• Tentang Kami
Thursday, June 25, 2026
Muda Belia
  • Home
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
  • Karier
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Teknologi
No Result
View All Result
Muda Belia
  • Home
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
  • Karier
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Teknologi
No Result
View All Result
Muda Belia
No Result
View All Result
Home Berita & Tren

Sastra Populis dan Politik Afektif dalam Karya Muhammad Alfariezie

Melda by Melda
June 25, 2026
in Berita & Tren

Daftar Isi

  • You might also like
  • Purnama Wulan Sari Kampanyekan Budaya Membaca, Pejabat Perpusda Ungkap Realita Anggaran
  • “Tak Ada Tuan Rumah yang Berunding dengan Maling” — Prabowo Pamungkas Semprot Keras Hasil Rakor BPN dan Pemkab Lamtim
  • Proyek Infrastruktur hingga Gedung Kesehatan, Siapa Aktor di Balik Tender Way Kanan?

MUDA BELIA- Karya-karya puisi Muhammad Alfariezie dekat dengan postcritical theory dan public humanities yang berkembang kuat pada dekade 2020-an melalui pemikiran Rita Felski.

Membaca puisinya dari pendekatan teori tersebut, karya-karya di bawah ini menarik karena tidak berusaha menyembunyikan posisi ideologis penyair di balik metafora yang rumit.

You might also like

Purnama Wulan Sari Kampanyekan Budaya Membaca, Pejabat Perpusda Ungkap Realita Anggaran

“Tak Ada Tuan Rumah yang Berunding dengan Maling” — Prabowo Pamungkas Semprot Keras Hasil Rakor BPN dan Pemkab Lamtim

Proyek Infrastruktur hingga Gedung Kesehatan, Siapa Aktor di Balik Tender Way Kanan?

Dalam kerangka Felski, sastra tidak hanya dibaca sebagai objek yang harus dicurigai (hermeneutics of suspicion), melainkan sebagai medium keterikatan sosial dan afektif.

Puisi Telur Dadar di depan Kipas Tua memperlihatkan etika keseharian kelas pekerja yang menemukan makna hidup dalam keluarga, bukan dalam konsumsi maupun kekuasaan.

Sementara Raja Gerbang Sumatera mengubah nasib harimau menjadi kritik ekologis terhadap kerusakan lanskap dan hilangnya habitat.

Kedua puisi tersebut menunjukkan apa yang oleh Bruno Latour disebut sebagai jejaring manusia dan nonmanusia, ketika pengemudi ojol, kipas tua, hutan, sungai, dan harimau sama-sama menjadi aktor pembentuk realitas sosial.

Telur Dadar di depan Kipas Tua

Bahagia bersama anak dan istri
walau menahan kantuk sepanjang
bonceng tiga ke rumah orang tua

Yakinlah cinta sejati

Layaknya pengemudi ojol
melindungi order di hujan angin
kencang demi nasi telur dadar
untuk yang setia menunggu
di kontrakan

Bahagia dengan mereka tanpa
narkotika serta alkohol yang
semalam membuat gila

Wajib terjaga meski sejuk tidurnya
di depan kipas tua

Masabodo korupsi pemerintah,
masabodo perang Rusia-Ukraina
rebutan minyak Timur Tengah

Biar KPK, Tentara, Polisi-Jaksa dan
wakil tuhan bekerja

Usaha saja berumah tangga sesuai
amanah buku nikah

2026

Raja Gerbang Sumatera

Hutan Gerbang Sumatera berkarat
tak hanya melukai, tapi menyayat
harimau hingga terangkut ke
dalam pagar wisata hewan

Raja rimba berenang di sungai-
sungaian tanpa aliran ikan

Walaupun daging anjing dan babi
tersaji tanpa perlu ia berlari

Meski enggak mesti melawan buaya
hingga beruang atau takut amuk
pemburu kesal

Langkahnya pincang, gampang
terkapar layaknya supir tol pecah
ban meski aum ataupun aungnya
diesel menabrak telinga

2026

Wali Kota Patrick Kluivert

Ketika Coach Shin tak henti-henti
berdiri, mencatat dan berteriak
demi instruksi taktik layaknya
ranting, kembang dan daun
menahan serangan

Saat Jhon Herdman tancap gas
berupaya tepat mengangkut
punggawa eropa dan produk
liga satu paling istimewa demi
Garuda menukik dari ketinggian
kemudian jeli memangsa di bahaya
samudera

Pada saat ketika itu juga wali kota
bahagia dengan Polda dan Jaksa
tapi terhadap kita pemilihnya

Layaknya Patrick Kluivert yang
sekadar berkeliling stadion menyapa
pembeli tiket pun

Enggan

Langsung pulang usai buang-buang
anggaran, mengubur impian

2026

Kebijakan Main Lego di Awan

Ke mana dokter dan suster Rumah
Sakit Jiwa ketika supir ambulan abai
terhadap Wali kota yang mengaku
cantik dan awet muda tapi
faktanya pohon kuburan hanya
batang dan ranting

