• Tentang Kami
Saturday, August 8, 2026
Muda Belia
  • Home
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
  • Karier
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Teknologi
No Result
View All Result
Muda Belia
  • Home
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
  • Karier
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Teknologi
No Result
View All Result
Muda Belia
No Result
View All Result
Home Berita & Tren

Kinerja Eva Dwiana dan Eka Afriana Jadi Ujian Besar Dinasti Politik Herman HN

Melda by Melda
June 18, 2026
in Berita & Tren

Daftar Isi

  • Analisa Redaksi
  • You might also like
  • Lamtim Disebut “Bangkrut”: PAD dari Kekayaan Daerah Cuma Rp3 Miliar, Belanja Pegawai Tembus Rp895 Miliar
  • Dari Waktu hingga Kehilangan, “Puisi 68” Membuka Ruang Renungan Baru Karya Isbedy Stiawan ZS
  • Wabup Agus Suranto Lantik Sekretaris Disdukcapil, Auditor dan Guru, Dorong Pelayanan Publik Makin Cepat dan Humanis

Analisa Redaksi

MUDA BELIA- Kalau ada satu hal yang paling mahal dalam dunia politik, itu bukan jabatan. Bukan juga kekuasaan. Tapi kepercayaan publik.

Dan saat kepercayaan mulai retak, efeknya bisa panjang banget. Bahkan bisa menentukan siapa yang bertahan dan siapa yang harus rela ditinggalkan pemilih.

You might also like

Lamtim Disebut “Bangkrut”: PAD dari Kekayaan Daerah Cuma Rp3 Miliar, Belanja Pegawai Tembus Rp895 Miliar

Dari Waktu hingga Kehilangan, “Puisi 68” Membuka Ruang Renungan Baru Karya Isbedy Stiawan ZS

Wabup Agus Suranto Lantik Sekretaris Disdukcapil, Auditor dan Guru, Dorong Pelayanan Publik Makin Cepat dan Humanis

Menurut analisa redaksi, situasi itulah yang saat ini sedang dihadapi oleh dinasti politik Herman HN di Bandar Lampung.

Selama bertahun-tahun, nama Herman HN dikenal sebagai salah satu tokoh politik paling berpengaruh di Kota Tapis Berseri. Namun perjalanan politik sebuah keluarga tidak hanya ditentukan oleh masa lalu, melainkan juga oleh bagaimana penerusnya mengelola kepercayaan masyarakat hari ini.

Sorotan publik belakangan mengarah pada sejumlah persoalan yang hingga kini disebut belum menemukan penyelesaian tuntas.

Salah satunya adalah polemik Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Ragom Betik Gawi yang disebut memiliki persoalan simpanan anggota dalam jumlah besar.

Ketua Koordinator Korban koperasi tersebut, Azzimah, mengaku terdapat sekitar 300 orang yang ia dampingi. Mayoritas merupakan pensiunan guru yang masih memperjuangkan hak mereka dengan nilai yang disebut mencapai sekitar Rp7 miliar.

Bagi para korban, persoalannya sederhana. Mereka hanya ingin mendapatkan kembali hak yang menurut mereka belum diterima hingga saat ini.

Masalah KPRI Ragom Betik Gawi belum sepenuhnya selesai. Namun di tengah persoalan itu, muncul lagi laporan baru yang menyeret nama KPRI Handayani.

Kali ini datang dari seorang anak pensiunan pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung.

Ia mengaku kesulitan memperoleh kejelasan terkait dana simpanan orang tuanya yang masih tertahan di koperasi tersebut.

Menurut keterangannya, terdapat sekitar 700 anggota yang tergabung dalam KPRI Handayani yang berkedudukan tepat di depan kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung.

Bahkan menurut informasi yang beredar di lingkungan pendidikan, koperasi tersebut disebut telah lama mengalami persoalan operasional.

Pelapor mengaku telah menemui pihak bendahara untuk meminta penjelasan. Namun hingga kini dirinya merasa belum memperoleh jawaban yang memuaskan.

Yang membuat persoalan ini semakin ramai diperbincangkan adalah karena isu tersebut bukan pertama kali muncul.

