• Tentang Kami
Wednesday, September 30, 2026
Muda Belia
  • Home
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
  • Karier
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Teknologi
No Result
View All Result
Muda Belia
  • Home
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
  • Karier
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Teknologi
No Result
View All Result
Muda Belia
No Result
View All Result
Home Berita & Tren

Muhammad Alfariezie dan Gaya Kritik Lampung: Ketika Puisi Jadi “Thread” Sosial yang Menampar Realitas

Melda by Melda
June 15, 2026
in Berita & Tren

Daftar Isi

  • You might also like
  • FKKS Metro Bawa Nama Kota Pendidikan ke Rakornas Muhammadiyah di Jawa Barat
  • GEMA PUAN Mulai Panaskan 2029: Puan Maharani Didorong Masuk Radar Kepemimpinan Nasional
  • Kriyanusa 2026 Jadi Panggung Wastra Lampung Selatan, Zita Anjani Dorong Perajin Naik Kelas

MUDA BELIA- Kalau selama ini banyak orang menganggap puisi hanya berisi soal cinta, patah hati, atau kerinduan yang puitis, karya-karya Muhammad Alfariezie justru hadir dengan jalur yang berbeda. Penyair muda asal Lampung ini membawa puisi ke ruang publik sebagai alat kritik sosial yang tajam, satir, sekaligus dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Menariknya, kritik yang dibangun Alfariezie tidak menggunakan bahasa yang rumit atau simbol-simbol yang sulit dipahami. Ia memilih benda-benda yang akrab dengan masyarakat seperti banjir, sampah, sungai, semangka, telur, daun kelor, hingga taman kota.

You might also like

FKKS Metro Bawa Nama Kota Pendidikan ke Rakornas Muhammadiyah di Jawa Barat

GEMA PUAN Mulai Panaskan 2029: Puan Maharani Didorong Masuk Radar Kepemimpinan Nasional

Kriyanusa 2026 Jadi Panggung Wastra Lampung Selatan, Zita Anjani Dorong Perajin Naik Kelas

Karena itulah puisinya terasa seperti membaca unggahan media sosial, laporan warga, sekaligus cerita rakyat dalam satu waktu.

Dalam puisi Wali Kota Ngemil Cahaya, misalnya, pembaca diajak masuk ke dunia yang absurd. Ada pemimpin yang mengajak warganya “mandi dan ngemil cahaya”. Secara logika tentu mustahil, tetapi justru di situlah letak kritiknya. Alfariezie memperlihatkan bagaimana janji atau gagasan yang terdengar indah kadang terasa jauh dari kenyataan yang dihadapi masyarakat.

Hal serupa muncul dalam Kita Ditempatkan Wali Kota di Selembar Daun Kelor. Bayangkan seseorang diminta hidup di atas daun kelor sambil menikmati sungai yang penuh sampah. Gambaran yang aneh, tetapi sekaligus menyentil realitas tentang bagaimana masyarakat sering dipaksa menerima kondisi yang sebenarnya tidak layak.

Yang membuat karya-karyanya berbeda adalah penggunaan humor dan ironi. Pembaca bisa tersenyum ketika membaca citraan yang ganjil, tetapi setelah dipikirkan lebih dalam justru muncul pertanyaan serius tentang kondisi sosial dan kebijakan publik.

Inilah yang bisa disebut sebagai Gaya Kritik Lampung.

Gaya ini lahir dari peristiwa-peristiwa lokal yang nyata, kemudian diolah menjadi satire puitik yang mudah dipahami masyarakat. Kritik tidak hadir lewat kemarahan yang meledak-ledak, melainkan melalui kemustahilan yang membuat pembaca berpikir, “Kok ini mirip dengan kenyataan yang sedang terjadi?”

Di era Gen Z dan milenial, pendekatan seperti ini terasa relevan. Generasi sekarang lebih dekat dengan meme, satire, dan ironi dibanding pidato panjang yang penuh istilah formal. Alfariezie seolah memindahkan budaya kritik digital itu ke dalam puisi.

Kalau di media sosial orang membuat thread panjang untuk membongkar persoalan publik, maka Alfariezie melakukannya lewat bait-bait puisi.

