• Tentang Kami
Tuesday, October 20, 2026
Muda Belia
  • Home
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
  • Karier
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Teknologi
No Result
View All Result
Muda Belia
  • Home
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
  • Karier
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Teknologi
No Result
View All Result
Muda Belia
No Result
View All Result
Home Berita & Tren

GEMA PUAN Mulai Panaskan 2029: Puan Maharani Didorong Masuk Radar Kepemimpinan Nasional

Melda by Melda
September 30, 2026
in Berita & Tren

Daftar Isi

  • You might also like
  • Dr. Budiono Bertemu Parosil, Bukan Tak Mungkin Unila Buka Kampus B seperti di Way Kanan
  • Dekat dengan Parosil Mabsus, Dr. Budiono Buka Peluang Kolaborasi Unila dan Lampung Barat
  • Bukan Cuma Kampus, Unila Harus Punya Dampak! Budiyono Bawa Semangat Go Beyond untuk Lampung
  • 2029 Masih Jauh, Tapi Pembahasannya Sudah Dimulai
  • Puan Jangan Cuma Andalkan Jabatan
  • Jangan Sampai Politik Cuma Jadi Urusan Elite
  • Puan Diminta Turun, Bukan Hanya Bicara dari Podium
  • GEMA PUAN Siapkan Konsolidasi
  • 2029 Bukan Sekadar Ganti Presiden

MUDA BELIA— Politik Indonesia mulai ramai lagi. Belum selesai publik membahas berbagai dinamika politik nasional, kini perhatian kembali tertuju pada perkara yang mempersoalkan syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Mahkamah Konstitusi (MK).

Di tengah situasi itu, Generasi Muda Pejuang Nusantara atau GEMA PUAN mulai membuka wacana lain: siapa yang akan dipertimbangkan sebagai calon pemimpin nasional pada 2029?

You might also like

Dr. Budiono Bertemu Parosil, Bukan Tak Mungkin Unila Buka Kampus B seperti di Way Kanan

Dekat dengan Parosil Mabsus, Dr. Budiono Buka Peluang Kolaborasi Unila dan Lampung Barat

Bukan Cuma Kampus, Unila Harus Punya Dampak! Budiyono Bawa Semangat Go Beyond untuk Lampung

Nama yang mereka dorong adalah Puan Maharani.

Ketua Umum GEMA PUAN, Ridwan, mengatakan anak muda tidak seharusnya cuma menjadi penonton dalam permainan politik nasional.

Menurutnya, generasi muda harus mulai ikut membahas masa depan Indonesia sejak sekarang, bukan baru ramai ketika baliho dan kampanye mulai memenuhi jalan.

“Indonesia tidak boleh terus-menerus hanya menjadi arena pertarungan elite. Generasi muda harus berani berbicara tentang siapa yang akan memimpin bangsa ini dan ke mana Indonesia akan dibawa,” kata Ridwan.

2029 Masih Jauh, Tapi Pembahasannya Sudah Dimulai

Buat sebagian orang, membicarakan Pilpres 2029 sekarang mungkin terasa terlalu cepat.

Namun GEMA PUAN justru melihat waktunya sudah tepat.

Ridwan mengatakan masyarakat memiliki waktu untuk melihat siapa saja figur yang berpotensi masuk dalam kontestasi. Bukan sekadar melihat popularitas, tetapi juga rekam jejak, pengalaman, gagasan dan cara seorang figur menjawab persoalan masyarakat.

“Kenapa harus menunggu 2029 baru bicara? Justru sekarang waktunya masyarakat bertanya: siapa yang memiliki pengalaman, siapa yang punya gagasan, dan siapa yang siap memimpin Indonesia?” ujarnya.

Dalam konteks itu, GEMA PUAN memasukkan Puan Maharani dalam pembicaraan tersebut.

Puan saat ini menjabat sebagai Ketua DPR RI. Namun bagi Ridwan, jabatan saja tidak cukup untuk menjadi modal menuju kepemimpinan nasional.

Puan Jangan Cuma Andalkan Jabatan

GEMA PUAN bahkan menantang Puan untuk membuka diri terhadap penilaian publik.

Bukan hanya dipuji.

