Daftar Isi
MUDA BELIA— Ketua Umum Gema Puan, Ridwuan, buka suara soal kinerja Satgas Penanggulangan PHK yang dibentuk Kementerian Ketenagakerjaan. Menurutnya, langkah ini nggak relate sama realita di lapangan dan belum kasih solusi nyata buat para pekerja yang lagi struggling.
“Jujur aja, beberapa program memang udah mulai dibuka. Tapi ya, hasilnya belum kelihatan. Gak sesuai ekspektasi,” ujar Riduan, Rabu (23/7/2025).
Riduan menilai Satgas PHK ini cenderung formalitas doang. Padahal, gelombang PHK massal terus terjadi, dan yang dibutuhin pekerja tuh bukan janji manis, tapi action nyata.
“Menteri Tenaga Kerja itu harusnya pasang badan dong. Jangan cuma nunggu laporan. Seharusnya bisa buka lapangan kerja baru, tarik investor, atau bangun pabrik yang bisa nyerap tenaga kerja,” tegasnya.
Tapi dia juga ngerti kok, kalau kondisi di lapangan memang berat. Mulai dari iklim investasi yang gak stabil, birokrasi yang ribet, sampai ekonomi global yang gak jelas arahnya — semuanya jadi faktor penghambat.
“Yang pasti, banyak banget kendala struktural yang bikin tenaga kerja susah terserap. Makanya angka PHK gak kunjung turun,” tambahnya.
Ridwuan bilang, publik sekarang cuma pengen satu hal: evaluasi serius dan langkah konkret. Kalau cuma seremonial doang, ya siap-siap Satgas ini cuma jadi ‘pajangan’ tanpa efek nyata.
TL;DR:
- Ketua Gema Puan kritik keras Satgas PHK buatan Kemenaker.
- Programnya dinilai gak efektif dan cenderung simbolik.
- Pemerintah diminta fokus pada solusi nyata, bukan cuma janji atau formalitas.
- Masalah PHK butuh langkah besar, bukan sekadar tambal sulam.













