• Tentang Kami
Tuesday, October 27, 2026
Muda Belia
  • Home
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
  • Karier
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Teknologi
No Result
View All Result
Muda Belia
  • Home
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
  • Karier
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Teknologi
No Result
View All Result
Muda Belia
No Result
View All Result
Home Berita & Tren

Ribuan Kilometer dari Lampung, Montana Karya Muhammad Alfariezie Menemukan Rumah di Perpustakaan Leiden

Melda by Melda
October 5, 2026
in Berita & Tren

Daftar Isi

  • You might also like
  • IBN Pringsewu Hadirkan Pakar AI dari Malaysia, Mahasiswa Diingatkan Jangan Asal Pakai ChatGPT!
  • Green Policing di Batu Perahu Krakatoa, Polres Lampung Selatan Ajak Gen Z Ikut Jaga Bumi!
  • Unila Go Beyond Achievement! Dr. Budiono Dorong Kampus Mendunia dan Berdampak Nyata
  • Jejak Karya dari Bandar Lampung
  • Sastra sebagai Perjalanan Panjang

MUDA BELIA- Perjalanan sebuah karya sastra terkadang mampu melampaui ruang tempat karya itu dilahirkan. Hal tersebut dialami penyair generasi baru Indonesia, Muhammad Alfariezie, setelah buku berjudul Montana diketahui masuk dalam koleksi perpustakaan Universiteit Leiden, Belanda.

Keberadaan Montana dalam katalog koleksi perpustakaan Universiteit Leiden menjadi jejak tersendiri dalam perjalanan kepengarangan Alfariezie. Buku yang lahir dari proses kreatif seorang penyair asal Bandar Lampung itu kini tercatat berdampingan dengan berbagai khazanah pengetahuan dan literatur yang dihimpun salah satu institusi akademik tertua di Eropa.

You might also like

IBN Pringsewu Hadirkan Pakar AI dari Malaysia, Mahasiswa Diingatkan Jangan Asal Pakai ChatGPT!

Green Policing di Batu Perahu Krakatoa, Polres Lampung Selatan Ajak Gen Z Ikut Jaga Bumi!

Unila Go Beyond Achievement! Dr. Budiono Dorong Kampus Mendunia dan Berdampak Nyata

Bagi Alfariezie, keberadaan bukunya di perpustakaan tersebut merupakan sesuatu yang tidak pernah secara khusus dibayangkan ketika Montana ditulis dan diterbitkan.

“Saya benar-benar tidak menyangka. Ketika menulis Montana, yang ada dalam pikiran saya hanya bagaimana karya itu bisa selesai dan dapat dibaca. Saya tidak pernah membayangkan bahwa buku tersebut kemudian sampai ke perpustakaan Universiteit Leiden,” kata Muhammad Alfariezie.

Menurut Alfariezie, masuknya sebuah buku ke dalam koleksi perpustakaan universitas di luar negeri memiliki makna lebih dari sekadar perjalanan sebuah benda dari satu tempat ke tempat lain.

Buku, menurut dia, juga dapat menjadi bagian dari perjalanan gagasan dan kebudayaan Indonesia yang berpotensi dibaca dalam ruang akademik internasional.

“Bagi saya, ini bukan semata-mata tentang nama saya sebagai penulis. Ada perasaan bahwa jerih payah berkarya dari Bandar Lampung ternyata dapat menempuh perjalanan yang begitu jauh. Itu membuat saya bersyukur sekaligus semakin merasa bahwa karya sastra harus terus dikerjakan dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.

Jejak Karya dari Bandar Lampung

Alfariezie dikenal sebagai penyair dan penulis yang tumbuh dalam lingkungan kebudayaan Lampung. Karya-karyanya banyak bergerak di antara pengalaman personal, kehidupan sosial, kritik terhadap realitas, serta lanskap masyarakat yang ditemuinya sehari-hari.

