• Tentang Kami
Saturday, August 8, 2026
Muda Belia
  • Home
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
  • Karier
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Teknologi
No Result
View All Result
Muda Belia
  • Home
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
  • Karier
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Teknologi
No Result
View All Result
Muda Belia
No Result
View All Result
Home Berita & Tren

Keadilan Sosial Dipertanyakan, Nelayan Pesawaran Minta Hak Melaut Tetap Terjaga

Melda by Melda
June 1, 2026
in Berita & Tren

Daftar Isi

    • You might also like
    • Lamtim Disebut “Bangkrut”: PAD dari Kekayaan Daerah Cuma Rp3 Miliar, Belanja Pegawai Tembus Rp895 Miliar
    • Dari Waktu hingga Kehilangan, “Puisi 68” Membuka Ruang Renungan Baru Karya Isbedy Stiawan ZS
    • Wabup Agus Suranto Lantik Sekretaris Disdukcapil, Auditor dan Guru, Dorong Pelayanan Publik Makin Cepat dan Humanis
  • Ketika Janji dan Harapan Masih Ditunggu
  • Nelayan dan Laut yang Tak Terpisahkan
  • Perspektif Pengelola dan Pemerintah
  • Pancasila dan Jalan Tengah
  • Menunggu Solusi Konkret

MUDA BELIA- Tepat pada momentum Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026, Provinsi Lampung mencatat sejarah baru dengan hadirnya hotel bintang lima pertama di kawasan pesisir Kabupaten Pesawaran, yakni Marriott Resort & Spa Lampung.

Kehadiran investasi pariwisata berskala besar itu tentu menjadi kabar baik bagi pertumbuhan ekonomi daerah, penciptaan lapangan kerja, dan promosi destinasi wisata Lampung ke tingkat nasional maupun internasional.

You might also like

Lamtim Disebut “Bangkrut”: PAD dari Kekayaan Daerah Cuma Rp3 Miliar, Belanja Pegawai Tembus Rp895 Miliar

Dari Waktu hingga Kehilangan, “Puisi 68” Membuka Ruang Renungan Baru Karya Isbedy Stiawan ZS

Wabup Agus Suranto Lantik Sekretaris Disdukcapil, Auditor dan Guru, Dorong Pelayanan Publik Makin Cepat dan Humanis

Namun di balik kemegahan hotel dan optimisme investasi tersebut, muncul pertanyaan yang terus bergema dari sebagian masyarakat pesisir: apakah pembangunan telah berjalan seiring dengan keadilan sosial bagi masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari laut?

Ketika Janji dan Harapan Masih Ditunggu

Dua tahun lalu, Wakil Bupati Pesawaran, Antonius Muhammad Ali, pernah menyampaikan komitmennya untuk membela kepentingan nelayan selama perjuangan tersebut dilakukan demi kebaikan bersama.

Pernyataan itu hingga kini masih diingat oleh sebagian nelayan yang berharap pemerintah daerah dapat menjadi jembatan antara kepentingan investasi dan keberlangsungan mata pencaharian masyarakat pesisir.

Bagi mereka, persoalan utama bukanlah keberadaan hotel.

Sebagian besar nelayan justru mengaku mendukung pengembangan sektor pariwisata yang diyakini mampu menggerakkan ekonomi lokal.

Yang menjadi persoalan adalah keberadaan jaring dan pelampung pembatas laut yang menurut mereka membatasi ruang gerak saat mencari ikan dan cumi-cumi.

Nelayan dan Laut yang Tak Terpisahkan

Dalam sejumlah forum dialog dengan pihak terkait, nelayan menyampaikan bahwa laut bukan sekadar ruang kerja, melainkan sumber kehidupan yang telah diwariskan turun-temurun.

Mereka mengaku kesulitan menjangkau sejumlah titik tangkap ketika arah angin membawa perahu menuju area yang kini dipasangi pembatas.

Bagi nelayan tradisional, perubahan kecil dalam akses laut bisa berdampak besar terhadap hasil tangkapan harian.

Keluhan yang muncul bukan hanya soal jarak tempuh, tetapi juga mengenai efektivitas mereka mencari nafkah di tengah kondisi cuaca dan arus laut yang terus berubah.

Perspektif Pengelola dan Pemerintah

Di sisi lain, pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung menjelaskan bahwa pemasangan pembatas laut dilakukan dengan tujuan menjaga kawasan pesisir dari sampah, melindungi ekosistem perairan, serta mendukung pengelolaan terumbu karang buatan yang menjadi bagian dari kawasan wisata.

Menurut penjelasan yang disampaikan kepada media, nelayan tetap dapat memasuki area tersebut melalui mekanisme koordinasi atau pemberitahuan kepada pihak pengelola.

Namun persoalan berikutnya muncul ketika sebagian nelayan mengaku belum mengetahui secara pasti prosedur maupun kontak yang dapat dihubungi untuk memperoleh akses tersebut.

Akibatnya, komunikasi yang belum sepenuhnya terbuka justru menimbulkan persepsi berbeda di lapangan.

