• Tentang Kami
Thursday, October 29, 2026
Muda Belia
  • Home
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
  • Karier
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Teknologi
No Result
View All Result
Muda Belia
  • Home
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
  • Karier
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Teknologi
No Result
View All Result
Muda Belia
No Result
View All Result
Home Berita & Tren

Heboh Isu Kebun Masyarakat 20 Persen Dihapus! Laskar Lampung Bongkar Fakta Hukumnya

Melda by Melda
June 4, 2026
in Berita & Tren

Daftar Isi

  • You might also like
  • Dr. Budiono Raih 22 Suara Senat, Persaingan Kursi Rektor Unila Makin Jadi Sorotan
  • Dr. Budiono Bidik Aset Strategis Unila, Tegas: Jangan Sampai Mahasiswa Putus Kuliah Gara-Gara UKT!
  • Baru 3 Tahun Belajar Silat, Sultoni Murid SMK Samudera Langsung Gaspol Raih Medali Emas!

MUDA BELIA- Sekretaris Jenderal Laskar Lampung, Panji Padang Ratu, S.H., menyayangkan berkembangnya persepsi di masyarakat yang menyebut bahwa tidak ada lagi kewajiban alokasi 20% kebun masyarakat hanya karena izin usaha PT Perkebunan Nusantara IV (REGIONAL VII) Unit Kerja Kelapa Sawit (UKKS) Padangratu diterbitkan setelah 2 November 2020.

Menurut Panji, perusahaan perkebunan pemegang Izin Usaha Perkebunan (IUP) tetap wajib memfasilitasi pembangunan kebun masyarakat sekitar paling sedikit 20% dari total luas areal kebun yang diusahakan. Kewajiban tersebut harus dipenuhi paling lambat tiga tahun sejak Hak Guna Usaha (HGU) diberikan, sebagaimana diatur secara eksplisit dalam Pasal 25 ayat (1) huruf i Peraturan Menteri Pertanian Nomor 45 Tahun 2019.

You might also like

Dr. Budiono Raih 22 Suara Senat, Persaingan Kursi Rektor Unila Makin Jadi Sorotan

Dr. Budiono Bidik Aset Strategis Unila, Tegas: Jangan Sampai Mahasiswa Putus Kuliah Gara-Gara UKT!

Baru 3 Tahun Belajar Silat, Sultoni Murid SMK Samudera Langsung Gaspol Raih Medali Emas!

Ia menjelaskan, regulasi tersebut menegaskan bahwa setelah memiliki Izin Usaha yang berlaku efektif, perusahaan perkebunan wajib memenuhi berbagai kewajiban, salah satunya memfasilitasi pembangunan kebun masyarakat sekitar minimal 20%.
“Kewajiban 20% ini tidak dibatasi oleh tanggal 2 November 2020. Permentan 45 Tahun 2019 mulai berlaku sejak 21 Oktober 2019 dan hingga kini tetap berlaku efektif. Dengan demikian, seluruh IUP yang terbit setelah tanggal tersebut, termasuk setelah 2 November 2020, tetap tunduk pada Pasal 25 ayat (1) huruf i Permentan 45/2019 sepanjang jenis dan skema perizinannya berada dalam lingkup perizinan berusaha terintegrasi elektronik di bidang pertanian,” ujar Panji.

Lebih lanjut, Panji menyampaikan bahwa Surat Edaran Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Nomor 11/SE-HK.02.02/VIII/2020 juga menegaskan bahwa fasilitasi pembangunan kebun masyarakat merupakan salah satu kewajiban pemegang HGU sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri ATR/BPN Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pengaturan dan Tata Cara Penetapan HGU.

Surat edaran tersebut menegaskan bahwa pemohon atau pemegang HGU berbentuk perseroan terbatas dengan luas 250 hektare atau lebih wajib memfasilitasi pembangunan kebun masyarakat sekitar paling sedikit 20% dari luas tanah yang dimohon atau dimiliki sebagai HGU.