Jika biasanya sastra dianggap jauh dari kehidupan sehari-hari, karya-karya ini justru membuktikan hal sebaliknya. Puisi bisa menjadi ruang diskusi sosial. Puisi bisa menjadi kritik. Bahkan puisi bisa menjadi arsip zaman yang merekam keresahan masyarakat.

Melalui karya-karyanya, Muhammad Alfariezie menghadirkan wajah baru sastra daerah: lebih membumi, lebih komunikatif, dan berani menyentuh isu-isu yang sering menjadi perbincangan publik.

Pada akhirnya, Gaya Kritik Lampung bukan hanya soal estetika bahasa. Ia adalah cara baru melihat realitas—dengan senyum satir, ironi yang tajam, dan keberanian untuk mempertanyakan apa yang dianggap biasa oleh banyak orang.

Source: ALFARIEZIE
Tags: MuhammadAlfarieziePenyairLampungPuisiLampungPuisiPolitikSastraIndonesiaSastraLampung
Previous Post

Janji Tinggal Janji? Warga Enggal Masih Menunggu Bukti, Bukan Narasi

Next Post

WTP di Lampung Lagi Disorot, Publik: Ini Beneran “Bersih” atau Cuma Kelihatan Bersih?

Related Posts

FKKS Metro Bawa Nama Kota Pendidikan ke Rakornas Muhammadiyah di Jawa Barat
Berita & Tren

FKKS Metro Bawa Nama Kota Pendidikan ke Rakornas Muhammadiyah di Jawa Barat

by Melda
September 30, 2026
GEMA PUAN Mulai Panaskan 2029: Puan Maharani Didorong Masuk Radar Kepemimpinan Nasional
Berita & Tren

GEMA PUAN Mulai Panaskan 2029: Puan Maharani Didorong Masuk Radar Kepemimpinan Nasional

by Melda
September 30, 2026
Kriyanusa 2026 Jadi Panggung Wastra Lampung Selatan, Zita Anjani Dorong Perajin Naik Kelas
Berita & Tren

Kriyanusa 2026 Jadi Panggung Wastra Lampung Selatan, Zita Anjani Dorong Perajin Naik Kelas

by Melda
September 29, 2026
Bupati Egi Ajak Anak Muda Lampung Selatan Nyalakan Daya Ungkit dan Naik Kelas
Berita & Tren

Bupati Egi Ajak Anak Muda Lampung Selatan Nyalakan Daya Ungkit dan Naik Kelas

by Melda
September 29, 2026
Dana Revitalisasi SMK Tembus Rp2,4 Miliar, LADAM Turun ke Lampung Tengah: Transparansinya Mana?
Berita & Tren

Dana Revitalisasi SMK Tembus Rp2,4 Miliar, LADAM Turun ke Lampung Tengah: Transparansinya Mana?

by Melda
September 28, 2026
Next Post
WTP di Lampung Lagi Disorot, Publik: Ini Beneran “Bersih” atau Cuma Kelihatan Bersih?

WTP di Lampung Lagi Disorot, Publik: Ini Beneran “Bersih” atau Cuma Kelihatan Bersih?

Thomas Amirico: Program Lampung Mengajar Jadi Wadah Generasi Muda Bangun Pendidikan dan SDM Daerah

Thomas Amirico: Program Lampung Mengajar Jadi Wadah Generasi Muda Bangun Pendidikan dan SDM Daerah

Kasus SMA Siger Belum Kelar, Abdullah Sani Naik Level! Eva Dwiana dan Eka Afriana Dilaporkan ke Mabes Polri

Kasus SMA Siger Belum Kelar, Abdullah Sani Naik Level! Eva Dwiana dan Eka Afriana Dilaporkan ke Mabes Polri

Bandar Lampung 344 Tahun: Warga Bilang “Makasih Bunda Eva”, Tapi Banyak PR yang Belum Kelar

Bandar Lampung 344 Tahun: Warga Bilang “Makasih Bunda Eva”, Tapi Banyak PR yang Belum Kelar

KPRI Handayani Disorot Lagi, Pensiunan Guru Mengaku Kesulitan Ambil Hak Tabungannya

KPRI Handayani Disorot Lagi, Pensiunan Guru Mengaku Kesulitan Ambil Hak Tabungannya

Recommended

Kasus Tipikor PT LEB Makin Seru! Tersangka Bakal Datangkan Saksi Ahli UI di Sidang Pra Peradilan

Kasus Tipikor PT LEB Makin Seru! Tersangka Bakal Datangkan Saksi Ahli UI di Sidang Pra Peradilan

December 1, 2025
Dari Pecinta Anime Sampai K-Popers, Ini Komunitas Fandom Anak Muda yang Seru Banget!