Bukan hanya didukung.

Tetapi juga dikritik dan dipertanyakan.

“Puan harus diuji oleh publik. Gagasannya harus diuji. Rekam jejaknya harus dibuka. Kemampuannya harus dipertanyakan. Kalau memang ingin menjadi pemimpin Indonesia, jangan takut diuji rakyat,” tegas Ridwan.

Pesannya cukup jelas: kalau ingin masuk arena Pilpres 2029, seorang figur harus siap menghadapi publik yang semakin kritis.

Apalagi generasi muda sekarang punya akses informasi yang jauh lebih luas. Rekam jejak seorang pejabat bisa dengan mudah ditelusuri, dibandingkan hanya mengandalkan pencitraan atau popularitas.

Jangan Sampai Politik Cuma Jadi Urusan Elite

Ridwan juga menyoroti sikap apatis sebagian anak muda terhadap politik.

Menurutnya, masih banyak generasi muda yang menganggap politik sebagai urusan elite di gedung parlemen.

Padahal, keputusan politik akhirnya berhubungan langsung dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Harga kebutuhan pokok, lapangan pekerjaan, pendidikan, transportasi, ekonomi digital hingga masa depan anak muda semuanya berkaitan dengan kebijakan politik.

“Kalau anak muda menyerahkan politik hanya kepada elite, maka jangan heran kalau masa depan bangsa juga ditentukan elite,” katanya.

Karena itu, GEMA PUAN ingin mendorong lebih banyak diskusi publik mengenai siapa dan seperti apa pemimpin Indonesia berikutnya.

Puan Diminta Turun, Bukan Hanya Bicara dari Podium

Ada satu pesan khusus yang disampaikan Ridwan kepada Puan Maharani.

Jika memang ingin dipertimbangkan sebagai pemimpin nasional, Puan diminta tidak hanya mengandalkan posisi sebagai Ketua DPR.

Ia juga diminta lebih banyak turun dan mendengar masyarakat.

“Kalau Puan ingin memimpin Indonesia, jangan hanya bicara dari podium parlemen. Datang kepada rakyat. Dengarkan petani, nelayan, buruh, mahasiswa, perempuan, pelaku UMKM dan anak-anak muda. Dengarkan mereka sebelum meminta mereka memilih,” ujar Ridwan.

Menurutnya, pemimpin masa depan harus memahami persoalan masyarakat secara langsung.

Bukan sekadar melihat Indonesia dari ruang rapat.

GEMA PUAN Siapkan Konsolidasi

GEMA PUAN menyatakan akan memperluas komunikasi dengan kelompok masyarakat di berbagai daerah.

Namun Ridwan menegaskan bahwa gerakan tersebut tidak ingin berhenti pada pemasangan baliho atau sekadar membangun popularitas figur.

“Kami tidak ingin GEMA PUAN menjadi sekadar organisasi yang memasang baliho. Kami ingin menjadi gerakan yang membangun kesadaran politik masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan dukungan terhadap Puan tidak harus berubah menjadi permusuhan dengan kelompok politik lain.

“Berbeda pilihan politik bukan berarti harus bermusuhan. Kami akan memperjuangkan Puan dengan gagasan, bukan dengan kebencian,” katanya.

2029 Bukan Sekadar Ganti Presiden

Bagi GEMA PUAN, Pemilu 2029 bukan hanya soal mengganti atau mempertahankan figur.

Yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat memiliki cukup waktu untuk mengenal dan menguji para calon pemimpin.

Ridwan mengatakan perdebatan mengenai calon pemimpin nasional seharusnya tidak baru dimulai ketika masa kampanye tiba.

“Kami ingin membuka perdebatan itu dari sekarang. Kalau Puan memang layak, biarkan publik mengujinya. Kalau ada kritik, sampaikan. Kalau ada kelemahan, bongkar. Tetapi jangan membunuh diskusi sebelum masyarakat diberi kesempatan mengenal dan menilai,” ujarnya.

Ia menambahkan, GEMA PUAN siap membawa diskusi tersebut ke berbagai daerah.

“Bagi kami, 2029 bukan sekadar pergantian presiden. Ini kesempatan untuk menentukan arah Indonesia berikutnya.”