Dalam perjalanan kreatifnya, ia tidak hanya menempatkan puisi sebagai permainan bahasa, tetapi juga sebagai ruang untuk merekam zaman. Sejumlah karyanya memperlihatkan kecenderungan tersebut melalui pertemuan antara persoalan sosial, politik, manusia, lingkungan, dan kehidupan masyarakat.

Bagi seorang penyair yang berkarya dari daerah, keberadaan Montana dalam koleksi perpustakaan Universiteit Leiden menjadi simbol bahwa karya sastra tidak selalu harus lahir dari pusat kebudayaan untuk dapat melakukan perjalanan yang jauh.

“Bandar Lampung adalah tempat saya tumbuh dan banyak gagasan saya lahir dari sini. Karena itu, ketika sebuah karya yang saya kerjakan di sini ternyata bisa sampai ke Leiden, rasanya seperti ada bagian kecil dari perjalanan sastra Lampung yang ikut berjalan ke sana,” kata Alfariezie.

Pengalaman tersebut justru membuatnya semakin terdorong untuk terus berkarya dan menghasilkan tulisan yang lebih matang.

“Saya tidak ingin melihat ini sebagai sebuah pencapaian akhir. Justru saya melihatnya sebagai pengingat bahwa masih banyak yang harus saya kerjakan. Kalau sebuah buku bisa sampai sejauh itu, maka saya harus mempertanggungjawabkan karya-karya berikutnya dengan lebih baik,” tuturnya.

Sastra sebagai Perjalanan Panjang

Keberadaan Montana di Universiteit Leiden juga memperlihatkan bagaimana sebuah buku dapat memiliki kehidupan setelah selesai ditulis oleh pengarangnya.

Ketika sebuah karya masuk ke perpustakaan, ia tidak lagi hanya menjadi milik penulis, tetapi berpotensi menjadi bagian dari perjalanan pengetahuan bagi pembaca pada masa yang berbeda.

Di titik itulah perjalanan sastra menjadi lebih panjang. Sebuah buku dapat berpindah dari meja penulis di Bandar Lampung menuju rak perpustakaan di Eropa, kemudian ditemukan kembali oleh pembaca yang mungkin tidak pernah mengenal tempat kelahiran sang pengarang.

Alfariezie menyebut pengalaman tersebut sebagai sesuatu yang sederhana, tetapi memiliki arti emosional yang besar baginya.

“Yang paling membuat saya terharu sebenarnya bukan karena bukunya berada di luar negeri. Saya justru teringat proses ketika karya itu dibuat. Ada waktu, tenaga, pikiran, dan banyak hal yang dikorbankan. Ternyata semua jerih payah itu membawa buku tersebut ke tempat yang sama sekali tidak pernah saya bayangkan,” katanya.

Ia berharap keberadaan Montana di koleksi Universiteit Leiden dapat menjadi pemantik bagi para penulis muda Indonesia, khususnya yang berkarya dari daerah, agar tidak merasa bahwa karya yang lahir di luar pusat kebudayaan nasional memiliki batas untuk dikenal lebih luas.

“Jangan merasa bahwa kita harus berada di Jakarta atau kota besar lainnya untuk menghasilkan karya yang bisa berjalan jauh. Kita bisa menulis dari mana saja. Yang penting adalah kesungguhan, ketekunan, dan keberanian untuk terus berkarya,” ujar Alfariezie.

Bagi Muhammad Alfariezie, Montana akhirnya tidak hanya menjadi sebuah buku. Karya tersebut menjadi bagian dari perjalanan kecil yang mempertemukan Bandar Lampung dengan Leiden—dua ruang yang dipisahkan ribuan kilometer, tetapi dipertautkan oleh sebuah karya sastra.