Menurut Panji, argumentasi yang menyatakan bahwa izin usaha yang terbit setelah 2 November 2020 tidak lagi dibebani kewajiban 20% umumnya didasarkan pada penafsiran terhadap transisi sistem perizinan OSS dan klasterisasi perizinan berusaha serta beberapa surat edaran teknis. Namun secara normatif, Pasal 25 ayat (1) huruf i Permentan 45 Tahun 2019 tetap berlaku dan tetap mencantumkan kewajiban pembangunan kebun masyarakat 20% bagi perusahaan perkebunan yang memiliki izin usaha efektif.

Selain itu, kewajiban alokasi 20% dari pelepasan kawasan hutan untuk Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) juga dipertegas kembali dalam Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2023, khususnya Pasal 6, Pasal 10, dan Pasal 13. Regulasi tersebut diterbitkan jauh setelah 2 November 2020, sehingga secara asas lex posterior justru menunjukkan penguatan, bukan penghapusan, kebijakan distribusi 20% bagi masyarakat.
Panji juga menekankan pentingnya memahami hierarki norma hukum. Menurutnya, Surat Edaran Dirjenbun Nomor B-437/KB.410/E/07/2023 merupakan instrumen kebijakan internal atau administratif yang kedudukannya berada di bawah peraturan perundang-undangan seperti undang-undang, peraturan pemerintah, peraturan presiden, maupun peraturan menteri.

“Berdasarkan asas lex superior derogat legi inferiori, surat edaran tidak dapat menghapus, mengurangi, ataupun menyampingkan kewajiban yang secara tegas telah diatur dalam PP 26 Tahun 2021, Perpres 62 Tahun 2023, Permentan 45 Tahun 2019, Permentan 18 Tahun 2021, maupun Permentan 98 Tahun 2013,” tegasnya.

Ia menambahkan, fungsi surat edaran pada dasarnya hanya memberikan penafsiran operasional atau petunjuk teknis kepada pejabat pelaksana, bukan menciptakan ataupun menghapus norma hukum baru. Oleh karena itu, sekalipun Surat Edaran Dirjenbun B-437/KB.410/E/07/2023 mengatur tata cara atau prioritas pelaksanaan tertentu, surat tersebut tidak dapat dijadikan dasar untuk menyatakan bahwa tidak ada kewajiban pembangunan kebun masyarakat 20% bagi perusahaan yang izin usahanya terbit setelah tahun 2020.

Panji kembali menegaskan bahwa PP 26 Tahun 2021, Permentan 45 Tahun 2019, Permentan 18 Tahun 2021, Permentan 98 Tahun 2013, serta Perpres 62 Tahun 2023 hingga saat ini tetap berlaku dan tidak mengandung klausul pengecualian berdasarkan tahun terbitnya izin usaha.

Dengan demikian, secara sistematis dan yuridis, kewajiban pembangunan kebun masyarakat sebesar 20% tetap mengikat seluruh perusahaan perkebunan yang memenuhi kriteria, tanpa membedakan apakah izin usahanya terbit sebelum maupun sesudah tahun 2020.

“Analisis yuridis terhadap keseluruhan rezim regulasi tersebut menunjukkan bahwa Surat Edaran Dirjenbun B-437/KB.410/E/07/2023 harus dipahami sebagai instrumen pelaksanaan kewajiban yang sudah ada, bukan dasar penghapusan kewajiban. Penafsiran sebaliknya bertentangan dengan struktur hierarki hukum dan asas lex superior,” tutup Panji.

Source: ALFARIEZIE
Tags: HGUIUP PerkebunanKebun Masyarakat 20 PersenLaskar LampungPanji Padang RatuPerkebunan Kelapa SawitPermentan 45 Tahun 2019Perpres 62 Tahun 2023PTPN IV Regional VIIReforma AgrariaTORA
Previous Post

SMA Siger 1 Gelar Perpisahan di Tengah Sorotan Publik, Bakal Pindah atau Tutup Jejak?

