Daftar Isi
- You might also like
- 105 SMP Swasta dan 63 SMP Negeri, Mengapa Kepala Sekolah Masih Terpisah Wadah?
- Dari Pelaku UMKM hingga Profesional, KMP SeBINus Satukan Kekuatan Ekonomi Rakyat Lampung
- Besi Tiang Diduga Tak Sesuai Spek, Proyek Revitalisasi SDN 01 Gunung Sari Minta Diaudit
- Ratusan PPPK terima SK di awal tahun
- Pelayanan publik dan ruang aspirasi warga
- Ekonomi kreatif dan infrastruktur ikut disorot
MUDA BELIA- Tahun 2026 di Kabupaten Pringsewu dimulai dengan langkah simbolik tapi bermakna. Pemerintah daerah menggelar Apel Perdana sekaligus menyerahkan ratusan SK PPPK, menandai komitmen baru soal pelayanan publik, kinerja aparatur, dan kesinambungan pembangunan yang langsung berdampak ke masyarakat.
Apel digelar di lapangan Pemkab Pringsewu, Jumat (2/1/2026), dipimpin langsung Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas. Hadir dalam kegiatan ini Wakil Bupati Umi Laila, Sekretaris Daerah Andi Purwanto, serta jajaran pejabat dan pegawai di lingkungan pemerintah kabupaten.
Ratusan PPPK terima SK di awal tahun
Dalam apel tersebut, Bupati Pringsewu menyerahkan petikan SK kepada 34 PPPK yang diangkat kembali serta 456 PPPK paruh waktu. Penyerahan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan penanda dimulainya tanggung jawab baru di awal tahun kerja.
Riyanto Pamungkas menegaskan bahwa menerima SK bukan berarti perjuangan selesai. Justru, kata dia, ini adalah titik awal untuk menunjukkan kinerja dan dedikasi di tengah tuntutan reformasi birokrasi yang terus berjalan.
“Status paruh waktu bukanlah penghalang untuk berkinerja optimal. Pemerintah daerah menilai berdasarkan kinerja, kedisiplinan, loyalitas, dan tanggung jawab, bukan status semata,” ujar Riyanto di hadapan peserta apel.
Pesan ini relevan bagi banyak aparatur muda dan PPPK yang kini menjadi bagian penting roda pemerintahan daerah. Fokusnya jelas, bekerja profesional, berintegritas, dan benar-benar hadir melayani masyarakat.
Pelayanan publik dan ruang aspirasi warga
Bupati Pringsewu juga menyampaikan bahwa jalannya pemerintahan dan pembangunan daerah selama ini tergolong baik, meski diakui masih ada keterbatasan. Tantangan tersebut, menurutnya, harus dijadikan pemicu semangat untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan.
Salah satu upaya yang terus dijalankan adalah program Ngopi Serasi atau Ngobrol Bareng Bupati Serap Aspirasi. Program ini sudah 14 kali digelar di pekon dan kelurahan, menjadi ruang dialog langsung antara pemimpin daerah dan warga.
“Program ini membuka paradigma berpikir kami sebagai pemimpin. Dari sana muncul ide dan gagasan agar kebijakan yang diambil semakin tepat sasaran,” kata Riyanto.
Ekonomi kreatif dan infrastruktur ikut disorot
Di sektor ekonomi kreatif, Pringsewu mulai dikenal lewat produk lokal bernilai jual, seperti Mocaf atau tepung singkong berlabel Selendang Biru, serta produk lele siap goreng dengan merek Les Go. Produk-produk ini mencerminkan upaya mendorong ekonomi berbasis potensi lokal.
Sementara di bidang infrastruktur, pemerintah daerah merekonstruksi sejumlah ruas jalan strategis. Mulai dari Lingkar Utara sepanjang 5,825 kilometer, jalur Gadingrejo–Sukoharjo–Adiluwih sekitar 3,851 kilometer, hingga akses Ambarawa–Pagelaran menuju RSUD Pringsewu sepanjang 3,708 kilometer.
Tak hanya itu, Pringsewu juga meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK RI atas laporan keuangan tahun 2024, serta penghargaan Kabupaten Sangat Inovatif dan Top Pembina BUMD Award 2025.
Mengakhiri sambutannya, Riyanto Pamungkas berharap capaian dan evaluasi tersebut menjadi bekal untuk menghadirkan program pembangunan yang lebih terasa manfaatnya bagi publik sepanjang 2026 dan seterusnya.***












