Daftar Isi
MUDA BELIA— Gelombang PHK sepanjang 2025 makin bikin pusing kepala. Dari Januari sampai Mei, banyak perusahaan besar kayak PT Bapintri, Yamaha, Sritex, sampai Sanken Indonesia resmi nyatakan PHK massal. Dan yang bikin publik makin geram, Kemenaker belum juga kasih solusi yang nendang.
Ketua Umum Gema Puan, Ridwuan, angkat suara. Menurutnya, Kemenaker kayak gak siap hadapi krisis ini, padahal semua ini udah bisa diprediksi jauh-jauh hari.
“Saya akrab sama Wamen-nya, Noel Ebenezer. Tapi jujur, gak kelihatan gebrakan nyata dari kementerian ini,” ujar Riduan, Selasa (23/7/2025).
Pemerintah sempat meluncurkan Job Fair buat bantu pencari kerja. Tapi, alih-alih jadi solusi, program ini malah bikin citra pemerintah—terutama presiden—tambah jeblok.
“Job Fair malah dianggap formalitas doang sama HRD. Ini bahaya. Yang kena dampak bukan cuma buruh, tapi juga nama baik presiden di mata publik,” tegas Riduan.
Menurut Riduan, problem ketenagakerjaan butuh solusi yang lebih dari sekadar event seremonial. Pemerintah harus turun tangan serius, bikin program yang benar-benar menjawab kebutuhan lapangan—bukan gimmick.
“Kalau Kemenaker gagal kelola krisis kayak gini, ya jangan salahkan publik kalau mulai ragu sama kredibilitas pemimpin,” tutupnya.
TL;DR
- PHK massal 2025 masih terus terjadi, Kemenaker belum kasih solusi konkret.
- Job Fair malah dianggap acara basa-basi, bukan jawaban real untuk pengangguran.
- Riduan: Ini bisa merusak citra presiden kalau gak segera dibenahi.
- Kemenaker dituntut bikin program strategis, bukan sekadar simbolik.