Pancasila dan Jalan Tengah

Jika melihat persoalan ini dari sudut pandang Pancasila, terutama sila kelima tentang Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, maka tantangan sesungguhnya bukan memilih antara investasi atau nelayan.

Yang dibutuhkan adalah menemukan titik temu agar keduanya dapat berjalan berdampingan.

Investasi memang penting untuk pertumbuhan ekonomi daerah.

Namun masyarakat lokal juga harus merasakan manfaat yang nyata dan tidak kehilangan akses terhadap sumber penghidupan yang telah mereka jalani selama puluhan tahun.

Sebaliknya, pengembangan pariwisata yang berkelanjutan juga membutuhkan dukungan masyarakat sekitar agar tercipta hubungan yang harmonis antara investor dan warga.

Menunggu Solusi Konkret

Hingga kini, sejumlah nelayan masih berharap adanya dialog yang lebih intensif dan terbuka antara pemerintah daerah, pengelola kawasan wisata, serta masyarakat pesisir.

Harapan mereka sederhana: akses yang jelas, komunikasi yang transparan, dan solusi yang memungkinkan aktivitas nelayan tetap berjalan tanpa menghambat pengembangan sektor pariwisata.

Pada akhirnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari berdirinya bangunan megah atau masuknya investasi besar, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan manfaat yang dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

Pertanyaan yang muncul hari ini bukan sekadar apakah Pancasila masih sakti.

Melainkan bagaimana nilai-nilai Pancasila diwujudkan dalam kebijakan dan tindakan nyata, sehingga pembangunan ekonomi dan keadilan sosial dapat berjalan seiring di pesisir Lampung.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: Antonius Muhammad AliDKP LampungHari Lahir Pancasila 2026Investasi PariwisataKonflik NelayanMarriott Resort & Spa LampungNelayan PesawaranPancasilaPesawaranWisata Lampung
Previous Post

BOSDA Belum Cair, Hibah SMA Siger dan Insentif Kepsek Miliaran Malah Jadi Sorotan

Next Post

Kejati Lampung Disorot, Abdullah Sani Laporkan Yayasan Pendidikan Terkait Dugaan Penggunaan Fasilitas Sekolah Negeri

Related Posts

Lamtim Disebut “Bangkrut”: PAD dari Kekayaan Daerah Cuma Rp3 Miliar, Belanja Pegawai Tembus Rp895 Miliar
Berita & Tren

Lamtim Disebut “Bangkrut”: PAD dari Kekayaan Daerah Cuma Rp3 Miliar, Belanja Pegawai Tembus Rp895 Miliar

by Melda
August 7, 2026
Dari Waktu hingga Kehilangan, “Puisi 68” Membuka Ruang Renungan Baru Karya Isbedy Stiawan ZS
Berita & Tren

Dari Waktu hingga Kehilangan, “Puisi 68” Membuka Ruang Renungan Baru Karya Isbedy Stiawan ZS

by Melda
August 6, 2026
Wabup Agus Suranto Lantik Sekretaris Disdukcapil, Auditor dan Guru, Dorong Pelayanan Publik Makin Cepat dan Humanis
Berita & Tren

Wabup Agus Suranto Lantik Sekretaris Disdukcapil, Auditor dan Guru, Dorong Pelayanan Publik Makin Cepat dan Humanis

by Melda
August 6, 2026
Di Tengah Kasus Mafia Tanah, Way Kanan Malah Rogoh Rp915,6 Miliar Buat Belanja ASN dan DPRD, Warga Masih Keluhkan Jalan Rusak
Berita & Tren

Di Tengah Kasus Mafia Tanah, Way Kanan Malah Rogoh Rp915,6 Miliar Buat Belanja ASN dan DPRD, Warga Masih Keluhkan Jalan Rusak

by Melda
August 6, 2026
UTB Gercep Gandeng Pemkab Pesisir Barat, Kolaborasi Ini Siap Bikin Daerah Makin Maju!
Berita & Tren

UTB Gercep Gandeng Pemkab Pesisir Barat, Kolaborasi Ini Siap Bikin Daerah Makin Maju!

by Melda
August 6, 2026
Next Post
Kejati Lampung Disorot, Abdullah Sani Laporkan Yayasan Pendidikan Terkait Dugaan Penggunaan Fasilitas Sekolah Negeri

Kejati Lampung Disorot, Abdullah Sani Laporkan Yayasan Pendidikan Terkait Dugaan Penggunaan Fasilitas Sekolah Negeri

Publik Pertanyakan Pengelolaan Hibah Pendidikan di Bandar Lampung

Kasus MBG Bandar Lampung Belum Tuntas, Publik Minta Hasil Pemeriksaan Dibuka Terang-Benderang

Kasus MBG Bandar Lampung Belum Tuntas, Publik Minta Hasil Pemeriksaan Dibuka Terang-Benderang

SMA Siger 1 Gelar Perpisahan di Tengah Sorotan Publik, Bakal Pindah atau Tutup Jejak?

SMA Siger 1 Gelar Perpisahan di Tengah Sorotan Publik, Bakal Pindah atau Tutup Jejak?

