Daftar Isi
- You might also like
- Kasus dr. Ratna Jadi Sorotan, IDI Probolinggo: Dokter Jangan Sampai Takut Menolong Pasien
- Sastra Populis dan Politik Afektif dalam Karya Muhammad Alfariezie
- Purnama Wulan Sari Kampanyekan Budaya Membaca, Pejabat Perpusda Ungkap Realita Anggaran
- Terungkap Saat Hearing DPRD
- Cerita Pilu dari Puskesmas
- Detail Masih Minim, Publik Bertanya
- Efek Domino Judi Online
- Menunggu Klarifikasi dan Evaluasi
MUDA BELIA- Kisah pilu datang dari Kota Bandar Lampung. Seorang anak penyandang Down Syndrome dilaporkan meninggal dunia setelah diduga tidak mendapatkan layanan kesehatan secara maksimal. Fakta yang bikin publik terhenyak, Kartu Indonesia Sehat (KIS) milik keluarganya ternyata sudah dinonaktifkan karena ada anggota keluarga yang terafiliasi dengan praktik judi online.
Peristiwa ini langsung memantik diskusi luas soal dampak kebijakan bantuan sosial, terutama ketika yang terdampak justru anak dan kelompok rentan.
Terungkap Saat Hearing DPRD
Kasus ini mencuat ke ruang publik setelah diungkapkan Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Santi Sundari, dalam forum hearing bersama Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, Selasa, 13 Januari 2026. Hearing tersebut membahas usulan penambahan kuota penerima KIS agar Bandar Lampung tidak tertinggal dibanding daerah lain di Provinsi Lampung.
Dalam forum itu, Santi menyatakan sejalan dengan dorongan Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, Asroni Paslah, yang meminta perluasan akses jaminan kesehatan bagi masyarakat.
Cerita Pilu dari Puskesmas
Santi kemudian membagikan pengalaman yang ia temui langsung saat melakukan pembinaan di fasilitas layanan kesehatan.
“Soal KIS saya setuju. Jadi ada cerita di Puskesmas Kampung Sawah, kebetulan saya pembinanya. Ada anak Down Syndrome yang meninggal dunia. Layanan kesehatannya tidak bisa tercover karena KIS keluarganya dinonaktifkan pemerintah akibat ada anggota keluarga yang terafiliasi judi online,” ujar Santi di hadapan anggota DPRD.
Cerita ini sontak membuat forum hearing terdiam. Pasalnya, anak tersebut termasuk kelompok yang sangat bergantung pada layanan kesehatan berkelanjutan.
Detail Masih Minim, Publik Bertanya
Meski demikian, hingga kini belum ada penjelasan detail soal kapan tepatnya peristiwa itu terjadi dan layanan medis apa saja yang gagal diakses karena status KIS nonaktif. Minimnya informasi ini memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat.
Publik juga mulai mempertanyakan apakah kebijakan penonaktifan bantuan sosial sudah mempertimbangkan perlindungan khusus bagi anak, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya.
Efek Domino Judi Online
Kasus ini kembali menunjukkan bahwa dampak judi online tidak berhenti pada pelaku. Perilaku tersebut bisa menyeret orang-orang terdekat, termasuk anak-anak, ke dalam situasi yang jauh lebih berat.
Dalam konteks ini, hak dasar atas layanan kesehatan yang seharusnya dijamin negara justru ikut terancam. Anak yang tidak terlibat apa pun akhirnya menanggung konsekuensi dari keputusan orang dewasa di sekitarnya.
Menunggu Klarifikasi dan Evaluasi
Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya mengonfirmasi lebih lanjut kepada Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung terkait kronologi lengkap kasus tersebut. Klarifikasi juga dibutuhkan untuk memahami mekanisme evaluasi pemerintah pusat dalam menonaktifkan KIS akibat keterkaitan dengan judi online.
Kasus ini memunculkan harapan agar kebijakan bantuan sosial ke depan tidak hanya tegas, tetapi juga lebih manusiawi, dengan memastikan anak, perempuan, dan penyandang disabilitas tetap terlindungi.***












