• Tentang Kami
Thursday, August 20, 2026
Muda Belia
  • Home
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
  • Karier
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Teknologi
No Result
View All Result
Muda Belia
  • Home
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
  • Karier
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Teknologi
No Result
View All Result
Muda Belia
No Result
View All Result
Home Berita & Tren

Muhammad Alfariezie dan Gaya Kritik Lampung: Ketika Puisi Jadi “Thread” Sosial yang Menampar Realitas

Melda by Melda
June 15, 2026
in Berita & Tren

Daftar Isi

  • You might also like
  • Ridwan 98 Sebut Puan Maharani dan Sufmi Dasco Ahmad Punya Peran Jaga Demokrasi Tetap Kondusif
  • Demi Prestasi Atlet, Waketum II KONI Lampung Tagih Janji Pembangunan GOR Baru
  • Muhammad Alfariezie dan Puisi yang Menolak Bersembunyi dari Realitas Zaman

MUDA BELIA- Kalau selama ini banyak orang menganggap puisi hanya berisi soal cinta, patah hati, atau kerinduan yang puitis, karya-karya Muhammad Alfariezie justru hadir dengan jalur yang berbeda. Penyair muda asal Lampung ini membawa puisi ke ruang publik sebagai alat kritik sosial yang tajam, satir, sekaligus dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Menariknya, kritik yang dibangun Alfariezie tidak menggunakan bahasa yang rumit atau simbol-simbol yang sulit dipahami. Ia memilih benda-benda yang akrab dengan masyarakat seperti banjir, sampah, sungai, semangka, telur, daun kelor, hingga taman kota.

You might also like

Ridwan 98 Sebut Puan Maharani dan Sufmi Dasco Ahmad Punya Peran Jaga Demokrasi Tetap Kondusif

Demi Prestasi Atlet, Waketum II KONI Lampung Tagih Janji Pembangunan GOR Baru

Muhammad Alfariezie dan Puisi yang Menolak Bersembunyi dari Realitas Zaman

Karena itulah puisinya terasa seperti membaca unggahan media sosial, laporan warga, sekaligus cerita rakyat dalam satu waktu.

Dalam puisi Wali Kota Ngemil Cahaya, misalnya, pembaca diajak masuk ke dunia yang absurd. Ada pemimpin yang mengajak warganya “mandi dan ngemil cahaya”. Secara logika tentu mustahil, tetapi justru di situlah letak kritiknya. Alfariezie memperlihatkan bagaimana janji atau gagasan yang terdengar indah kadang terasa jauh dari kenyataan yang dihadapi masyarakat.

Hal serupa muncul dalam Kita Ditempatkan Wali Kota di Selembar Daun Kelor. Bayangkan seseorang diminta hidup di atas daun kelor sambil menikmati sungai yang penuh sampah. Gambaran yang aneh, tetapi sekaligus menyentil realitas tentang bagaimana masyarakat sering dipaksa menerima kondisi yang sebenarnya tidak layak.

Yang membuat karya-karyanya berbeda adalah penggunaan humor dan ironi. Pembaca bisa tersenyum ketika membaca citraan yang ganjil, tetapi setelah dipikirkan lebih dalam justru muncul pertanyaan serius tentang kondisi sosial dan kebijakan publik.

Inilah yang bisa disebut sebagai Gaya Kritik Lampung.

Gaya ini lahir dari peristiwa-peristiwa lokal yang nyata, kemudian diolah menjadi satire puitik yang mudah dipahami masyarakat. Kritik tidak hadir lewat kemarahan yang meledak-ledak, melainkan melalui kemustahilan yang membuat pembaca berpikir, “Kok ini mirip dengan kenyataan yang sedang terjadi?”

Di era Gen Z dan milenial, pendekatan seperti ini terasa relevan. Generasi sekarang lebih dekat dengan meme, satire, dan ironi dibanding pidato panjang yang penuh istilah formal. Alfariezie seolah memindahkan budaya kritik digital itu ke dalam puisi.

Kalau di media sosial orang membuat thread panjang untuk membongkar persoalan publik, maka Alfariezie melakukannya lewat bait-bait puisi.

