Daftar Isi
Resmi! Polda Lampung Gercep Tangani Kasus SMA Siger, Ada Apa Sih?
Bandar Lampung, 26 November 2025 – Bro sis, baru-baru ini Polda Lampung resmi nge-accept laporan dari penggiat kebijakan publik Abdullah Sani soal dugaan ilegal dalam operasional SMA Siger Bandar Lampung. Laporannya masuk ke Unit 3 Subdit 4 Tipidter, dan sekarang lagi ditindaklanjuti supaya terang benderang apakah ada pelanggaran UU Sisdiknas.
Abdullah Sani bilang kalau SMA Siger ini “katanya” ilegal banget, soalnya pakai fasilitas bangunan dan tanah milik negara. Padahal, satuan pendidikan yang dijalankan yayasan harusnya pakai fasilitas yayasan sendiri, sesuai aturan yang berlaku. “Ini anomali banget sih. Gimana bisa fasilitas negara dipakai buat yayasan?” ujarnya sambil geleng-geleng kepala.
Ia juga ngerasa lega, soalnya setelah sebulan ngecek data, kumpulin dokumen bukti yang valid, akhirnya laporan diterima sama kepolisian. Surat-suratnya resmi loh:
SP.Lidik/509.a/Subdit-IV/2025/Reskrimsus, Tanggal 31 Oktober 2025
SMP.Lidik/509.a/X/Subdit-IV/2025/Reskrimsus, Tanggal November 2025
FYI, kalau terbukti melanggar perizinan pendidikan sesuai UU Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003, sanksinya nggak main-main: maksimal 10 tahun penjara dan denda miliaran rupiah.
Dari info lapangan, SMA Siger ternyata numpang di SMP Negeri 44 Bandar Lampung buat operasionalnya. Banner yang terpajang juga nunjukin kalau sekolah ini tanggung jawab Yayasan Siger Prakarsan Bunda.
Nah, yang bikin netizen kepo, dari dokumen Kemenkumham, pemilik yayasan ini nggak cuma orang biasa, tapi ada nama-nama pejabat juga: Plt Kadisdikbud Bandar Lampung Eka Afriana, mantan Plt Sekda Khaidarmansyah, Plt Kasubag Aset & Keuangan Disdikbud Satria Utama, plus Didi Agus Bianto dan Suwandi Umar. Ya ampun, cukup bikin banyak orang penasaran kan soal keterlibatan pejabat publik ini?
Sekarang kasus ini lagi ditangani Unit 3 Subdit 4 Tipidter Polda Lampung, dan masyarakat berharap penyelidikan ini bisa ngasih jawaban jelas soal legalitas SMA Siger dan siapa aja yang harus bertanggung jawab. Stay tuned guys, karena kasus pendidikan ini lagi hot banget dan bisa jadi turning point buat perizinan sekolah-sekolah yayasan di Lampung.***













