• Tentang Kami
Monday, June 15, 2026
Muda Belia
  • Home
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
  • Karier
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Teknologi
No Result
View All Result
Muda Belia
  • Home
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
  • Karier
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Teknologi
No Result
View All Result
Muda Belia
No Result
View All Result
Home Berita & Tren

Muhammad Alfariezie dan Gaya Kritik Lampung: Ketika Puisi Jadi “Thread” Sosial yang Menampar Realitas

Melda by Melda
June 15, 2026
in Berita & Tren

Daftar Isi

  • You might also like
  • Janji Tinggal Janji? Warga Enggal Masih Menunggu Bukti, Bukan Narasi
  • Eva Dwiana Terus Jadi Sorotan, Publik Ramai Bahas Polemik Yayasan Siger
  • Dedi Mulyadi Beda Vibe: Pendidikan Bukan Ajang Cari Untung, Tapi Akses untuk Semua

MUDA BELIA- Kalau selama ini banyak orang menganggap puisi hanya berisi soal cinta, patah hati, atau kerinduan yang puitis, karya-karya Muhammad Alfariezie justru hadir dengan jalur yang berbeda. Penyair muda asal Lampung ini membawa puisi ke ruang publik sebagai alat kritik sosial yang tajam, satir, sekaligus dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Menariknya, kritik yang dibangun Alfariezie tidak menggunakan bahasa yang rumit atau simbol-simbol yang sulit dipahami. Ia memilih benda-benda yang akrab dengan masyarakat seperti banjir, sampah, sungai, semangka, telur, daun kelor, hingga taman kota.

You might also like

Janji Tinggal Janji? Warga Enggal Masih Menunggu Bukti, Bukan Narasi

Eva Dwiana Terus Jadi Sorotan, Publik Ramai Bahas Polemik Yayasan Siger

Dedi Mulyadi Beda Vibe: Pendidikan Bukan Ajang Cari Untung, Tapi Akses untuk Semua

Karena itulah puisinya terasa seperti membaca unggahan media sosial, laporan warga, sekaligus cerita rakyat dalam satu waktu.

Dalam puisi Wali Kota Ngemil Cahaya, misalnya, pembaca diajak masuk ke dunia yang absurd. Ada pemimpin yang mengajak warganya “mandi dan ngemil cahaya”. Secara logika tentu mustahil, tetapi justru di situlah letak kritiknya. Alfariezie memperlihatkan bagaimana janji atau gagasan yang terdengar indah kadang terasa jauh dari kenyataan yang dihadapi masyarakat.

Hal serupa muncul dalam Kita Ditempatkan Wali Kota di Selembar Daun Kelor. Bayangkan seseorang diminta hidup di atas daun kelor sambil menikmati sungai yang penuh sampah. Gambaran yang aneh, tetapi sekaligus menyentil realitas tentang bagaimana masyarakat sering dipaksa menerima kondisi yang sebenarnya tidak layak.

Yang membuat karya-karyanya berbeda adalah penggunaan humor dan ironi. Pembaca bisa tersenyum ketika membaca citraan yang ganjil, tetapi setelah dipikirkan lebih dalam justru muncul pertanyaan serius tentang kondisi sosial dan kebijakan publik.

Inilah yang bisa disebut sebagai Gaya Kritik Lampung.

Gaya ini lahir dari peristiwa-peristiwa lokal yang nyata, kemudian diolah menjadi satire puitik yang mudah dipahami masyarakat. Kritik tidak hadir lewat kemarahan yang meledak-ledak, melainkan melalui kemustahilan yang membuat pembaca berpikir, “Kok ini mirip dengan kenyataan yang sedang terjadi?”

Di era Gen Z dan milenial, pendekatan seperti ini terasa relevan. Generasi sekarang lebih dekat dengan meme, satire, dan ironi dibanding pidato panjang yang penuh istilah formal. Alfariezie seolah memindahkan budaya kritik digital itu ke dalam puisi.

Kalau di media sosial orang membuat thread panjang untuk membongkar persoalan publik, maka Alfariezie melakukannya lewat bait-bait puisi.

Jika biasanya sastra dianggap jauh dari kehidupan sehari-hari, karya-karya ini justru membuktikan hal sebaliknya. Puisi bisa menjadi ruang diskusi sosial. Puisi bisa menjadi kritik. Bahkan puisi bisa menjadi arsip zaman yang merekam keresahan masyarakat.

Melalui karya-karyanya, Muhammad Alfariezie menghadirkan wajah baru sastra daerah: lebih membumi, lebih komunikatif, dan berani menyentuh isu-isu yang sering menjadi perbincangan publik.

Pada akhirnya, Gaya Kritik Lampung bukan hanya soal estetika bahasa. Ia adalah cara baru melihat realitas—dengan senyum satir, ironi yang tajam, dan keberanian untuk mempertanyakan apa yang dianggap biasa oleh banyak orang.

