Daftar Isi
MUDA BELIA- Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi kembali menjadi perhatian publik. Di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap potensi kenaikan lanjutan, anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Gerindra, Ramon Siagian, belum memberikan jaminan bahwa harga BBM non-subsidi akan tetap stabil dalam waktu dekat.
Pernyataan tersebut disampaikan Ramon saat menanggapi kenaikan harga Pertamax yang kini mencapai Rp16.250 per liter. Menurutnya, dampak kenaikan harga BBM non-subsidi memang akan lebih dirasakan oleh kelompok masyarakat kelas menengah ke atas.
“Non subsidi kan memang ini kelas menengah ke atas, kalau semua nanti dibebankan ke subsidi memang APBN kita bisa terganggu juga,” kata Ramon Siagian pada Kamis, 11 Juni 2026, sebagaimana dilansir Kompas TV.
Di tengah meningkatnya beban pengeluaran masyarakat, Ramon menilai pemerintah perlu menyiapkan berbagai stimulus ekonomi guna menjaga daya beli masyarakat dan menahan penurunan konsumsi rumah tangga.
“Jadi yang nanti diperlukan dari pemerintah untuk membuat keseimbangan, agar penurunan konsumsi rumah tangga itu bisa ditahan dengan membuat stimulus-stimulus tertentu,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ramon menjelaskan bahwa kenaikan harga BBM non-subsidi saat ini tidak dapat dilepaskan dari kondisi geopolitik global yang tengah memanas. Menurutnya, konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel memberikan dampak langsung terhadap harga minyak mentah dunia.
“Sebenarnya ini kan karena faktor geopolitik. Jadi kenaikan minyak mentah sangat tinggi,” jelasnya.
Situasi tersebut, kata Ramon, menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penyesuaian harga BBM di dalam negeri. Karena itu, ia berharap ketegangan di kawasan Timur Tengah dapat segera mereda agar tekanan terhadap harga energi global ikut berkurang.
“Kita mendoakan saja agar faktor geopolitik Amerika dan Iran berdamai,” ujarnya.
Pernyataan tersebut muncul di tengah gelombang kritik dan aksi demonstrasi dari sejumlah mahasiswa yang menyoroti kenaikan harga BBM non-subsidi. Mereka menilai kenaikan harga energi akan berdampak pada meningkatnya biaya hidup masyarakat dan berpotensi memicu kenaikan harga barang kebutuhan lainnya.
Hingga kini, pemerintah belum memberikan sinyal pasti terkait kemungkinan perubahan harga BBM non-subsidi dalam waktu dekat. Namun perkembangan harga minyak dunia serta dinamika geopolitik internasional diperkirakan masih akan menjadi faktor utama yang menentukan arah kebijakan energi nasional.***