Di antara rak-rak perpustakaan itu, sebuah buku dari penyair generasi baru Indonesia kini menemukan tempatnya untuk menunggu pembaca berikutnya.***

Source: MUHAMMAD ALFARIEZIE
Tags: BandarLampungLeidenMontanaMuhammadAlfarieziePenyairIndonesiaSastraIndonesiaSastraLampungUniversiteitLeiden
Previous Post

Generasi Muda dan Batik, SMK Mathla’un Nur Dorong Budaya Tak Berhenti Jadi Seremonial

Next Post

Porselen China dan Vietnam Ditemukan, Situs Bersejarah Bandar Lampung Menanti Penelitian Ilmiah

Related Posts

IBN Pringsewu Hadirkan Pakar AI dari Malaysia, Mahasiswa Diingatkan Jangan Asal Pakai ChatGPT!
Berita & Tren

IBN Pringsewu Hadirkan Pakar AI dari Malaysia, Mahasiswa Diingatkan Jangan Asal Pakai ChatGPT!

by Melda
October 23, 2026
Green Policing di Batu Perahu Krakatoa, Polres Lampung Selatan Ajak Gen Z Ikut Jaga Bumi!
Berita & Tren

Green Policing di Batu Perahu Krakatoa, Polres Lampung Selatan Ajak Gen Z Ikut Jaga Bumi!

by Melda
October 23, 2026
Unila Go Beyond Achievement! Dr. Budiono Dorong Kampus Mendunia dan Berdampak Nyata
Berita & Tren

Unila Go Beyond Achievement! Dr. Budiono Dorong Kampus Mendunia dan Berdampak Nyata

by Melda
October 23, 2026
Habiburokhman Dukung Dr. Budiono Jadi Rektor Unila, Soroti Etos Kerja dan Jejaring Global
Berita & Tren

Habiburokhman Dukung Dr. Budiono Jadi Rektor Unila, Soroti Etos Kerja dan Jejaring Global

by Melda
October 22, 2026
Dr. Budiono Bertemu Parosil, Bukan Tak Mungkin Unila Buka Kampus B seperti di Way Kanan
Berita & Tren

Dr. Budiono Bertemu Parosil, Bukan Tak Mungkin Unila Buka Kampus B seperti di Way Kanan

by Melda
October 18, 2026
Next Post
Porselen China dan Vietnam Ditemukan, Situs Bersejarah Bandar Lampung Menanti Penelitian Ilmiah

Porselen China dan Vietnam Ditemukan, Situs Bersejarah Bandar Lampung Menanti Penelitian Ilmiah

Kasus Dugaan Penggandaan NIK di FIF, Data Kolt 5 Yuliyati Belum Juga Tuntas

Kasus Dugaan Penggandaan NIK di FIF, Data Kolt 5 Yuliyati Belum Juga Tuntas

Dinas Pendidikan Turun Tangan, Masa Depan Hubungan MKKS–FKKS Jadi Perhatian

Dinas Pendidikan Turun Tangan, Masa Depan Hubungan MKKS–FKKS Jadi Perhatian

Puan Maharani Masuk Aspirasi Politik Gema Puan di Tengah Wacana Pemilu Ulang

Puan Maharani Masuk Aspirasi Politik Gema Puan di Tengah Wacana Pemilu Ulang

Jejak Dinasti China hingga VOC Ditemukan di Bandar Lampung, Saburai Budaya Nusantara Bidik Dukungan Fadli Zon

Jejak Dinasti China hingga VOC Ditemukan di Bandar Lampung, Saburai Budaya Nusantara Bidik Dukungan Fadli Zon

Recommended

5 Gadget yang Wajib Dimiliki Anak Muda di Era Digital!

5 Gadget yang Wajib Dimiliki Anak Muda di Era Digital!

March 18, 2025
Wajib Punya! Aksesoris Kekinian Biar Nggak Ketinggalan Zaman

Wajib Punya! Aksesoris Kekinian Biar Nggak Ketinggalan Zaman

March 12, 2025

Categories

  • Berita & Tren
  • Gaya Hidup & Hiburan
  • Hobi & Komunitas
  • Karier & Pengembangan Diri
  • Kesehatan & Wellness
  • Keuangan & Investasi
  • Teknologi & Digital
  • Uncategorized

Don't miss it

IBN Pringsewu Hadirkan Pakar AI dari Malaysia, Mahasiswa Diingatkan Jangan Asal Pakai ChatGPT!
Berita & Tren

IBN Pringsewu Hadirkan Pakar AI dari Malaysia, Mahasiswa Diingatkan Jangan Asal Pakai ChatGPT!