Pesan terakhir GEMA PUAN sederhana: anak muda jangan cuma scroll politik di media sosial. Kalau masa depan Indonesia ingin dibicarakan, generasi muda juga harus ikut masuk dalam percakapannya.

Dan bagi GEMA PUAN, Puan Maharani adalah salah satu figur yang ingin mereka dorong untuk masuk dalam percakapan tersebut—untuk dikenal, dikritik, diuji, dan dinilai oleh publik.***

Source: MUHAMMAD ALFARIEZIE
Tags: DPRRIGemaPuanGenerasiMudaPilpres2029PolitikIndonesiaPolitikNasionalPuanMaharani
Previous Post

Kriyanusa 2026 Jadi Panggung Wastra Lampung Selatan, Zita Anjani Dorong Perajin Naik Kelas

Next Post

FKKS Metro Bawa Nama Kota Pendidikan ke Rakornas Muhammadiyah di Jawa Barat

Related Posts

Dr. Budiono Bertemu Parosil, Bukan Tak Mungkin Unila Buka Kampus B seperti di Way Kanan
Berita & Tren

Dr. Budiono Bertemu Parosil, Bukan Tak Mungkin Unila Buka Kampus B seperti di Way Kanan

by Melda
October 18, 2026
Dekat dengan Parosil Mabsus, Dr. Budiono Buka Peluang Kolaborasi Unila dan Lampung Barat
Berita & Tren

Dekat dengan Parosil Mabsus, Dr. Budiono Buka Peluang Kolaborasi Unila dan Lampung Barat

by Melda
October 17, 2026
Bukan Cuma Kampus, Unila Harus Punya Dampak! Budiyono Bawa Semangat Go Beyond untuk Lampung
Berita & Tren

Bukan Cuma Kampus, Unila Harus Punya Dampak! Budiyono Bawa Semangat Go Beyond untuk Lampung

by Melda
October 17, 2026
Dr. Budiono Ingin Unila Lebih Dekat dengan Alumni, Bukan Cuma Dicari saat Butuh
Berita & Tren

Dr. Budiono Ingin Unila Lebih Dekat dengan Alumni, Bukan Cuma Dicari saat Butuh

by Melda
October 16, 2026
Bukan Cuma Teori, BNNK Lampung Selatan Ajak Pelajar Jadi Garda Depan Lawan Narkoba
Berita & Tren

Bukan Cuma Teori, BNNK Lampung Selatan Ajak Pelajar Jadi Garda Depan Lawan Narkoba

by Melda
October 16, 2026
Next Post
FKKS Metro Bawa Nama Kota Pendidikan ke Rakornas Muhammadiyah di Jawa Barat

FKKS Metro Bawa Nama Kota Pendidikan ke Rakornas Muhammadiyah di Jawa Barat

Bayu Teguh Pranoto Dalami Ilmu Mediasi, Perwapus PSHT Dorong Perselisihan Diselesaikan Lewat Jalur Damai

Bayu Teguh Pranoto Dalami Ilmu Mediasi, Perwapus PSHT Dorong Perselisihan Diselesaikan Lewat Jalur Damai

Generasi Muda dan Batik, SMK Mathla’un Nur Dorong Budaya Tak Berhenti Jadi Seremonial

Generasi Muda dan Batik, SMK Mathla’un Nur Dorong Budaya Tak Berhenti Jadi Seremonial

Ribuan Kilometer dari Lampung, Montana Karya Muhammad Alfariezie Menemukan Rumah di Perpustakaan Leiden

Ribuan Kilometer dari Lampung, Montana Karya Muhammad Alfariezie Menemukan Rumah di Perpustakaan Leiden

Porselen China dan Vietnam Ditemukan, Situs Bersejarah Bandar Lampung Menanti Penelitian Ilmiah

Porselen China dan Vietnam Ditemukan, Situs Bersejarah Bandar Lampung Menanti Penelitian Ilmiah

Recommended

KENAPA BANYAK ANAK MUDA GAMPANG BURNOUT? YUK,CARI TAHU!

KENAPA BANYAK ANAK MUDA GAMPANG BURNOUT? YUK,CARI TAHU!