Source: ALFARIEZIE
Tags: MuhammadAlfarieziePenyairLampungPuisiLampungPuisiPolitikSastraIndonesiaSastraLampung
Previous Post

Janji Tinggal Janji? Warga Enggal Masih Menunggu Bukti, Bukan Narasi

Related Posts

Janji Tinggal Janji? Warga Enggal Masih Menunggu Bukti, Bukan Narasi
Berita & Tren

Janji Tinggal Janji? Warga Enggal Masih Menunggu Bukti, Bukan Narasi

by Melda
June 15, 2026
Eva Dwiana Terus Jadi Sorotan, Publik Ramai Bahas Polemik Yayasan Siger
Berita & Tren

Eva Dwiana Terus Jadi Sorotan, Publik Ramai Bahas Polemik Yayasan Siger

by Melda
June 15, 2026
Dedi Mulyadi Beda Vibe: Pendidikan Bukan Ajang Cari Untung, Tapi Akses untuk Semua
Berita & Tren

Dedi Mulyadi Beda Vibe: Pendidikan Bukan Ajang Cari Untung, Tapi Akses untuk Semua

by Melda
June 15, 2026
KPK Didesak Usut Dugaan “Jual-Beli” Opini WTP di Lampung, Publik Soroti Sejumlah Kejanggalan
Berita & Tren

KPK Didesak Usut Dugaan “Jual-Beli” Opini WTP di Lampung, Publik Soroti Sejumlah Kejanggalan

by Melda
June 14, 2026
Eka Afriana Kembali Jadi Sorotan, Publik Tunggu Kelanjutan Proses Hukumnya
Berita & Tren

Eka Afriana Kembali Jadi Sorotan, Publik Tunggu Kelanjutan Proses Hukumnya

by Melda
June 14, 2026

Recommended

Cara Bikin Kamar Sempit Jadi Lebih Aesthetic Tanpa Ribet

Cara Bikin Kamar Sempit Jadi Lebih Aesthetic Tanpa Ribet

February 9, 2026
PERBEDAAN GAMER CASUAL VS PRO, KAMU YANG MANA?

PERBEDAAN GAMER CASUAL VS PRO, KAMU YANG MANA?

June 11, 2025

Categories

  • Berita & Tren
  • Gaya Hidup & Hiburan
  • Hobi & Komunitas
  • Karier & Pengembangan Diri
  • Kesehatan & Wellness
  • Keuangan & Investasi
  • Teknologi & Digital
  • Uncategorized

Don't miss it

Muhammad Alfariezie dan Gaya Kritik Lampung: Ketika Puisi Jadi “Thread” Sosial yang Menampar Realitas
Berita & Tren

Muhammad Alfariezie dan Gaya Kritik Lampung: Ketika Puisi Jadi “Thread” Sosial yang Menampar Realitas

June 15, 2026
Janji Tinggal Janji? Warga Enggal Masih Menunggu Bukti, Bukan Narasi
Berita & Tren

Janji Tinggal Janji? Warga Enggal Masih Menunggu Bukti, Bukan Narasi

June 15, 2026
Eva Dwiana Terus Jadi Sorotan, Publik Ramai Bahas Polemik Yayasan Siger
Berita & Tren

Eva Dwiana Terus Jadi Sorotan, Publik Ramai Bahas Polemik Yayasan Siger

June 15, 2026
Dedi Mulyadi Beda Vibe: Pendidikan Bukan Ajang Cari Untung, Tapi Akses untuk Semua
Berita & Tren

Dedi Mulyadi Beda Vibe: Pendidikan Bukan Ajang Cari Untung, Tapi Akses untuk Semua

June 15, 2026
KPK Didesak Usut Dugaan “Jual-Beli” Opini WTP di Lampung, Publik Soroti Sejumlah Kejanggalan
Berita & Tren

KPK Didesak Usut Dugaan “Jual-Beli” Opini WTP di Lampung, Publik Soroti Sejumlah Kejanggalan

June 14, 2026
Eka Afriana Kembali Jadi Sorotan, Publik Tunggu Kelanjutan Proses Hukumnya
Berita & Tren

Eka Afriana Kembali Jadi Sorotan, Publik Tunggu Kelanjutan Proses Hukumnya

June 14, 2026
Muda Belia

Media online yang dibuat khusus buat anak muda yang pengen tetap update, berkembang, dan terinspirasi!

Categories

  • Berita & Tren
  • Gaya Hidup & Hiburan
  • Hobi & Komunitas
  • Karier & Pengembangan Diri
  • Kesehatan & Wellness
  • Keuangan & Investasi
  • Teknologi & Digital
  • Uncategorized

Browse by Tag

anak muda AnakMuda AnakMudaProduktif AntiBokek AturDuit Bandar Lampung ContentCreator CuanMaksimal DPRD Bandar Lampung DuniaKerja Eva Dwiana FinancialFreedom FinancialGoals GenAlpha generasi alpha generasi z GenZ gen z GenZFinance GenZMoney GenZStyle GenZTech GenZWellness investasi KerjaCerdas Keuangan KeuanganAnakMuda KeuanganSehat LevelUp lifestyleanakmuda MentalHealth MentalHealthMatters MindfulLiving PassiveIncome PersonalBranding SelfCare SideHustle SmartMoney SmartSpending SMA Siger Tips Trik WorkFromAnywhere WorkLifeBalance WorkSmart

Recent News

Muhammad Alfariezie dan Gaya Kritik Lampung: Ketika Puisi Jadi “Thread” Sosial yang Menampar Realitas

Muhammad Alfariezie dan Gaya Kritik Lampung: Ketika Puisi Jadi “Thread” Sosial yang Menampar Realitas

June 15, 2026
Janji Tinggal Janji? Warga Enggal Masih Menunggu Bukti, Bukan Narasi

Janji Tinggal Janji? Warga Enggal Masih Menunggu Bukti, Bukan Narasi

June 15, 2026

© 2025 Mudabelia.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
  • Karier
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Teknologi

© 2025 Mudabelia.com