Jika biasanya sastra dianggap jauh dari kehidupan sehari-hari, karya-karya ini justru membuktikan hal sebaliknya. Puisi bisa menjadi ruang diskusi sosial. Puisi bisa menjadi kritik. Bahkan puisi bisa menjadi arsip zaman yang merekam keresahan masyarakat.

Melalui karya-karyanya, Muhammad Alfariezie menghadirkan wajah baru sastra daerah: lebih membumi, lebih komunikatif, dan berani menyentuh isu-isu yang sering menjadi perbincangan publik.

Pada akhirnya, Gaya Kritik Lampung bukan hanya soal estetika bahasa. Ia adalah cara baru melihat realitas—dengan senyum satir, ironi yang tajam, dan keberanian untuk mempertanyakan apa yang dianggap biasa oleh banyak orang.

Source: ALFARIEZIE
Tags: MuhammadAlfarieziePenyairLampungPuisiLampungPuisiPolitikSastraIndonesiaSastraLampung
Previous Post

Janji Tinggal Janji? Warga Enggal Masih Menunggu Bukti, Bukan Narasi

Next Post

WTP di Lampung Lagi Disorot, Publik: Ini Beneran “Bersih” atau Cuma Kelihatan Bersih?

Related Posts

Ridwan 98 Sebut Puan Maharani dan Sufmi Dasco Ahmad Punya Peran Jaga Demokrasi Tetap Kondusif
Berita & Tren

Ridwan 98 Sebut Puan Maharani dan Sufmi Dasco Ahmad Punya Peran Jaga Demokrasi Tetap Kondusif

by Melda
August 16, 2026
Demi Prestasi Atlet, Waketum II KONI Lampung Tagih Janji Pembangunan GOR Baru
Berita & Tren

Demi Prestasi Atlet, Waketum II KONI Lampung Tagih Janji Pembangunan GOR Baru

by Melda
August 14, 2026
Muhammad Alfariezie dan Puisi yang Menolak Bersembunyi dari Realitas Zaman
Berita & Tren

Muhammad Alfariezie dan Puisi yang Menolak Bersembunyi dari Realitas Zaman

by Melda
August 14, 2026
Dana Pengganti GOR Saburai Jadi Tanda Tanya, Yayasan Masjid Al Bakrie Belum Beri Respons
Berita & Tren

Dana Pengganti GOR Saburai Jadi Tanda Tanya, Yayasan Masjid Al Bakrie Belum Beri Respons

by Melda
August 14, 2026
Dinas Koperasi Bantah Isu 25 Agustus Launching KMP, Total di Lampung Capai 859 Koperasi
Berita & Tren

Dinas Koperasi Bantah Isu 25 Agustus Launching KMP, Total di Lampung Capai 859 Koperasi

by Melda
August 13, 2026
Next Post
WTP di Lampung Lagi Disorot, Publik: Ini Beneran “Bersih” atau Cuma Kelihatan Bersih?

WTP di Lampung Lagi Disorot, Publik: Ini Beneran “Bersih” atau Cuma Kelihatan Bersih?

Thomas Amirico: Program Lampung Mengajar Jadi Wadah Generasi Muda Bangun Pendidikan dan SDM Daerah

Thomas Amirico: Program Lampung Mengajar Jadi Wadah Generasi Muda Bangun Pendidikan dan SDM Daerah

Kasus SMA Siger Belum Kelar, Abdullah Sani Naik Level! Eva Dwiana dan Eka Afriana Dilaporkan ke Mabes Polri

Kasus SMA Siger Belum Kelar, Abdullah Sani Naik Level! Eva Dwiana dan Eka Afriana Dilaporkan ke Mabes Polri

Bandar Lampung 344 Tahun: Warga Bilang “Makasih Bunda Eva”, Tapi Banyak PR yang Belum Kelar

Bandar Lampung 344 Tahun: Warga Bilang “Makasih Bunda Eva”, Tapi Banyak PR yang Belum Kelar

KPRI Handayani Disorot Lagi, Pensiunan Guru Mengaku Kesulitan Ambil Hak Tabungannya

KPRI Handayani Disorot Lagi, Pensiunan Guru Mengaku Kesulitan Ambil Hak Tabungannya

Recommended

Komunitas Data Science: Mengapa Anak Muda Tertarik?

