprahnya Kini Dilirik hingga DPR RI

by Melda
November 1, 2026
Komisi III DPR RI Undang Dr. Budiyono Bahas RUU Perampasan Aset, Akademisi dan Mahasiswa Turut Dilibatkan
Berita & Tren

Komisi III DPR RI Undang Dr. Budiyono Bahas RUU Perampasan Aset, Akademisi dan Mahasiswa Turut Dilibatkan

by Melda
November 1, 2026
Dua Profesor Lewat! Dr. Budiono Raih 22 Suara Senat, Sinyal Kuat Menuju Kursi Rektor Unila
Berita & Tren

Dua Profesor Lewat! Dr. Budiono Raih 22 Suara Senat, Sinyal Kuat Menuju Kursi Rektor Unila

by Melda
October 31, 2026
Hasto–PKS Mulai Panaskan Isu Ijazah Gibran, GEMA PUAN Desak Pemilu Ulang 2027!
Berita & Tren

Hasto–PKS Mulai Panaskan Isu Ijazah Gibran, GEMA PUAN Desak Pemilu Ulang 2027!

by Melda
October 31, 2026
Alumni Unila All Out Dukung Dr. Budiono, Gino Vannolie: Saatnya Kampus Hijau Punya Pemimpin yang Paham Kebutuhan Mahasiswa
Berita & Tren

Alumni Unila All Out Dukung Dr. Budiono, Gino Vannolie: Saatnya Kampus Hijau Punya Pemimpin yang Paham Kebutuhan Mahasiswa

by Melda
October 31, 2026
Next Post
Betapa Mulianya Don Ritto bagi Santri Indonesia Timur, Jika Merujuk Klaim Kuasa Hukumnya

Betapa Mulianya Don Ritto bagi Santri Indonesia Timur, Jika Merujuk Klaim Kuasa Hukumnya

Diduga Langgar Permendikdasmen, Realisasi Dana BOS Tahap I SDN 2 Rawa Laut Disorot

Diduga Langgar Permendikdasmen, Realisasi Dana BOS Tahap I SDN 2 Rawa Laut Disorot

Analisa Kesbangpol Lampung Tengah ke Kemendagri Bocor, Soroti Dampak Kasus Welly Adiwantara

Analisa Kesbangpol Lampung Tengah ke Kemendagri Bocor, Soroti Dampak Kasus Welly Adiwantara

Kesbangpol Lampung Tengah Soroti Status Welly Adiwantara, Khawatir Berdampak pada Stabilitas Birokrasi

Kesbangpol Lampung Tengah Soroti Status Welly Adiwantara, Khawatir Berdampak pada Stabilitas Birokrasi

Hak Wartawan Dilindungi Undang-Undang, Bukan Sekadar Tugas Mencari Berita

Hak Wartawan Dilindungi Undang-Undang, Bukan Sekadar Tugas Mencari Berita

Recommended

Muhammad Alfariezie Mengguncang Dunia Sastra Lampung: “Anak Didik Tanpa Negara” Ungkap Krisis Moral Pendidikan

Muhammad Alfariezie Mengguncang Dunia Sastra Lampung: “Anak Didik Tanpa Negara” Ungkap Krisis Moral Pendidikan

October 20, 2025
Hari Sabtu SDN 3 Rejomulyo Libur dan Pagar Rubuh, Warga Bertanya-Tanya Ada Apa dengan Sekolah Ini?

Hari Sabtu SDN 3 Rejomulyo Libur dan Pagar Rubuh, Warga Bertanya-Tanya Ada Apa dengan Sekolah Ini?