Sejak tahun 2023, KPRI Handayani pernah menjadi sorotan karena disebut mengalami kesulitan mencairkan dana THR para anggotanya.

Dalam berbagai pembahasan publik, nama Eka Afriana juga ikut disebut karena berdasarkan informasi yang beredar pernah menjadi pembina koperasi tersebut.

Di sisi lain, dalam rapat dengar pendapat bersama DPRD beberapa tahun lalu, Eka Afriana telah membantah berbagai tuduhan yang menyebut adanya penggunaan dana anggota untuk kepentingan lain.

Namun dalam politik, persepsi publik sering kali bergerak lebih cepat daripada klarifikasi.

Menurut analisa redaksi, ketika persoalan yang menyangkut hak masyarakat belum terselesaikan, maka dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pejabat yang sedang menjabat, tetapi juga dapat memengaruhi figur-figur politik yang dipersiapkan sebagai penerus.

Nama Rahmawati Herdian yang selama ini kerap disebut sebagai salah satu figur penerus politik keluarga Herman HN tentu tidak bisa dilepaskan dari dinamika tersebut.

Apalagi peta politik Bandar Lampung ke depan diperkirakan akan semakin kompetitif dengan munculnya sejumlah tokoh yang disebut siap bertarung memperebutkan dukungan masyarakat.

Pada akhirnya, publik akan menjadi penentu.

Apakah berbagai persoalan yang saat ini menjadi sorotan hanya akan menjadi badai sesaat yang segera berlalu, atau justru menjadi titik balik yang mengubah arah politik Bandar Lampung ke depan.

Jawabannya ada di tangan masyarakat dan bagaimana para pemangku kebijakan menyelesaikan persoalan-persoalan yang saat ini menjadi perhatian publik.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: BandarLampungEkaAfrianaEvaDwianaHermanHNKPRIHandayaniPolitikLampung
Previous Post

Sidang Putusan PT LEB Full House! Penonton Membludak, Sementara Terdakwa, JPU, dan Advokat Terlihat Santai

Next Post

Hakim Tolak Tuntutan JPU Soal Kerugian Negara Rp271 Miliar, Eks Dirut PT LEB Resmi Divonis 7 Tahun Penjara

Related Posts

Lamtim Disebut “Bangkrut”: PAD dari Kekayaan Daerah Cuma Rp3 Miliar, Belanja Pegawai Tembus Rp895 Miliar
Berita & Tren

Lamtim Disebut “Bangkrut”: PAD dari Kekayaan Daerah Cuma Rp3 Miliar, Belanja Pegawai Tembus Rp895 Miliar

by Melda
August 7, 2026
Dari Waktu hingga Kehilangan, “Puisi 68” Membuka Ruang Renungan Baru Karya Isbedy Stiawan ZS
Berita & Tren

Dari Waktu hingga Kehilangan, “Puisi 68” Membuka Ruang Renungan Baru Karya Isbedy Stiawan ZS

by Melda
August 6, 2026
Wabup Agus Suranto Lantik Sekretaris Disdukcapil, Auditor dan Guru, Dorong Pelayanan Publik Makin Cepat dan Humanis
Berita & Tren

Wabup Agus Suranto Lantik Sekretaris Disdukcapil, Auditor dan Guru, Dorong Pelayanan Publik Makin Cepat dan Humanis

by Melda
August 6, 2026
Di Tengah Kasus Mafia Tanah, Way Kanan Malah Rogoh Rp915,6 Miliar Buat Belanja ASN dan DPRD, Warga Masih Keluhkan Jalan Rusak
Berita & Tren

Di Tengah Kasus Mafia Tanah, Way Kanan Malah Rogoh Rp915,6 Miliar Buat Belanja ASN dan DPRD, Warga Masih Keluhkan Jalan Rusak

by Melda
August 6, 2026
UTB Gercep Gandeng Pemkab Pesisir Barat, Kolaborasi Ini Siap Bikin Daerah Makin Maju!
Berita & Tren

UTB Gercep Gandeng Pemkab Pesisir Barat, Kolaborasi Ini Siap Bikin Daerah Makin Maju!