October 23, 2026
Green Policing di Batu Perahu Krakatoa, Polres Lampung Selatan Ajak Gen Z Ikut Jaga Bumi!
Berita & Tren

Green Policing di Batu Perahu Krakatoa, Polres Lampung Selatan Ajak Gen Z Ikut Jaga Bumi!

October 23, 2026
Unila Go Beyond Achievement! Dr. Budiono Dorong Kampus Mendunia dan Berdampak Nyata
Berita & Tren

Unila Go Beyond Achievement! Dr. Budiono Dorong Kampus Mendunia dan Berdampak Nyata

October 23, 2026
Habiburokhman Dukung Dr. Budiono Jadi Rektor Unila, Soroti Etos Kerja dan Jejaring Global
Berita & Tren

Habiburokhman Dukung Dr. Budiono Jadi Rektor Unila, Soroti Etos Kerja dan Jejaring Global

October 22, 2026
Dr. Budiono Bertemu Parosil, Bukan Tak Mungkin Unila Buka Kampus B seperti di Way Kanan
Berita & Tren

Dr. Budiono Bertemu Parosil, Bukan Tak Mungkin Unila Buka Kampus B seperti di Way Kanan

October 18, 2026
Dekat dengan Parosil Mabsus, Dr. Budiono Buka Peluang Kolaborasi Unila dan Lampung Barat
Berita & Tren

Dekat dengan Parosil Mabsus, Dr. Budiono Buka Peluang Kolaborasi Unila dan Lampung Barat

October 17, 2026
Muda Belia

Media online yang dibuat khusus buat anak muda yang pengen tetap update, berkembang, dan terinspirasi!

Categories

  • Berita & Tren
  • Gaya Hidup & Hiburan
  • Hobi & Komunitas
  • Karier & Pengembangan Diri
  • Kesehatan & Wellness
  • Keuangan & Investasi
  • Teknologi & Digital
  • Uncategorized

Browse by Tag

anak muda AnakMuda AnakMudaProduktif AturDuit Bandar Lampung BandarLampung berita Lampung ContentCreator CuanMaksimal DPRD Bandar Lampung DuniaKerja Eva Dwiana FinancialFreedom FinancialGoals GenAlpha generasi alpha generasi z GenZ GenZFinance GenZStyle GenZWellness investasi KerjaCerdas Keuangan KeuanganAnakMuda KeuanganSehat Lampung LevelUp lifestyleanakmuda MentalHealth MentalHealthMatters MindfulLiving PassiveIncome pendidikan Lampung PersonalBranding SelfCare SideHustle SmartMoney SmartSpending SMA Siger Tips Trik WorkFromAnywhere WorkLifeBalance WorkSmart

Recent News

IBN Pringsewu Hadirkan Pakar AI dari Malaysia, Mahasiswa Diingatkan Jangan Asal Pakai ChatGPT!

IBN Pringsewu Hadirkan Pakar AI dari Malaysia, Mahasiswa Diingatkan Jangan Asal Pakai ChatGPT!

October 23, 2026
Green Policing di Batu Perahu Krakatoa, Polres Lampung Selatan Ajak Gen Z Ikut Jaga Bumi!

Green Policing di Batu Perahu Krakatoa, Polres Lampung Selatan Ajak Gen Z Ikut Jaga Bumi!

October 23, 2026

© 2025 Mudabelia.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
  • Karier
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Teknologi

© 2025 Mudabelia.com