Daftar Isi
MUDA BELIA– Di tengah dinamika politik nasional yang terus bergerak, menjaga komunikasi dan situasi tetap kondusif menjadi pekerjaan penting bagi para elite politik.
Hal itu disoroti Ridwan 98 dalam tulisannya yang menilai Ketua DPR RI Puan Maharani dan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad sebagai dua tokoh yang punya peran strategis dalam menjaga stabilitas demokrasi dan politik nasional.
Menariknya, Puan dan Dasco berasal dari dua partai politik berbeda. Puan merupakan salah satu tokoh sentral PDI Perjuangan, sedangkan Sufmi Dasco Ahmad merupakan tokoh penting Partai Gerindra.
Meski berada di lingkungan politik yang berbeda, keduanya dinilai tetap mampu membangun komunikasi dan menjaga situasi politik agar tidak semakin panas.
“Elit politik saling sikut dan sikat, tapi kedua tokoh saling menjaga persatuan dan tetap konsisten menjaga politik tetap kondusif,” tulis Ridwan 98.
Menurut Ridwan, berbagai dinamika di bidang politik, ekonomi, hingga hukum dalam setahun terakhir sebenarnya berpotensi memicu gejolak. Namun, kondisi tersebut dinilai masih bisa dikelola melalui komunikasi dan kerja politik para elite.
Di tengah perbedaan kepentingan, Puan dan Dasco disebut mampu menjadi figur yang menjembatani komunikasi politik. Posisi keduanya juga cukup strategis karena sama-sama berada di jajaran pimpinan DPR RI sekaligus menjadi bagian penting dari partai politik masing-masing.
“Suatu hal yang sulit saat ini menemukan jiwa politisi seperti keduanya,” tulis Ridwan.
Bagi Ridwan, politik seharusnya tidak melulu soal siapa yang menang, siapa yang berkuasa, atau siapa yang paling kuat.
Politik juga harus punya dampak nyata bagi masyarakat. Mulai dari menjaga keamanan, menciptakan kenyamanan, sampai membangun demokrasi yang semakin dewasa.
Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 pun dinilai menjadi waktu yang tepat untuk kembali mengingat bahwa persatuan harus tetap menjadi prioritas.
Ridwan berharap para elite politik dapat menunjukkan gaya berdemokrasi yang lebih elegan dengan mengedepankan kepentingan masyarakat dan persatuan nasional.
“Politik bukan sekadar merebut kekuasaan, tapi bagaimana politik mampu menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat serta meningkatkan kesadaran berdemokrasi yang elegan,” tulisnya.
Ia juga berharap Puan Maharani dan Sufmi Dasco Ahmad terus memainkan peran dalam menjaga komunikasi politik sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi demokrasi.
Menurutnya, masyarakat membutuhkan contoh dari para elite bahwa perbedaan politik tidak harus selalu berujung pada konflik.
Demokrasi justru akan semakin kuat ketika para politisi mampu berkompetisi secara sehat, tetap membuka ruang komunikasi, dan menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok.
“Teruslah berjuang Mbak Puan dan Bang Dasco agar kami masyarakat percaya dan yakin bahwa masih ada asa harapan memperbaiki bangsa ini lebih baik lagi,” tulis Ridwan.
Pada akhirnya, momentum kemerdekaan bukan hanya soal seremoni dan perayaan. Ada pesan yang jauh lebih besar, yakni bagaimana seluruh elemen bangsa menjaga persatuan di tengah perbedaan.
Bagi Ridwan 98, Puan Maharani dan Sufmi Dasco Ahmad diharapkan terus menjadi bagian dari upaya tersebut, sehingga politik Indonesia bisa berjalan lebih dewasa, demokratis, dan tetap berpihak pada kepentingan masyarakat.***