by Melda
August 6, 2026
Next Post
Hakim Tolak Tuntutan JPU Soal Kerugian Negara Rp271 Miliar, Eks Dirut PT LEB Resmi Divonis 7 Tahun Penjara

Hakim Tolak Tuntutan JPU Soal Kerugian Negara Rp271 Miliar, Eks Dirut PT LEB Resmi Divonis 7 Tahun Penjara

Hakim "Nggak Sepakat" Soal Kerugian Negara Rp268 Miliar, Bos PT LEB Tetap Kena Vonis 7 Tahun

Hakim Beda Pendapat dengan Kejati, Istri Budi Kurniawan Langsung Ucap: “Alhamdulillah, Kalian Segera Gajian”

Hakim Beda Pendapat dengan Kejati, Istri Budi Kurniawan Langsung Ucap: "Alhamdulillah, Kalian Segera Gajian"

Laskar Lampung Apresiasi Polda Lampung Tetapkan Sekda Lampung Tengah Jadi Tersangka, Desak Plt Bupati Segera Ambil Sikap

Laskar Lampung Apresiasi Polda Lampung Tetapkan Sekda Lampung Tengah Jadi Tersangka, Desak Plt Bupati Segera Ambil Sikap

Skandal 85 PTK “Hantu” Bandar Lampung: Rp3,6 Miliar, Tapi Orangnya Kayak Nggak Ada?

Skandal 85 PTK “Hantu” Bandar Lampung: Rp3,6 Miliar, Tapi Orangnya Kayak Nggak Ada?

Recommended

RAHASIA ORANG KAYA: NGGAK CUMA SATU SUMBER CUAN!

RAHASIA ORANG KAYA: NGGAK CUMA SATU SUMBER CUAN!

