Daftar Isi
MUDA BELIA- Badan Kehormatan (BK) DPRD Bandar Lampung bakal memanggil Heti Friskatati untuk klarifikasi dugaan pelanggaran etik yang dilaporkan Deni Kurniawan. Langkah ini penting karena menyangkut transparansi pejabat publik dan jalannya proyek pendidikan di kota, yang dampaknya langsung ke masyarakat.
Kabar pemanggilan ini ramai diberitakan media lokal sejak Senin, 5 Januari 2026. BK DPRD punya wewenang memberi rekomendasi, termasuk kemungkinan pemberhentian Heti dari kepengurusan alat kelengkapan dewan atau komisi jika dugaan pelanggaran terbukti. Hal ini menekankan peran pengawasan internal DPRD terhadap etika anggota dewan.
Heti Friskatati dilaporkan pada 24 Desember 2025 terkait dugaan penyalahgunaan wewenang, intervensi jabatan, serta keterlibatan proyek revitalisasi sekolah di Bandar Lampung. Kasus ini kembali menyoroti SMA Swasta Siger, yang sempat ramai karena disebut-sebut berencana memakai aliran dana pemerintah, padahal pada 2025 sekolah itu belum punya izin resmi dari Disdikbud maupun DPMPTSP Provinsi Lampung.
Saat dimintai konfirmasi, Heti mengarahkan tim liputan ke Ketua Komisi 4 DPRD, tempatnya menjabat sebagai wakil rakyat. Setelah itu, pihak Heti tidak merespons pesan terkait penyelenggaraan SMA Swasta Siger. Situasi ini menunjukkan tantangan akses informasi publik dan pentingnya keterbukaan dalam pengelolaan proyek pendidikan.
DPRD diharapkan lebih responsif terhadap isu keterbukaan informasi publik, sesuai UU No. 14 Tahun 2008. Transparansi bukan cuma soal prosedur, tapi menyangkut demokrasi pembangunan yang langsung memengaruhi masyarakat, terutama akses dan kualitas pendidikan. Keterlambatan atau ketidakjelasan informasi bisa menimbulkan kebingungan dan menurunkan kepercayaan publik.
Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih membuka ruang klarifikasi dari pihak Heti Friskatati. Respon lanjutan akan dipublikasikan begitu konfirmasi diterima. Ke depan, penguatan mekanisme pengawasan DPRD dan akses informasi publik menjadi langkah penting agar pejabat publik bisa bekerja lebih akuntabel dan kredibel.***


