Heboh Isu Kebun Masyarakat 20 Persen Dihapus! Laskar Lampung Bongkar Fakta Hukumnya

Heboh Isu Kebun Masyarakat 20 Persen Dihapus! Laskar Lampung Bongkar Fakta Hukumnya

Recommended

FENOMENA DIGITAL NOMAD: HIDUP BEBAS DENGAN FINANSIAL SEHAT

FENOMENA DIGITAL NOMAD: HIDUP BEBAS DENGAN FINANSIAL SEHAT

June 8, 2025
Tips Jitu Biar Nilai Bagus Tapi Tetap Santai

Tips Jitu Biar Nilai Bagus Tapi Tetap Santai

July 4, 2025

Categories

  • Berita & Tren
  • Gaya Hidup & Hiburan
  • Hobi & Komunitas
  • Karier & Pengembangan Diri
  • Kesehatan & Wellness
  • Keuangan & Investasi
  • Teknologi & Digital
  • Uncategorized

Don't miss it

Lamtim Disebut “Bangkrut”: PAD dari Kekayaan Daerah Cuma Rp3 Miliar, Belanja Pegawai Tembus Rp895 Miliar
Berita & Tren

Lamtim Disebut “Bangkrut”: PAD dari Kekayaan Daerah Cuma Rp3 Miliar, Belanja Pegawai Tembus Rp895 Miliar

August 7, 2026
Dari Waktu hingga Kehilangan, “Puisi 68” Membuka Ruang Renungan Baru Karya Isbedy Stiawan ZS
Berita & Tren

Dari Waktu hingga Kehilangan, “Puisi 68” Membuka Ruang Renungan Baru Karya Isbedy Stiawan ZS

August 6, 2026
Wabup Agus Suranto Lantik Sekretaris Disdukcapil, Auditor dan Guru, Dorong Pelayanan Publik Makin Cepat dan Humanis
Berita & Tren

Wabup Agus Suranto Lantik Sekretaris Disdukcapil, Auditor dan Guru, Dorong Pelayanan Publik Makin Cepat dan Humanis

August 6, 2026
Di Tengah Kasus Mafia Tanah, Way Kanan Malah Rogoh Rp915,6 Miliar Buat Belanja ASN dan DPRD, Warga Masih Keluhkan Jalan Rusak
Berita & Tren

Di Tengah Kasus Mafia Tanah, Way Kanan Malah Rogoh Rp915,6 Miliar Buat Belanja ASN dan DPRD, Warga Masih Keluhkan Jalan Rusak

August 6, 2026
UTB Gercep Gandeng Pemkab Pesisir Barat, Kolaborasi Ini Siap Bikin Daerah Makin Maju!
Berita & Tren

UTB Gercep Gandeng Pemkab Pesisir Barat, Kolaborasi Ini Siap Bikin Daerah Makin Maju!

August 6, 2026
Terbongkar! Dugaan Penipuan Proyek Rumah Sakit Unila, Korban Setor Rp400 Juta
Berita & Tren

Terbongkar! Dugaan Penipuan Proyek Rumah Sakit Unila, Korban Setor Rp400 Juta

August 5, 2026
Muda Belia

Media online yang dibuat khusus buat anak muda yang pengen tetap update, berkembang, dan terinspirasi!

Categories

  • Berita & Tren
  • Gaya Hidup & Hiburan
  • Hobi & Komunitas
  • Karier & Pengembangan Diri
  • Kesehatan & Wellness
  • Keuangan & Investasi
  • Teknologi & Digital
  • Uncategorized

Browse by Tag

anak muda AnakMuda AnakMudaProduktif AntiBokek AturDuit Bandar Lampung ContentCreator CuanMaksimal DPRD Bandar Lampung DuniaKerja Eva Dwiana FinancialFreedom FinancialGoals GenAlpha generasi alpha generasi z GenZ GenZFinance GenZMoney GenZStyle GenZTech GenZWellness investasi KerjaCerdas Keuangan KeuanganAnakMuda KeuanganSehat Lampung LevelUp lifestyleanakmuda MentalHealth MentalHealthMatters MindfulLiving PassiveIncome PersonalBranding SelfCare SideHustle SmartMoney SmartSpending SMA Siger Tips Trik WorkFromAnywhere WorkLifeBalance WorkSmart

Recent News

Lamtim Disebut “Bangkrut”: PAD dari Kekayaan Daerah Cuma Rp3 Miliar, Belanja Pegawai Tembus Rp895 Miliar

Lamtim Disebut “Bangkrut”: PAD dari Kekayaan Daerah Cuma Rp3 Miliar, Belanja Pegawai Tembus Rp895 Miliar

August 7, 2026
Dari Waktu hingga Kehilangan, “Puisi 68” Membuka Ruang Renungan Baru Karya Isbedy Stiawan ZS

Dari Waktu hingga Kehilangan, “Puisi 68” Membuka Ruang Renungan Baru Karya Isbedy Stiawan ZS

August 6, 2026

© 2025 Mudabelia.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
  • Karier
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Teknologi

© 2025 Mudabelia.com