• Tentang Kami
Thursday, October 1, 2026
Muda Belia
  • Home
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
  • Karier
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Teknologi
No Result
View All Result
Muda Belia
  • Home
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
  • Karier
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Teknologi
No Result
View All Result
Muda Belia
No Result
View All Result
Home Berita & Tren

Arief Mulyadin soroti etika konfirmasi wartawan hingga larut malam di Kota Metro

Melda by Melda
September 9, 2026
in Berita & Tren

Daftar Isi

  • You might also like
  • FKKS Metro Bawa Nama Kota Pendidikan ke Rakornas Muhammadiyah di Jawa Barat
  • GEMA PUAN Mulai Panaskan 2029: Puan Maharani Didorong Masuk Radar Kepemimpinan Nasional
  • Kriyanusa 2026 Jadi Panggung Wastra Lampung Selatan, Zita Anjani Dorong Perajin Naik Kelas

MUDA BELIA— Urusan konfirmasi dalam dunia jurnalistik memang penting. Tapi, ada satu hal yang juga nggak kalah penting: tahu waktu dan tahu kondisi narasumber.

Hal inilah yang menjadi perhatian Pimpinan Perusahaan Pers Djadin Media Grup, M. Arief Mulyadin, setelah muncul praktik permintaan konfirmasi kepada seorang kepala sekolah di Kota Metro sekitar pukul 01.00 WIB.

You might also like

FKKS Metro Bawa Nama Kota Pendidikan ke Rakornas Muhammadiyah di Jawa Barat

GEMA PUAN Mulai Panaskan 2029: Puan Maharani Didorong Masuk Radar Kepemimpinan Nasional

Kriyanusa 2026 Jadi Panggung Wastra Lampung Selatan, Zita Anjani Dorong Perajin Naik Kelas

Yang menjadi sorotan, kepala sekolah tersebut diketahui sedang menjalani perawatan di rumah sakit.

Menurut Arief, kerja jurnalistik memang harus mengedepankan verifikasi, keberimbangan dan konfirmasi. Namun, bukan berarti semua konfirmasi harus dilakukan kapan saja tanpa melihat situasi.

“Kerja pers itu harus profesional, bukan untuk tendensi yang lain. Wartawan harus memahami kapan sebuah informasi memang membutuhkan respons segera dan kapan permintaan konfirmasi masih dapat dilakukan pada waktu yang lebih patut,” ujar Arief, Rabu, 9 September 2026.

Urgensi informasi harus jadi pertimbangan

Arief menjelaskan, dalam jurnalistik ada kondisi tertentu yang memang membutuhkan respons cepat.

Misalnya ketika terjadi peristiwa yang menyangkut keselamatan masyarakat, seperti aktivitas atau erupsi Gunung Anak Krakatau. Dalam situasi seperti itu, wartawan memang dituntut bergerak cepat mencari informasi dari BMKG, BPBD maupun pemerintah daerah.

Pasalnya, informasi tersebut berkaitan langsung dengan keselamatan dan kebutuhan masyarakat.

Namun, menurut Arief, standar “harus cepat” tersebut tidak bisa diterapkan ke semua jenis pemberitaan.

Ia mempertanyakan kepatutan jika persoalan yang sedang dikonfirmasi berkaitan dengan informasi dana BOS atau PIP di sebuah sekolah, tetapi pihak sekolah justru dihubungi sekitar pukul 01.00 WIB.

Apalagi, narasumber sudah menyampaikan bahwa dirinya sedang berada di rumah sakit.

“Kalau persoalannya adalah mencari informasi mengenai dana BOS atau PIP di sebuah sekolah, apakah pantas seorang jurnalis menghubungi pihak sekolah pada pukul satu malam, sementara kepala sekolah sudah menyampaikan bahwa dirinya sedang berada di rumah sakit?” katanya.

Buat Arief, kondisi narasumber tetap harus menjadi pertimbangan.

Konfirmasi memang hak wartawan. Tetapi narasumber juga punya hak untuk mendapatkan perlakuan yang patut.

Jangan sampai niat melakukan verifikasi justru berubah menjadi situasi yang membuat narasumber merasa tertekan.