Wanita berjilbab dengan androk
sejengkal di atas dengkul itu bilang,
“Awan menyimpan penyucian hujan
sebagai lahan terbaik membangun
taman anak-anak

Ingin dimodalkannya tiket gratis
menyusun lego di sana dan bapak-
ibu hingga buyut renta mendampingi
dengan modal menanam bunga

Dijanjikannya hidup senang tanpa
harus bekerja karena dekat sumber
air dan dan cahaya

Apakah dokter dan suster itu tidak
tahu, saat ini hanya supir ambulan
yang benar-benar juru selamat
warga tersandera segala pihak
yang memegang kendali pemakzulan-
pidana

Tolong dokter dan suster rumah sakit
jiwa, jangan ikut gerbong orang gila
maka carilah kami selagi bisa

2026

Kejati Jangan Seperti Sapi

Mereka berhutang budi, tapi
bukan terhadap wali kota yang
terus-terusan asyik sendiri
tanpa sejenak berkenan
memahami dan tunduk regulasi

Yang Kejati pikul beban hibah
penekan anggaran stunting
warga miskin, menekan angan-
angan menteri dan presiden

Hutang budi mereka kepada
suatu negeri bukan kepada
perempuan sering berkelakar
di atas korban tersambar nasib
yang hambar

Hutang budi Kejati bukan
kepadanya yang menurut ketua
komisi tak pernah membaca
apalagi memahami konstitusi

Jadi tangkap wali kota enggak
tahu malu

Ingat! Pembangunan gedung
barumu sumbernya pajak dan
retribusi rakyat

Kulitnya legam dan hanya makan
nasi garam supaya terbilang setia
kepada republik layaknya Totti
dan Phillip Lahm

Hutang budi kepadanya, tidak ada
karena suplay hibah itu sungguh
— musykil dia kocek uang pribadi
meski menjabat dua periode dari
estafet suami

Tangkap segera gelandang tanpa
bayang terlindas kencang kontainer
muat berton-ton barang

Seret pengorban anak miskin
demi ambisi dinasti

Tangkap kepelitan itu agar enggak
sampai membangun hotel pribadi
di atas perih guru yang pensiunannya
lenyap karena saudari kembarnya
makin happy dihadiahi Ketua PGRI

Kejati, tak punya hutang budi
maka jangan seperti sapi

2026

Kekuatan utama penyair terletak pada kemampuannya mengangkat pengalaman rakyat kecil dan krisis lingkungan melalui bahasa yang lugas, meskipun pada beberapa bagian kecenderungan sloganistik membuat kompleksitas artistik sesekali tergeser oleh dorongan argumentatif.

Melalui perspektif affective politics dan teori populisme budaya kontemporer yang banyak dikembangkan oleh Chantal Mouffe, puisi Wali Kota Patrick Kluivert, Kebijakan Main Lego di Awan, dan Kejati Jangan Seperti Sapi  dapat dibaca sebagai sastra yang sengaja membangun antagonisme antara rakyat dan elite kekuasaan.

Penyair menghadirkan figur wali kota, aparat hukum, tenaga kesehatan, hingga tokoh sepak bola sebagai simbol pertarungan moral dalam ruang publik.

Strategi estetiknya tidak bertumpu pada ambiguitas seperti puisi liris modernis, melainkan pada satir, ironi, hiperbola, dan kemarahan yang terbuka.

Dalam konteks teori sastra politik mutakhir, karya-karya ini memperlihatkan transformasi puisi menjadi arena partisipasi warga yang berfungsi sebagai pengawasan sosial terhadap kekuasaan.

Namun secara kritik sastra, keberpihakan yang sangat eksplisit berisiko mengurangi ruang tafsir pembaca karena tokoh-tokoh sudah diarahkan menuju posisi moral tertentu.

Dengan demikian, kumpulan puisi ini memiliki nilai penting sebagai dokumentasi emosi publik dan kritik sosial-ekologis era 2026, sekaligus menunjukkan ketegangan klasik antara fungsi estetik sastra dan fungsi advokasi politiknya.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: BrunoLatourKritikSastraMuhammadAlfarieziePublicHumanitiesPuisiIndonesiaRitaFelskiSastraIndonesia
Previous Post

Purnama Wulan Sari Kampanyekan Budaya Membaca, Pejabat Perpusda Ungkap Realita Anggaran

Related Posts

Purnama Wulan Sari Kampanyekan Budaya Membaca, Pejabat Perpusda Ungkap Realita Anggaran
Berita & Tren

Purnama Wulan Sari Kampanyekan Budaya Membaca, Pejabat Perpusda Ungkap Realita Anggaran

by Melda
June 25, 2026
“Tak Ada Tuan Rumah yang Berunding dengan Maling” — Prabowo Pamungkas Semprot Keras Hasil Rakor BPN dan Pemkab Lamtim
Berita & Tren

