Daftar Isi
MUDA BELIA– Guys, lagi hot banget nih kasus SMA Siger yang lagi diselidiki Polda Lampung. Publik lagi heboh nunggu siapa sih pelaku, otak pelaku, dan oknum yang turut andil dalam dugaan pelanggaran UU Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003. Apalagi sekolah ini diduga jalan tanpa izin tapi tetep pakai aset pemerintah.
Siapa Pelaku, Otak Pelaku, dan Turut Serta?
Jadi gini, biar nggak bingung:
Pelaku alias Dader itu yang langsung ngejalanin tindakan kriminal. Misal A menusuk korban pakai pisau, ya A pelakunya.
Otak pelaku alias Doen Pleger itu yang cuma nyusun rencana, nge-memin, tapi nggak ikut langsung. Contohnya bos mafia yang nyuruh anak buah bakar rumah.
Turut serta alias Medepleger itu mereka yang kerja bareng pelaku, sadar dan sengaja bantuin. Misal A pegang korban, B pukul korban, keduanya ikut serta.
Kronologi Pecah Telur
Kasus SMA Siger ini muncul ke permukaan sekitar Juni sampai awal Juli. Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana langsung inisiatif, bahkan sempat ngumumin ke media kalo Pemkot bakal alirkan dana buat operasional sekolah. Tapi setelah digali lebih dalam, muncul banyak kejanggalan.
Misal yayasan bilang milik Pemkot, tapi alur anggarannya beda-beda versi DPRD, Disdikbud, dan BKAD. Kejanggalan makin nyata pas SPMB diadakan tanggal 9-10 Juli, sedangkan akte notaris baru daftar 31 Juli. Kadis Dikbud Lampung dan Kadis DPMPTSP juga nyatakan kalo yayasan belum urus izin resmi.
Yang bikin penasaran, siapa yang ngejamin SMA Siger tetap jalan? Ternyata Plh Kepala Sekolahnya dari Kepala SMP Negeri 38 dan 44, guru-gurunya juga dari SMP negeri, dan semua aset tetap di bawah Disdikbud Kota.
Hebohnya lagi, dokumen Kemenkumham nunjukin Yayasan Siger Prakarsa Bunda dimiliki Eka Afriana, Plt Disdikbud dan Asisten Setda, yang juga saudari kembar Wali Kota Eva Dwiana. Ada juga eks Plt Sekda Bandar Lampung, Plt Kasubag Aset dan Keuangan Disdikbud, plus beberapa oknum lain yang diduga punya peran.
Intinya, publik penasaran banget siapa yang bakal bertanggung jawab secara hukum. Kasus ini nggak cuma soal izin sekolah, tapi juga indikasi pemalsuan identitas CPNS yang melibatkan Eka Afriana.***


