Next Post

Disdikbud Lampung Ambil Alih SMA Siger, Siswa Dipastikan Tetap Bisa Sekolah Tanpa Drama Putus Sekolah

Related Posts

Dr. Budiono Raih 22 Suara Senat, Persaingan Kursi Rektor Unila Makin Jadi Sorotan
Berita & Tren

Dr. Budiono Raih 22 Suara Senat, Persaingan Kursi Rektor Unila Makin Jadi Sorotan

by Melda
October 29, 2026
Dr. Budiono Bidik Aset Strategis Unila, Tegas: Jangan Sampai Mahasiswa Putus Kuliah Gara-Gara UKT!
Berita & Tren

Dr. Budiono Bidik Aset Strategis Unila, Tegas: Jangan Sampai Mahasiswa Putus Kuliah Gara-Gara UKT!

by Melda
October 29, 2026
Baru 3 Tahun Belajar Silat, Sultoni Murid SMK Samudera Langsung Gaspol Raih Medali Emas!
Berita & Tren

Baru 3 Tahun Belajar Silat, Sultoni Murid SMK Samudera Langsung Gaspol Raih Medali Emas!

by Melda
October 27, 2026
IBN Pringsewu Hadirkan Pakar AI dari Malaysia, Mahasiswa Diingatkan Jangan Asal Pakai ChatGPT!
Berita & Tren

IBN Pringsewu Hadirkan Pakar AI dari Malaysia, Mahasiswa Diingatkan Jangan Asal Pakai ChatGPT!

by Melda
October 23, 2026
Green Policing di Batu Perahu Krakatoa, Polres Lampung Selatan Ajak Gen Z Ikut Jaga Bumi!
Berita & Tren

Green Policing di Batu Perahu Krakatoa, Polres Lampung Selatan Ajak Gen Z Ikut Jaga Bumi!

by Melda
October 23, 2026
Next Post
Disdikbud Lampung Ambil Alih SMA Siger, Siswa Dipastikan Tetap Bisa Sekolah Tanpa Drama Putus Sekolah

Disdikbud Lampung Ambil Alih SMA Siger, Siswa Dipastikan Tetap Bisa Sekolah Tanpa Drama Putus Sekolah

Kasus Rp12 M DPRD Tanggamus Mandek, Laskar Lampung: Jangan Sampai Penyidikan Cuma Jadi “Formalitas di Atas Kertas”

Kasus Rp12 M DPRD Tanggamus Mandek, Laskar Lampung: Jangan Sampai Penyidikan Cuma Jadi “Formalitas di Atas Kertas”

Legalitas SMA Siger Dipertanyakan, Penggiat Publik Minta Hak Konstitusional Siswa Dijamin

Legalitas SMA Siger Dipertanyakan, Penggiat Publik Minta Hak Konstitusional Siswa Dijamin

SMA Siger Ditutup, Akuntabilitas Pemerintah Kini Jadi Sorotan Utama

SMA Siger Ditutup, Akuntabilitas Pemerintah Kini Jadi Sorotan Utama

BOSDA Bandar Lampung Bikin Netizen Garuk Kepala: Jadi Rp71 Ribu atau Rp100 Ribu, Sih?

BOSDA Bandar Lampung Bikin Netizen Garuk Kepala: Jadi Rp71 Ribu atau Rp100 Ribu, Sih?

Recommended

Eks Ketua GMNI Bandar Lampung Soroti Narasi Sensitif dalam Majalah MPA Kemenag

Eks Ketua GMNI Bandar Lampung Soroti Narasi Sensitif dalam Majalah MPA Kemenag

September 22, 2026
Anak Muda & Tren Belajar Bahasa Asing di Komunitas Online: Efektif Gak, Sih?

Anak Muda & Tren Belajar Bahasa Asing di Komunitas Online: Efektif Gak, Sih?