April 9, 2025
Dunia Kerja dan Rasa Nggak Percaya Diri   —  Saat Masuk Kantor, Tapi Pikiran Masih Minder  Ada momen ketika kamu sudah resmi kerja, duduk di meja sendiri, pakai ID card, tapi di kepala isinya cuma satu: “Gue pantas nggak sih di sini?” Lagi buka laptop, lihat rekan kerja lain keliatan sigap, sementara kamu masih mikir dua kali sebelum nanya hal sederhana. Rasanya campur aduk—antara pengin berkembang, tapi juga takut kelihatan “nggak jago”.  Rasa nggak percaya diri di dunia kerja itu ternyata super relate. Nggak cuma dialami fresh graduate, tapi juga mereka yang sudah kerja setahun-dua tahun. Bedanya, jarang yang ngomongin secara jujur.   —  Nggak Percaya Diri Itu Bukan Tanda Lemah  Banyak anak muda mikir, minder di kantor artinya kita kurang kompeten. Padahal, sering kali itu cuma tanda kalau kita lagi berada di fase belajar. Dunia kerja memang beda banget sama dunia kampus atau teori.  Di awal, wajar kalau overthinking. Takut salah, takut dinilai nggak becus, takut bikin kecewa atasan. Apalagi kalau lingkungan kerjanya keliatan “dewasa banget”, sementara kita masih ngerasa anak magang yang nyasar.   —  Contoh Kecil yang Sering Terjadi  Misalnya gini. Lagi meeting, ide sudah muter di kepala, tapi pas mau ngomong malah ragu. Takut idenya dianggap receh. Akhirnya diam, dan beberapa menit kemudian, orang lain nyampein ide mirip—dan dipuji.  Atau saat dikasih tugas, kamu langsung mikir, “Kok gue ya?” bukan “Oh, gue dipercaya.” Dari luar kelihatan biasa aja, tapi di dalam hati rasanya capek sendiri.   —  Media Sosial Bikin Rasa Minder Makin Nempel  Scroll media sosial dikit, eh isinya pencapaian orang. Ada yang naik jabatan, ada yang pamer kerja di perusahaan keren, ada juga yang keliatan selalu pede dan produktif.  Tanpa sadar, kita mulai ngebandingin proses sendiri dengan highlight hidup orang lain. Padahal yang ditampilin itu versi rapi, bukan realita lengkapnya. Nggak ada yang upload momen nangis di toilet kantor atau bengong karena bingung kerjaan.   —  Pelan-Pelan Belajar Berdamai  Nggak percaya diri itu nggak harus dilawan pakai kalimat motivasi keras. Kadang cukup diterima dulu. “Oh, gue lagi minder ya. Wajar sih.”  Dari situ, kamu bisa mulai langkah kecil. Tanya kalau nggak paham. Catat hal-hal yang sudah kamu pelajari, sekecil apa pun. Karena sering kali kita lupa, ternyata sudah jalan cukup jauh.  Kalau lagi capek mental, rehat sebentar juga nggak apa-apa. Healing kecil-kecilan, recharge mood, lalu lanjut lagi. Dunia kerja bukan lomba siapa paling kuat, tapi siapa yang bisa bertahan dengan sehat.   —  Semua Orang Pernah Jadi Pemula  Insight penting yang sering kita lupakan: semua orang yang sekarang keliatan jago, pernah ada di posisi bingung juga. Mereka juga pernah salah, ditegur, bahkan ngerasa nggak cocok.  Bedanya, mereka tetap jalan. Bukan karena nggak takut, tapi karena tetap melangkah walau takut. Capek tapi jalan itu nyata banget di dunia kerja.   —  Percaya Diri Itu Dibangun, Bukan Datang Instan  Rasa percaya diri nggak muncul tiba-tiba. Ia tumbuh dari pengalaman, kesalahan, dan proses yang kadang bikin malu sendiri. Jadi kalau sekarang kamu masih ragu-ragu, itu bukan kegagalan—itu bagian dari perjalanan.  Pelan-pelan aja. Hari ini berani nanya, besok berani ngasih pendapat, lusa mungkin sudah lebih santai. Nggak harus langsung jadi versi paling pede dari diri kamu.   —  Penutup: Kamu Nggak Sendirian  Kalau kamu lagi kerja sambil ngerasa “kok gue gini-gini aja ya”, tarik napas dulu. Banyak anak muda di luar sana ngerasain hal yang sama, cuma sama-sama diam.  Rasa nggak percaya diri bukan musuh, tapi sinyal kalau kamu lagi bertumbuh. Selama kamu mau belajar dan tetap jalan, kamu nggak tertinggal. Kamu cuma lagi di prosesmu sendiri. Dan itu nggak apa-apa.   —  Tag: #DuniaKerja #AnakMudaKerja #QuarterLife #NggakPercayaDiri #LifestyleGenZ  Foto Ilustrasi (Rekomendasi): Seorang anak muda duduk di meja kerja sederhana dengan laptop terbuka, ekspresi wajah tenang tapi sedikit ragu. Cahaya pagi masuk dari jendela, suasana kantor atau kamar kerja terasa sunyi dan reflektif. Ilustrasi ini menggambarkan momen diam-diam saat seseorang berusaha percaya pada dirinya sendiri di tengah dunia kerja.