“Bukan tidak mungkin, apabila dilakukan secara berulang atau dengan cara tertentu, tindakan seperti itu dapat dipersepsikan sebagai tekanan atau bahkan teror oleh pihak yang dihubungi. Karena itu, wartawan harus memahami batas antara kebutuhan verifikasi dan kepatutan dalam berkomunikasi,” ujarnya.

Jurnalistik bukan cuma soal “chat dan telepon”

Arief juga mengingatkan bahwa kerja jurnalistik sebenarnya jauh lebih kompleks daripada sekadar menghubungi seseorang untuk meminta komentar.

Ada proses yang harus dijalankan, mulai dari mencari informasi, melakukan verifikasi, check and recheck, meminta konfirmasi, menulis berita, melakukan penyuntingan hingga akhirnya dipublikasikan.

Semua proses tersebut harus berjalan dengan standar jurnalistik dan berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik.

“Tidak berarti seseorang yang melakukan konfirmasi kemudian secara otomatis seluruh aktivitasnya dapat disebut sebagai kerja jurnalis. Produk jurnalistik harus memiliki proses, standar, dan pertanggungjawaban yang jelas,” kata Arief.

Dengan kata lain, menjadi jurnalis bukan sekadar punya nomor narasumber lalu menghubunginya.

Ada tanggung jawab profesional dan kelembagaan di balik setiap berita yang dipublikasikan.

“Jurnalisme bukan sekadar siapa yang memegang telepon lalu melakukan konfirmasi. Ada tanggung jawab kelembagaan dan etik di balik sebuah produk jurnalistik,” ujarnya.

Perusahaan pers juga punya tanggung jawab

Selain menyoroti perilaku wartawan saat melakukan konfirmasi, Arief turut mengingatkan pentingnya posisi perusahaan pers.

Menurutnya, masyarakat harus bisa membedakan antara perusahaan pers, wartawan yang bekerja di dalam perusahaan pers, serta individu atau organisasi yang melakukan aktivitas publikasi secara personal.

Hal ini penting karena produk jurnalistik memiliki mekanisme pertanggungjawaban tersendiri.

Termasuk ketika ada keberatan terhadap sebuah pemberitaan, terdapat mekanisme koreksi maupun hak jawab yang perlu dijalankan.

“Kalau sebuah media menjalankan kerja jurnalistik, maka harus jelas apa perusahaan persnya, siapa yang bertanggung jawab, dan bagaimana mekanisme koreksi maupun hak jawabnya. Jangan sampai masyarakat dibuat bingung antara media pers dengan aktivitas publikasi yang dilakukan secara personal,” katanya.

Namun, Arief juga mengingatkan agar persoalan tersebut tidak langsung disimpulkan sebagai pelanggaran etik atau hukum tanpa melihat kasus secara utuh.

Menurutnya, harus ada fakta dan konteks yang jelas sebelum menentukan apakah sebuah tindakan masuk kategori pelanggaran kode etik, pelanggaran hukum atau hanya persoalan kepatutan.

Wartawan dan narasumber sama-sama punya hak

Arief menilai hubungan antara wartawan dan narasumber seharusnya tidak diposisikan sebagai hubungan yang saling berhadapan.

Wartawan memang memiliki hak untuk mendapatkan informasi dan melakukan konfirmasi.

Di sisi lain, narasumber juga memiliki hak untuk mendapatkan perlakuan yang wajar dan patut.

“Wartawan memiliki hak untuk memperoleh informasi dan melakukan konfirmasi. Narasumber juga memiliki hak untuk diperlakukan secara patut. Dua hal ini harus berjalan beriringan agar pers tetap dipercaya masyarakat,” katanya.

Menurut Arief, kritik terhadap lembaga pendidikan maupun pengawasan terhadap penggunaan dana publik seperti BOS dan PIP tetap penting.

Justru fungsi kontrol sosial merupakan salah satu bagian penting dari keberadaan pers.

Tetapi, sikap kritis bukan berarti bebas mengabaikan etika.

“Pers harus kritis, tetapi juga harus profesional. Justru karena pers memiliki fungsi kontrol sosial, standar etiknya harus semakin kuat,” pungkasnya.(*)

TAG:
Etika jurnalistik, Kode Etik Jurnalistik, wartawan, profesionalisme wartawan, perusahaan pers, konfirmasi wartawan, narasumber, pers Indonesia, media online, Kota Metro, Metro Lampung, dana BOS, dana PIP, kebebasan pers, hak jawab, hak koreksi, verifikasi berita.

