Daftar Isi
MUDA BELIA— Guys, kabar dari dunia pendidikan nih! Komisi 4 DPRD Kota Bandar Lampung baru aja nge-boost anggaran BOSDA (Bantuan Operasional Sekolah Daerah) dari semula 6,5 miliar jadi kisaran 9–10 miliar per tahun. Tapi ada drama sedikit: beberapa pihak khawatir sekolah bakal kewalahan buat bayar listrik dan biaya operasional lainnya.
Cerita ini muncul saat Ketua Komisi 4 DPRD Bandar Lampung, Asroni Paslah, lagi sharing soal strategi anggaran, Rabu (10/12/2025). Jadi intinya, pengajuan dana 1,35 miliar untuk SMA swasta Siger dan sekitar 500 juta buat perguruan tinggi negeri ditolak. Alasannya? SMA Siger masih belum resmi izinnya dan perguruan tinggi itu bukan tanggung jawab pemerintah kota.
“Asroni bilang, ‘Aku minta semua anggaran yang nggak prioritas dialihin ke BOSDA. Biar uang komite siswa bisa di-gratisin total.’ Jadi intinya, fokus ke sekolah negeri biar lebih efisien,” kata dia.
Nah, perhitungan BOSDA + Dana BOS per siswa cuma sekitar 1,55 juta per tahun. Padahal, operasional sekolah minimal butuh dua juta per siswa. “Kalau cuma segitu, jangan sampai listrik nggak kebayar, kipas mati, ruang kelas panas, siswa bete,” jelas Asroni sambil senyum tipis. Makanya, pengalihan anggaran ini penting banget biar sekolah bisa jalan lancar tanpa drama listrik mati.
Selain itu, Asroni juga mau kolab bareng MKKS dan Universitas Lampung buat ngecek kebutuhan sekolah dan siswa lebih detail. Tujuannya? Biar anggaran benar-benar nyampe ke yang prioritas, bukan cuma numpang lewat. Dengan cara ini, SPP siswa bisa lebih tercover dan operasional sekolah bisa stabil.
Intinya, anak-anak sekolah di Bandar Lampung bisa “relax” sedikit karena BOSDA ditambah, tapi semua pihak harus tetap jeli nge-manage anggaran biar nggak ada yang keteteran. Pendidikan tetep jalan, siswa tetap happy, dan listrik kelas tetap nyala.***