Dari Pecinta Anime Sampai K-Popers, Ini Komunitas Fandom Anak Muda yang Seru Banget!

September 13, 2025

Categories

  • Berita & Tren
  • Gaya Hidup & Hiburan
  • Hobi & Komunitas
  • Karier & Pengembangan Diri
  • Kesehatan & Wellness
  • Keuangan & Investasi
  • Teknologi & Digital
  • Uncategorized

Don't miss it

FKKS Metro Bawa Nama Kota Pendidikan ke Rakornas Muhammadiyah di Jawa Barat
Berita & Tren

FKKS Metro Bawa Nama Kota Pendidikan ke Rakornas Muhammadiyah di Jawa Barat

September 30, 2026
GEMA PUAN Mulai Panaskan 2029: Puan Maharani Didorong Masuk Radar Kepemimpinan Nasional
Berita & Tren

GEMA PUAN Mulai Panaskan 2029: Puan Maharani Didorong Masuk Radar Kepemimpinan Nasional

September 30, 2026
Kriyanusa 2026 Jadi Panggung Wastra Lampung Selatan, Zita Anjani Dorong Perajin Naik Kelas
Berita & Tren

Kriyanusa 2026 Jadi Panggung Wastra Lampung Selatan, Zita Anjani Dorong Perajin Naik Kelas

September 29, 2026
Bupati Egi Ajak Anak Muda Lampung Selatan Nyalakan Daya Ungkit dan Naik Kelas
Berita & Tren

Bupati Egi Ajak Anak Muda Lampung Selatan Nyalakan Daya Ungkit dan Naik Kelas

September 29, 2026
Dana Revitalisasi SMK Tembus Rp2,4 Miliar, LADAM Turun ke Lampung Tengah: Transparansinya Mana?
Berita & Tren

Dana Revitalisasi SMK Tembus Rp2,4 Miliar, LADAM Turun ke Lampung Tengah: Transparansinya Mana?

September 28, 2026
Bandar Lampung Expo 2026 Disorot: APBD Rp1,3 Miliar, UMKM Masih Dibebani Sewa Lapak
Berita & Tren

Bandar Lampung Expo 2026 Disorot: APBD Rp1,3 Miliar, UMKM Masih Dibebani Sewa Lapak

September 28, 2026
Muda Belia

Media online yang dibuat khusus buat anak muda yang pengen tetap update, berkembang, dan terinspirasi!

Categories

  • Berita & Tren
  • Gaya Hidup & Hiburan
  • Hobi & Komunitas
  • Karier & Pengembangan Diri
  • Kesehatan & Wellness
  • Keuangan & Investasi
  • Teknologi & Digital
  • Uncategorized

Browse by Tag

anak muda AnakMuda AnakMudaProduktif AturDuit Bandar Lampung BandarLampung berita Lampung ContentCreator CuanMaksimal DPRD Bandar Lampung DuniaKerja Eva Dwiana FinancialFreedom FinancialGoals GenAlpha generasi alpha generasi z GenZ GenZFinance GenZStyle GenZWellness investasi KerjaCerdas Keuangan KeuanganAnakMuda KeuanganSehat Lampung LevelUp lifestyleanakmuda MentalHealth MentalHealthMatters MindfulLiving PassiveIncome pendidikan Lampung PersonalBranding SelfCare SideHustle SmartMoney SmartSpending SMA Siger Tips Trik WorkFromAnywhere WorkLifeBalance WorkSmart

Recent News

FKKS Metro Bawa Nama Kota Pendidikan ke Rakornas Muhammadiyah di Jawa Barat

FKKS Metro Bawa Nama Kota Pendidikan ke Rakornas Muhammadiyah di Jawa Barat

September 30, 2026
GEMA PUAN Mulai Panaskan 2029: Puan Maharani Didorong Masuk Radar Kepemimpinan Nasional

GEMA PUAN Mulai Panaskan 2029: Puan Maharani Didorong Masuk Radar Kepemimpinan Nasional

September 30, 2026

© 2025 Mudabelia.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
  • Karier
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Teknologi

© 2025 Mudabelia.com