Daftar Isi
- You might also like
- Ketika Ruang Sidang Mendadak Hening: Permohonan Budi Kurniawan untuk Nasib Karyawan PT LEB
- Pengajuan Justice Collaborator Sony Sanjaya Dinilai Bisa Jadi Kunci Bongkar Dugaan Korupsi MBG
- Heri Wardoyo Minta Dibebaskan di Kasus PI 10 Persen: “Saya Hanya Ingin Pulang dan Berkumpul dengan Keluarga”
MUDA BELIA– Skandal baru di dunia pendidikan Lampung bikin heboh netizen! Kali ini sorotan jatuh ke SMA swasta Siger yang kabarnya bakal pakai dana APBD Pemkot Bandar Lampung untuk operasionalnya. Tapi yang bikin geleng-geleng kepala, sekolah ini buka pendaftaran murid baru tanpa izin resmi sama sekali.
Jadi begini ceritanya, yayasan pengelola SMA Siger ini ketuanya mantan Plt Sekda Pemkot Bandar Lampung, sementara ketua pembinanya adalah saudara kembar dari sosok yang dijuluki “The Killer Policy”. Fakta legalnya baru muncul dari akte notaris yayasan yang diterbitkan tanggal 31 Juli 2025 dengan nomor akta 14, hasil akses redaksi ke Kemenkumham pada 29 Oktober 2025.
Nah, yang bikin netizen makin panas, pendaftaran murid baru udah jalan dari tanggal 9-10 Juli 2025. Jadi logikanya, pendaftaran dilakukan sebelum yayasan resmi berdiri. Sementara lokasi sekolah “numpang” di SMP Negeri 38 dan SMP Negeri 44 Bandar Lampung, yang artinya pakai aset negara dan dana APBD. Bayangin, masa depan murid dan aset negara dipertaruhkan begitu aja!
Netizen langsung ramai di media sosial, banyak yang nanya: apakah ini wajar? Apakah kebijakan pendidikan di bawah Wali Kota Eva Dwiana bisa disebut “liar” karena nggak ngikutin aturan yang ada? Misalnya, UU Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003 yang jelas-jelas harus diikuti semua lembaga pendidikan.
Para pengamat pendidikan dan hukum juga mulai angkat suara. Mereka menyoroti potensi pelanggaran aturan dan risiko penyalahgunaan APBD untuk lembaga yang belum punya izin resmi. Bahkan beberapa warganet sampai bikin meme “Sekolah Tanpa Izin” karena saking absurdnya kasus ini.
Polemik SMA Swasta Siger ini bukan cuma soal legalitas, tapi juga soal transparansi pemerintah dan bagaimana anak muda di Bandar Lampung harus siap-siap jadi korban kebijakan yang ngawur. Netizen menuntut klarifikasi cepat dari Pemkot Bandar Lampung dan berharap ada tindakan nyata supaya kasus serupa nggak kejadian lagi.
Jadi, buat para orang tua dan calon murid, jangan sampai kebingungan karena pendaftaran yang nggak jelas ini. Pantau terus perkembangan kasus ini karena skandal pendidikan ini bisa jadi headline besar di Lampung!***