DESKRIPSI:
Konfirmasi wartawan hingga pukul 01.00 WIB kepada kepala sekolah yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit menjadi sorotan Pimpinan Djadin Media Grup M. Arief Mulyadin. Ia mengingatkan pentingnya profesionalisme, kepatutan dan etika dalam menjalankan kerja jurnalistik.

Source: ALFARIEZIE
Tags: Dana BOSDana PIPDewan PersDjadin Media GrupEtika JurnalistikHak JawabHak KoreksiKebebasan PersKEJKode Etik JurnalistikKonfirmasi WartawanKota MetroM Arief MulyadinMedia OnlineMetro LampungPers IndonesiaPerusahaan PersProfesionalisme WartawanVerifikasi BeritaWartawan Profesional
Previous Post

Ada Selisih Harga Tanah, LLI Desak APH Telusuri Pengadaan Lahan Sekolah Rakyat

Next Post

Alumni Bukan Cuma Nostalgia Kampus! Budiyono Mau Jadikan 100 Ribu Lulusan Unila Kekuatan Riset dan Industri

Related Posts

FKKS Metro Bawa Nama Kota Pendidikan ke Rakornas Muhammadiyah di Jawa Barat
Berita & Tren

FKKS Metro Bawa Nama Kota Pendidikan ke Rakornas Muhammadiyah di Jawa Barat

by Melda
September 30, 2026
GEMA PUAN Mulai Panaskan 2029: Puan Maharani Didorong Masuk Radar Kepemimpinan Nasional
Berita & Tren

GEMA PUAN Mulai Panaskan 2029: Puan Maharani Didorong Masuk Radar Kepemimpinan Nasional

by Melda
September 30, 2026
Kriyanusa 2026 Jadi Panggung Wastra Lampung Selatan, Zita Anjani Dorong Perajin Naik Kelas
Berita & Tren

Kriyanusa 2026 Jadi Panggung Wastra Lampung Selatan, Zita Anjani Dorong Perajin Naik Kelas

by Melda
September 29, 2026
Bupati Egi Ajak Anak Muda Lampung Selatan Nyalakan Daya Ungkit dan Naik Kelas
Berita & Tren

Bupati Egi Ajak Anak Muda Lampung Selatan Nyalakan Daya Ungkit dan Naik Kelas

by Melda
September 29, 2026
Dana Revitalisasi SMK Tembus Rp2,4 Miliar, LADAM Turun ke Lampung Tengah: Transparansinya Mana?
Berita & Tren

Dana Revitalisasi SMK Tembus Rp2,4 Miliar, LADAM Turun ke Lampung Tengah: Transparansinya Mana?

by Melda
September 28, 2026
Next Post
Alumni Bukan Cuma Nostalgia Kampus! Budiyono Mau Jadikan 100 Ribu Lulusan Unila Kekuatan Riset dan Industri

Alumni Bukan Cuma Nostalgia Kampus! Budiyono Mau Jadikan 100 Ribu Lulusan Unila Kekuatan Riset dan Industri

Kontroversi RM Sambel Seruit Bu Lin Melebar, Dugaan IPAL hingga Tapping Box Diminta Diusut

Kontroversi RM Sambel Seruit Bu Lin Melebar, Dugaan IPAL hingga Tapping Box Diminta Diusut

Waspada Guncangan Politik 2029, Ridwan 98 Soroti Menguatnya Sentimen Agama

Waspada Guncangan Politik 2029, Ridwan 98 Soroti Menguatnya Sentimen Agama

Anggaran Rp21,7 Miliar, Proyek Trotoar Sultan Agung Didorong Lebih Transparan

Anggaran Rp21,7 Miliar, Proyek Trotoar Sultan Agung Didorong Lebih Transparan

Belajar Berani, Disiplin dan Kompak Lewat Pramuka di Universitas Ma’arif Lampung

Belajar Berani, Disiplin dan Kompak Lewat Pramuka di Universitas Ma’arif Lampung

Recommended

‍♂️ Cara Menjaga Imunitas Tubuh agar Tetap Kuat: Biar Gak Gampang Sakit!

‍♂️ Cara Menjaga Imunitas Tubuh agar Tetap Kuat: Biar Gak Gampang Sakit!