Dunia Kerja dan Rasa Nggak Percaya Diri — Saat Masuk Kantor, Tapi Pikiran Masih Minder Ada momen ketika kamu sudah resmi kerja, duduk di meja sendiri, pakai ID card, tapi di kepala isinya cuma satu: “Gue pantas nggak sih di sini?” Lagi buka laptop, lihat rekan kerja lain keliatan sigap, sementara kamu masih mikir dua kali sebelum nanya hal sederhana. Rasanya campur aduk—antara pengin berkembang, tapi juga takut kelihatan “nggak jago”. Rasa nggak percaya diri di dunia kerja itu ternyata super relate. Nggak cuma dialami fresh graduate, tapi juga mereka yang sudah kerja setahun-dua tahun. Bedanya, jarang yang ngomongin secara jujur. — Nggak Percaya Diri Itu Bukan Tanda Lemah Banyak anak muda mikir, minder di kantor artinya kita kurang kompeten. Padahal, sering kali itu cuma tanda kalau kita lagi berada di fase belajar. Dunia kerja memang beda banget sama dunia kampus atau teori. Di awal, wajar kalau overthinking. Takut salah, takut dinilai nggak becus, takut bikin kecewa atasan. Apalagi kalau lingkungan kerjanya keliatan “dewasa banget”, sementara kita masih ngerasa anak magang yang nyasar. — Contoh Kecil yang Sering Terjadi Misalnya gini. Lagi meeting, ide sudah muter di kepala, tapi pas mau ngomong malah ragu. Takut idenya dianggap receh. Akhirnya diam, dan beberapa menit kemudian, orang lain nyampein ide mirip—dan dipuji. Atau saat dikasih tugas, kamu langsung mikir, “Kok gue ya?” bukan “Oh, gue dipercaya.” Dari luar kelihatan biasa aja, tapi di dalam hati rasanya capek sendiri. — Media Sosial Bikin Rasa Minder Makin Nempel Scroll media sosial dikit, eh isinya pencapaian orang. Ada yang naik jabatan, ada yang pamer kerja di perusahaan keren, ada juga yang keliatan selalu pede dan produktif. Tanpa sadar, kita mulai ngebandingin proses sendiri dengan highlight hidup orang lain. Padahal yang ditampilin itu versi rapi, bukan realita lengkapnya. Nggak ada yang upload momen nangis di toilet kantor atau bengong karena bingung kerjaan. — Pelan-Pelan Belajar Berdamai Nggak percaya diri itu nggak harus dilawan pakai kalimat motivasi keras. Kadang cukup diterima dulu. “Oh, gue lagi minder ya. Wajar sih.” Dari situ, kamu bisa mulai langkah kecil. Tanya kalau nggak paham. Catat hal-hal yang sudah kamu pelajari, sekecil apa pun. Karena sering kali kita lupa, ternyata sudah jalan cukup jauh. Kalau lagi capek mental, rehat sebentar juga nggak apa-apa. Healing kecil-kecilan, recharge mood, lalu lanjut lagi. Dunia kerja bukan lomba siapa paling kuat, tapi siapa yang bisa bertahan dengan sehat. — Semua Orang Pernah Jadi Pemula Insight penting yang sering kita lupakan: semua orang yang sekarang keliatan jago, pernah ada di posisi bingung juga. Mereka juga pernah salah, ditegur, bahkan ngerasa nggak cocok. Bedanya, mereka tetap jalan. Bukan karena nggak takut, tapi karena tetap melangkah walau takut. Capek tapi jalan itu nyata banget di dunia kerja. — Percaya Diri Itu Dibangun, Bukan Datang Instan Rasa percaya diri nggak muncul tiba-tiba. Ia tumbuh dari pengalaman, kesalahan, dan proses yang kadang bikin malu sendiri. Jadi kalau sekarang kamu masih ragu-ragu, itu bukan kegagalan—itu bagian dari perjalanan. Pelan-pelan aja. Hari ini berani nanya, besok berani ngasih pendapat, lusa mungkin sudah lebih santai. Nggak harus langsung jadi versi paling pede dari diri kamu. — Penutup: Kamu Nggak Sendirian Kalau kamu lagi kerja sambil ngerasa “kok gue gini-gini aja ya”, tarik napas dulu. Banyak anak muda di luar sana ngerasain hal yang sama, cuma sama-sama diam. Rasa nggak percaya diri bukan musuh, tapi sinyal kalau kamu lagi bertumbuh. Selama kamu mau belajar dan tetap jalan, kamu nggak tertinggal. Kamu cuma lagi di prosesmu sendiri. Dan itu nggak apa-apa. — Tag: #DuniaKerja #AnakMudaKerja #QuarterLife #NggakPercayaDiri #LifestyleGenZ Foto Ilustrasi (Rekomendasi): Seorang anak muda duduk di meja kerja sederhana dengan laptop terbuka, ekspresi wajah tenang tapi sedikit ragu. Cahaya pagi masuk dari jendela, suasana kantor atau kamar kerja terasa sunyi dan reflektif. Ilustrasi ini menggambarkan momen diam-diam saat seseorang berusaha percaya pada dirinya sendiri di tengah dunia kerja.