November 24, 2025

Categories

  • Berita & Tren
  • Gaya Hidup & Hiburan
  • Hobi & Komunitas
  • Karier & Pengembangan Diri
  • Kesehatan & Wellness
  • Keuangan & Investasi
  • Teknologi & Digital
  • Uncategorized

Don't miss it

Tak Salah Dr. Budiyono Raih 22 Suara Senat Unila, Kiprahnya Kini Dilirik hingga DPR RI
Berita & Tren

Tak Salah Dr. Budiyono Raih 22 Suara Senat Unila, Kiprahnya Kini Dilirik hingga DPR RI

November 1, 2026
Komisi III DPR RI Undang Dr. Budiyono Bahas RUU Perampasan Aset, Akademisi dan Mahasiswa Turut Dilibatkan
Berita & Tren

Komisi III DPR RI Undang Dr. Budiyono Bahas RUU Perampasan Aset, Akademisi dan Mahasiswa Turut Dilibatkan

November 1, 2026
Dua Profesor Lewat! Dr. Budiono Raih 22 Suara Senat, Sinyal Kuat Menuju Kursi Rektor Unila
Berita & Tren

Dua Profesor Lewat! Dr. Budiono Raih 22 Suara Senat, Sinyal Kuat Menuju Kursi Rektor Unila

October 31, 2026
Hasto–PKS Mulai Panaskan Isu Ijazah Gibran, GEMA PUAN Desak Pemilu Ulang 2027!
Berita & Tren

Hasto–PKS Mulai Panaskan Isu Ijazah Gibran, GEMA PUAN Desak Pemilu Ulang 2027!

October 31, 2026
Alumni Unila All Out Dukung Dr. Budiono, Gino Vannolie: Saatnya Kampus Hijau Punya Pemimpin yang Paham Kebutuhan Mahasiswa
Berita & Tren

Alumni Unila All Out Dukung Dr. Budiono, Gino Vannolie: Saatnya Kampus Hijau Punya Pemimpin yang Paham Kebutuhan Mahasiswa

October 31, 2026
Dr. Budiono Unggul dalam Pilrek Unila, Kantongi 22 Suara Senat dan Dapat Dukungan Habiburokhman
Berita & Tren

Dr. Budiono Unggul dalam Pilrek Unila, Kantongi 22 Suara Senat dan Dapat Dukungan Habiburokhman

October 30, 2026
Muda Belia

Media online yang dibuat khusus buat anak muda yang pengen tetap update, berkembang, dan terinspirasi!

Categories

  • Berita & Tren
  • Gaya Hidup & Hiburan
  • Hobi & Komunitas
  • Karier & Pengembangan Diri
  • Kesehatan & Wellness
  • Keuangan & Investasi
  • Teknologi & Digital
  • Uncategorized

Browse by Tag

anak muda AnakMuda AnakMudaProduktif AturDuit Bandar Lampung BandarLampung berita Lampung ContentCreator CuanMaksimal DPRD Bandar Lampung DuniaKerja Eva Dwiana FinancialFreedom FinancialGoals GenAlpha generasi alpha generasi z GenZ GenZFinance GenZStyle GenZWellness investasi KerjaCerdas Keuangan KeuanganAnakMuda KeuanganSehat Lampung LevelUp lifestyleanakmuda MentalHealth MentalHealthMatters MindfulLiving PassiveIncome pendidikan Lampung PersonalBranding SelfCare SideHustle SmartMoney SmartSpending SMA Siger Tips Trik WorkFromAnywhere WorkLifeBalance WorkSmart

Recent News

Tak Salah Dr. Budiyono Raih 22 Suara Senat Unila, Kiprahnya Kini Dilirik hingga DPR RI

Tak Salah Dr. Budiyono Raih 22 Suara Senat Unila, Kiprahnya Kini Dilirik hingga DPR RI

November 1, 2026
Komisi III DPR RI Undang Dr. Budiyono Bahas RUU Perampasan Aset, Akademisi dan Mahasiswa Turut Dilibatkan

Komisi III DPR RI Undang Dr. Budiyono Bahas RUU Perampasan Aset, Akademisi dan Mahasiswa Turut Dilibatkan

November 1, 2026

© 2025 Mudabelia.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
  • Karier
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Teknologi

© 2025 Mudabelia.com