July 18, 2025

Categories

  • Berita & Tren
  • Gaya Hidup & Hiburan
  • Hobi & Komunitas
  • Karier & Pengembangan Diri
  • Kesehatan & Wellness
  • Keuangan & Investasi
  • Teknologi & Digital
  • Uncategorized

Don't miss it

Dr. Budiono Raih 22 Suara Senat, Persaingan Kursi Rektor Unila Makin Jadi Sorotan
Berita & Tren

Dr. Budiono Raih 22 Suara Senat, Persaingan Kursi Rektor Unila Makin Jadi Sorotan

October 29, 2026
Dr. Budiono Bidik Aset Strategis Unila, Tegas: Jangan Sampai Mahasiswa Putus Kuliah Gara-Gara UKT!
Berita & Tren

Dr. Budiono Bidik Aset Strategis Unila, Tegas: Jangan Sampai Mahasiswa Putus Kuliah Gara-Gara UKT!

October 29, 2026
Baru 3 Tahun Belajar Silat, Sultoni Murid SMK Samudera Langsung Gaspol Raih Medali Emas!
Berita & Tren

Baru 3 Tahun Belajar Silat, Sultoni Murid SMK Samudera Langsung Gaspol Raih Medali Emas!

October 27, 2026
IBN Pringsewu Hadirkan Pakar AI dari Malaysia, Mahasiswa Diingatkan Jangan Asal Pakai ChatGPT!
Berita & Tren

IBN Pringsewu Hadirkan Pakar AI dari Malaysia, Mahasiswa Diingatkan Jangan Asal Pakai ChatGPT!

October 23, 2026
Green Policing di Batu Perahu Krakatoa, Polres Lampung Selatan Ajak Gen Z Ikut Jaga Bumi!
Berita & Tren

Green Policing di Batu Perahu Krakatoa, Polres Lampung Selatan Ajak Gen Z Ikut Jaga Bumi!

October 23, 2026
Unila Go Beyond Achievement! Dr. Budiono Dorong Kampus Mendunia dan Berdampak Nyata
Berita & Tren

Unila Go Beyond Achievement! Dr. Budiono Dorong Kampus Mendunia dan Berdampak Nyata

October 23, 2026
Muda Belia

Media online yang dibuat khusus buat anak muda yang pengen tetap update, berkembang, dan terinspirasi!

Categories

  • Berita & Tren
  • Gaya Hidup & Hiburan
  • Hobi & Komunitas
  • Karier & Pengembangan Diri
  • Kesehatan & Wellness
  • Keuangan & Investasi
  • Teknologi & Digital
  • Uncategorized

Browse by Tag

anak muda AnakMuda AnakMudaProduktif AturDuit Bandar Lampung BandarLampung berita Lampung ContentCreator CuanMaksimal DPRD Bandar Lampung DuniaKerja Eva Dwiana FinancialFreedom FinancialGoals GenAlpha generasi alpha generasi z GenZ GenZFinance GenZStyle GenZWellness investasi KerjaCerdas Keuangan KeuanganAnakMuda KeuanganSehat Lampung LevelUp lifestyleanakmuda MentalHealth MentalHealthMatters MindfulLiving PassiveIncome pendidikan Lampung PersonalBranding SelfCare SideHustle SmartMoney SmartSpending SMA Siger Tips Trik WorkFromAnywhere WorkLifeBalance WorkSmart

Recent News

Dr. Budiono Raih 22 Suara Senat, Persaingan Kursi Rektor Unila Makin Jadi Sorotan

Dr. Budiono Raih 22 Suara Senat, Persaingan Kursi Rektor Unila Makin Jadi Sorotan

October 29, 2026
Dr. Budiono Bidik Aset Strategis Unila, Tegas: Jangan Sampai Mahasiswa Putus Kuliah Gara-Gara UKT!

Dr. Budiono Bidik Aset Strategis Unila, Tegas: Jangan Sampai Mahasiswa Putus Kuliah Gara-Gara UKT!

October 29, 2026

© 2025 Mudabelia.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
  • Karier
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Teknologi

© 2025 Mudabelia.com