August 18, 2025
GAME DENGAN STORYTELLING PALING KEREN DI 2025! SIAP BAPER, MINDBLOWN, DAN TERIAK “INI GILA!”

GAME DENGAN STORYTELLING PALING KEREN DI 2025! SIAP BAPER, MINDBLOWN, DAN TERIAK “INI GILA!”

August 18, 2025

Categories

  • Berita & Tren
  • Gaya Hidup & Hiburan
  • Hobi & Komunitas
  • Karier & Pengembangan Diri
  • Kesehatan & Wellness
  • Keuangan & Investasi
  • Teknologi & Digital
  • Uncategorized

Don't miss it

FKKS Metro Bawa Nama Kota Pendidikan ke Rakornas Muhammadiyah di Jawa Barat
Berita & Tren

FKKS Metro Bawa Nama Kota Pendidikan ke Rakornas Muhammadiyah di Jawa Barat

September 30, 2026
GEMA PUAN Mulai Panaskan 2029: Puan Maharani Didorong Masuk Radar Kepemimpinan Nasional
Berita & Tren

GEMA PUAN Mulai Panaskan 2029: Puan Maharani Didorong Masuk Radar Kepemimpinan Nasional

September 30, 2026
Kriyanusa 2026 Jadi Panggung Wastra Lampung Selatan, Zita Anjani Dorong Perajin Naik Kelas
Berita & Tren

Kriyanusa 2026 Jadi Panggung Wastra Lampung Selatan, Zita Anjani Dorong Perajin Naik Kelas

September 29, 2026
Bupati Egi Ajak Anak Muda Lampung Selatan Nyalakan Daya Ungkit dan Naik Kelas
Berita & Tren

Bupati Egi Ajak Anak Muda Lampung Selatan Nyalakan Daya Ungkit dan Naik Kelas

September 29, 2026
Dana Revitalisasi SMK Tembus Rp2,4 Miliar, LADAM Turun ke Lampung Tengah: Transparansinya Mana?
Berita & Tren

Dana Revitalisasi SMK Tembus Rp2,4 Miliar, LADAM Turun ke Lampung Tengah: Transparansinya Mana?

September 28, 2026
Bandar Lampung Expo 2026 Disorot: APBD Rp1,3 Miliar, UMKM Masih Dibebani Sewa Lapak
Berita & Tren

Bandar Lampung Expo 2026 Disorot: APBD Rp1,3 Miliar, UMKM Masih Dibebani Sewa Lapak

September 28, 2026
Muda Belia

Media online yang dibuat khusus buat anak muda yang pengen tetap update, berkembang, dan terinspirasi!

Categories

  • Berita & Tren
  • Gaya Hidup & Hiburan
  • Hobi & Komunitas
  • Karier & Pengembangan Diri
  • Kesehatan & Wellness
  • Keuangan & Investasi
  • Teknologi & Digital
  • Uncategorized

Browse by Tag

anak muda AnakMuda AnakMudaProduktif AturDuit Bandar Lampung BandarLampung berita Lampung ContentCreator CuanMaksimal DPRD Bandar Lampung DuniaKerja Eva Dwiana FinancialFreedom FinancialGoals GenAlpha generasi alpha generasi z GenZ GenZFinance GenZStyle GenZWellness investasi KerjaCerdas Keuangan KeuanganAnakMuda KeuanganSehat Lampung LevelUp lifestyleanakmuda MentalHealth MentalHealthMatters MindfulLiving PassiveIncome pendidikan Lampung PersonalBranding SelfCare SideHustle SmartMoney SmartSpending SMA Siger Tips Trik WorkFromAnywhere WorkLifeBalance WorkSmart

Recent News

FKKS Metro Bawa Nama Kota Pendidikan ke Rakornas Muhammadiyah di Jawa Barat

FKKS Metro Bawa Nama Kota Pendidikan ke Rakornas Muhammadiyah di Jawa Barat

September 30, 2026
GEMA PUAN Mulai Panaskan 2029: Puan Maharani Didorong Masuk Radar Kepemimpinan Nasional

GEMA PUAN Mulai Panaskan 2029: Puan Maharani Didorong Masuk Radar Kepemimpinan Nasional

September 30, 2026

© 2025 Mudabelia.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
  • Karier
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Teknologi

© 2025 Mudabelia.com