“Tak Ada Tuan Rumah yang Berunding dengan Maling” — Prabowo Pamungkas Semprot Keras Hasil Rakor BPN dan Pemkab Lamtim

by Melda
June 25, 2026
Proyek Infrastruktur hingga Gedung Kesehatan, Siapa Aktor di Balik Tender Way Kanan?
Berita & Tren

Proyek Infrastruktur hingga Gedung Kesehatan, Siapa Aktor di Balik Tender Way Kanan?

by Melda
June 24, 2026
Berita & Tren

SMPN 1 Jatiagung Bantah Tudingan Pelanggaran Dana BOS 2025, Tegaskan Pengelolaan Sudah Diperiksa BPK

by Melda
June 24, 2026
SMK Swasta Se-Indonesia Kumpul di Jogja, Bahas Cara Naik Level Biar Makin Kompetitif!
Berita & Tren

SMK Swasta Se-Indonesia Kumpul di Jogja, Bahas Cara Naik Level Biar Makin Kompetitif!

by Melda
June 24, 2026

Recommended

Apakah iPhone Masih Menjadi Smartphone Terbaik?

Apakah iPhone Masih Menjadi Smartphone Terbaik?

March 14, 2025
Bisnis Local Brand yang Lagi Naik

Bisnis Local Brand yang Lagi Naik

March 24, 2026

Categories

  • Berita & Tren
  • Gaya Hidup & Hiburan
  • Hobi & Komunitas
  • Karier & Pengembangan Diri
  • Kesehatan & Wellness
  • Keuangan & Investasi
  • Teknologi & Digital
  • Uncategorized

Don't miss it

Sastra Populis dan Politik Afektif dalam Karya Muhammad Alfariezie
Berita & Tren

Sastra Populis dan Politik Afektif dalam Karya Muhammad Alfariezie

June 25, 2026
Purnama Wulan Sari Kampanyekan Budaya Membaca, Pejabat Perpusda Ungkap Realita Anggaran
Berita & Tren

Purnama Wulan Sari Kampanyekan Budaya Membaca, Pejabat Perpusda Ungkap Realita Anggaran

June 25, 2026
“Tak Ada Tuan Rumah yang Berunding dengan Maling” — Prabowo Pamungkas Semprot Keras Hasil Rakor BPN dan Pemkab Lamtim
Berita & Tren

“Tak Ada Tuan Rumah yang Berunding dengan Maling” — Prabowo Pamungkas Semprot Keras Hasil Rakor BPN dan Pemkab Lamtim

June 25, 2026
Proyek Infrastruktur hingga Gedung Kesehatan, Siapa Aktor di Balik Tender Way Kanan?
Berita & Tren

Proyek Infrastruktur hingga Gedung Kesehatan, Siapa Aktor di Balik Tender Way Kanan?

June 24, 2026
Berita & Tren

SMPN 1 Jatiagung Bantah Tudingan Pelanggaran Dana BOS 2025, Tegaskan Pengelolaan Sudah Diperiksa BPK

June 24, 2026
SMK Swasta Se-Indonesia Kumpul di Jogja, Bahas Cara Naik Level Biar Makin Kompetitif!
Berita & Tren

SMK Swasta Se-Indonesia Kumpul di Jogja, Bahas Cara Naik Level Biar Makin Kompetitif!

June 24, 2026
Muda Belia

Media online yang dibuat khusus buat anak muda yang pengen tetap update, berkembang, dan terinspirasi!

Categories

  • Berita & Tren
  • Gaya Hidup & Hiburan
  • Hobi & Komunitas
  • Karier & Pengembangan Diri
  • Kesehatan & Wellness
  • Keuangan & Investasi
  • Teknologi & Digital
  • Uncategorized

Browse by Tag

anak muda AnakMuda AnakMudaProduktif AntiBokek AturDuit Bandar Lampung ContentCreator CuanMaksimal DPRD Bandar Lampung DuniaKerja Eva Dwiana FinancialFreedom FinancialGoals GenAlpha generasi alpha generasi z GenZ GenZFinance GenZMoney GenZStyle GenZTech GenZWellness investasi KerjaCerdas Keuangan KeuanganAnakMuda KeuanganSehat Lampung LevelUp lifestyleanakmuda MentalHealth MentalHealthMatters MindfulLiving PassiveIncome PersonalBranding SelfCare SideHustle SmartMoney SmartSpending SMA Siger Tips Trik WorkFromAnywhere WorkLifeBalance WorkSmart

Recent News

Sastra Populis dan Politik Afektif dalam Karya Muhammad Alfariezie

Sastra Populis dan Politik Afektif dalam Karya Muhammad Alfariezie

June 25, 2026
Purnama Wulan Sari Kampanyekan Budaya Membaca, Pejabat Perpusda Ungkap Realita Anggaran

Purnama Wulan Sari Kampanyekan Budaya Membaca, Pejabat Perpusda Ungkap Realita Anggaran

June 25, 2026

© 2025 Mudabelia.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
  • Karier
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Teknologi

© 2025 Mudabelia.com