August 4, 2025
Kenapa Anak Muda Harus Minum Air Lebih Banyak? Bukan Cuma Biar Gak Haus!

Kenapa Anak Muda Harus Minum Air Lebih Banyak? Bukan Cuma Biar Gak Haus!

June 18, 2025

Categories

  • Berita & Tren
  • Gaya Hidup & Hiburan
  • Hobi & Komunitas
  • Karier & Pengembangan Diri
  • Kesehatan & Wellness
  • Keuangan & Investasi
  • Teknologi & Digital
  • Uncategorized

Don't miss it

Dr. Budiono Bertemu Parosil, Bukan Tak Mungkin Unila Buka Kampus B seperti di Way Kanan
Berita & Tren

Dr. Budiono Bertemu Parosil, Bukan Tak Mungkin Unila Buka Kampus B seperti di Way Kanan

October 18, 2026
Dekat dengan Parosil Mabsus, Dr. Budiono Buka Peluang Kolaborasi Unila dan Lampung Barat
Berita & Tren

Dekat dengan Parosil Mabsus, Dr. Budiono Buka Peluang Kolaborasi Unila dan Lampung Barat

October 17, 2026
Bukan Cuma Kampus, Unila Harus Punya Dampak! Budiyono Bawa Semangat Go Beyond untuk Lampung
Berita & Tren

Bukan Cuma Kampus, Unila Harus Punya Dampak! Budiyono Bawa Semangat Go Beyond untuk Lampung

October 17, 2026
Dr. Budiono Ingin Unila Lebih Dekat dengan Alumni, Bukan Cuma Dicari saat Butuh
Berita & Tren

Dr. Budiono Ingin Unila Lebih Dekat dengan Alumni, Bukan Cuma Dicari saat Butuh

October 16, 2026
Bukan Cuma Teori, BNNK Lampung Selatan Ajak Pelajar Jadi Garda Depan Lawan Narkoba
Berita & Tren

Bukan Cuma Teori, BNNK Lampung Selatan Ajak Pelajar Jadi Garda Depan Lawan Narkoba

October 16, 2026
Wartawan Senior Nelson Diduga Diintimidasi, PRO RAKYAT Desak Kapolda Lampung Bergerak
Berita & Tren

Wartawan Senior Nelson Diduga Diintimidasi, PRO RAKYAT Desak Kapolda Lampung Bergerak

October 16, 2026
Muda Belia

Media online yang dibuat khusus buat anak muda yang pengen tetap update, berkembang, dan terinspirasi!

Categories

  • Berita & Tren
  • Gaya Hidup & Hiburan
  • Hobi & Komunitas
  • Karier & Pengembangan Diri
  • Kesehatan & Wellness
  • Keuangan & Investasi
  • Teknologi & Digital
  • Uncategorized

Browse by Tag

anak muda AnakMuda AnakMudaProduktif AturDuit Bandar Lampung BandarLampung berita Lampung ContentCreator CuanMaksimal DPRD Bandar Lampung DuniaKerja Eva Dwiana FinancialFreedom FinancialGoals GenAlpha generasi alpha generasi z GenZ GenZFinance GenZStyle GenZWellness investasi KerjaCerdas Keuangan KeuanganAnakMuda KeuanganSehat Lampung LevelUp lifestyleanakmuda MentalHealth MentalHealthMatters MindfulLiving PassiveIncome pendidikan Lampung PersonalBranding SelfCare SideHustle SmartMoney SmartSpending SMA Siger Tips Trik WorkFromAnywhere WorkLifeBalance WorkSmart

Recent News

Dr. Budiono Bertemu Parosil, Bukan Tak Mungkin Unila Buka Kampus B seperti di Way Kanan

Dr. Budiono Bertemu Parosil, Bukan Tak Mungkin Unila Buka Kampus B seperti di Way Kanan

October 18, 2026
Dekat dengan Parosil Mabsus, Dr. Budiono Buka Peluang Kolaborasi Unila dan Lampung Barat

Dekat dengan Parosil Mabsus, Dr. Budiono Buka Peluang Kolaborasi Unila dan Lampung Barat

October 17, 2026

© 2025 Mudabelia.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
  • Karier
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Teknologi

© 2025 Mudabelia.com