Komunitas Data Science: Mengapa Anak Muda Tertarik?

May 7, 2025
Komunitas K-Pop Dance Cover: Bagaimana Mereka Menjadi Fenomena?

Komunitas K-Pop Dance Cover: Bagaimana Mereka Menjadi Fenomena?

August 3, 2025

Categories

  • Berita & Tren
  • Gaya Hidup & Hiburan
  • Hobi & Komunitas
  • Karier & Pengembangan Diri
  • Kesehatan & Wellness
  • Keuangan & Investasi
  • Teknologi & Digital
  • Uncategorized

Don't miss it

Dari MoU hingga GOR Terbengkalai, Misteri Uang Pengganti Masjid Al Bakrie Belum Terjawab
Uncategorized

Dari MoU hingga GOR Terbengkalai, Misteri Uang Pengganti Masjid Al Bakrie Belum Terjawab

August 18, 2026
Ridwan 98 Sebut Puan Maharani dan Sufmi Dasco Ahmad Punya Peran Jaga Demokrasi Tetap Kondusif
Berita & Tren

Ridwan 98 Sebut Puan Maharani dan Sufmi Dasco Ahmad Punya Peran Jaga Demokrasi Tetap Kondusif

August 16, 2026
Demi Prestasi Atlet, Waketum II KONI Lampung Tagih Janji Pembangunan GOR Baru
Berita & Tren

Demi Prestasi Atlet, Waketum II KONI Lampung Tagih Janji Pembangunan GOR Baru

August 14, 2026
Muhammad Alfariezie dan Puisi yang Menolak Bersembunyi dari Realitas Zaman
Berita & Tren

Muhammad Alfariezie dan Puisi yang Menolak Bersembunyi dari Realitas Zaman

August 14, 2026
Dana Pengganti GOR Saburai Jadi Tanda Tanya, Yayasan Masjid Al Bakrie Belum Beri Respons
Berita & Tren

Dana Pengganti GOR Saburai Jadi Tanda Tanya, Yayasan Masjid Al Bakrie Belum Beri Respons

August 14, 2026
Dinas Koperasi Bantah Isu 25 Agustus Launching KMP, Total di Lampung Capai 859 Koperasi
Berita & Tren

Dinas Koperasi Bantah Isu 25 Agustus Launching KMP, Total di Lampung Capai 859 Koperasi

August 13, 2026
Muda Belia

Media online yang dibuat khusus buat anak muda yang pengen tetap update, berkembang, dan terinspirasi!

Categories

  • Berita & Tren
  • Gaya Hidup & Hiburan
  • Hobi & Komunitas
  • Karier & Pengembangan Diri
  • Kesehatan & Wellness
  • Keuangan & Investasi
  • Teknologi & Digital
  • Uncategorized

Browse by Tag

anak muda AnakMuda AnakMudaProduktif AntiBokek AturDuit Bandar Lampung ContentCreator CuanMaksimal DPRD Bandar Lampung DuniaKerja Eva Dwiana FinancialFreedom FinancialGoals GenAlpha generasi alpha generasi z GenZ GenZFinance GenZMoney GenZStyle GenZTech GenZWellness investasi KerjaCerdas Keuangan KeuanganAnakMuda KeuanganSehat Lampung LevelUp lifestyleanakmuda MentalHealth MentalHealthMatters MindfulLiving PassiveIncome PersonalBranding SelfCare SideHustle SmartMoney SmartSpending SMA Siger Tips Trik WorkFromAnywhere WorkLifeBalance WorkSmart

Recent News

Dari MoU hingga GOR Terbengkalai, Misteri Uang Pengganti Masjid Al Bakrie Belum Terjawab

Dari MoU hingga GOR Terbengkalai, Misteri Uang Pengganti Masjid Al Bakrie Belum Terjawab

August 18, 2026
Ridwan 98 Sebut Puan Maharani dan Sufmi Dasco Ahmad Punya Peran Jaga Demokrasi Tetap Kondusif

Ridwan 98 Sebut Puan Maharani dan Sufmi Dasco Ahmad Punya Peran Jaga Demokrasi Tetap Kondusif

August 16, 2026

© 2025 Mudabelia.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
  • Karier
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Teknologi

© 2025 Mudabelia.com