March 22, 2026

Categories

  • Berita & Tren
  • Gaya Hidup & Hiburan
  • Hobi & Komunitas
  • Karier & Pengembangan Diri
  • Kesehatan & Wellness
  • Keuangan & Investasi
  • Teknologi & Digital
  • Uncategorized

Don't miss it

Lamtim Disebut “Bangkrut”: PAD dari Kekayaan Daerah Cuma Rp3 Miliar, Belanja Pegawai Tembus Rp895 Miliar
Berita & Tren

Lamtim Disebut “Bangkrut”: PAD dari Kekayaan Daerah Cuma Rp3 Miliar, Belanja Pegawai Tembus Rp895 Miliar

August 7, 2026
Dari Waktu hingga Kehilangan, “Puisi 68” Membuka Ruang Renungan Baru Karya Isbedy Stiawan ZS
Berita & Tren

Dari Waktu hingga Kehilangan, “Puisi 68” Membuka Ruang Renungan Baru Karya Isbedy Stiawan ZS

August 6, 2026
Wabup Agus Suranto Lantik Sekretaris Disdukcapil, Auditor dan Guru, Dorong Pelayanan Publik Makin Cepat dan Humanis
Berita & Tren

Wabup Agus Suranto Lantik Sekretaris Disdukcapil, Auditor dan Guru, Dorong Pelayanan Publik Makin Cepat dan Humanis

August 6, 2026
Di Tengah Kasus Mafia Tanah, Way Kanan Malah Rogoh Rp915,6 Miliar Buat Belanja ASN dan DPRD, Warga Masih Keluhkan Jalan Rusak
Berita & Tren

Di Tengah Kasus Mafia Tanah, Way Kanan Malah Rogoh Rp915,6 Miliar Buat Belanja ASN dan DPRD, Warga Masih Keluhkan Jalan Rusak

August 6, 2026
UTB Gercep Gandeng Pemkab Pesisir Barat, Kolaborasi Ini Siap Bikin Daerah Makin Maju!
Berita & Tren

UTB Gercep Gandeng Pemkab Pesisir Barat, Kolaborasi Ini Siap Bikin Daerah Makin Maju!

August 6, 2026
Terbongkar! Dugaan Penipuan Proyek Rumah Sakit Unila, Korban Setor Rp400 Juta
Berita & Tren

Terbongkar! Dugaan Penipuan Proyek Rumah Sakit Unila, Korban Setor Rp400 Juta

August 5, 2026
Muda Belia

Media online yang dibuat khusus buat anak muda yang pengen tetap update, berkembang, dan terinspirasi!

Categories

  • Berita & Tren
  • Gaya Hidup & Hiburan
  • Hobi & Komunitas
  • Karier & Pengembangan Diri
  • Kesehatan & Wellness
  • Keuangan & Investasi
  • Teknologi & Digital
  • Uncategorized

Browse by Tag

anak muda AnakMuda AnakMudaProduktif AntiBokek AturDuit Bandar Lampung ContentCreator CuanMaksimal DPRD Bandar Lampung DuniaKerja Eva Dwiana FinancialFreedom FinancialGoals GenAlpha generasi alpha generasi z GenZ GenZFinance GenZMoney GenZStyle GenZTech GenZWellness investasi KerjaCerdas Keuangan KeuanganAnakMuda KeuanganSehat Lampung LevelUp lifestyleanakmuda MentalHealth MentalHealthMatters MindfulLiving PassiveIncome PersonalBranding SelfCare SideHustle SmartMoney SmartSpending SMA Siger Tips Trik WorkFromAnywhere WorkLifeBalance WorkSmart

Recent News

Lamtim Disebut “Bangkrut”: PAD dari Kekayaan Daerah Cuma Rp3 Miliar, Belanja Pegawai Tembus Rp895 Miliar

Lamtim Disebut “Bangkrut”: PAD dari Kekayaan Daerah Cuma Rp3 Miliar, Belanja Pegawai Tembus Rp895 Miliar

August 7, 2026
Dari Waktu hingga Kehilangan, “Puisi 68” Membuka Ruang Renungan Baru Karya Isbedy Stiawan ZS

Dari Waktu hingga Kehilangan, “Puisi 68” Membuka Ruang Renungan Baru Karya Isbedy Stiawan ZS

August 6, 2026

© 2025 Mudabelia.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
  • Karier
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Teknologi

© 2025 Mudabelia.com