Daftar Isi
- You might also like
- Setelah Surat Kesbangpol Diduga Palsu, Kini Video AI Beredar, Ada Apa di Balik Kasus Honorer Fiktif Metro?
- Way Kanan Punya Harta Karun SDA Melimpah, Tapi PAD Masih “Jalan di Tempat” Cuma 4,60 Persen?
- Surat “Panas” Kesbangpol Lamteng Bikin Heboh, Benarkah Ada Drama Besar di Balik Kasus Sekda Welly Adiwantara?
MUDA BELIA – Di balik gemuruh mesin pesawat yang membelah langit Indonesia, tersimpan kisah panjang tentang keberanian, pengorbanan, dan pengabdian tanpa batas dari para patriot udara yang menjaga kedaulatan bangsa.
Langit Indonesia yang tetap aman hingga hari ini bukan hadir begitu saja. Semua itu merupakan warisan perjuangan para pahlawan TNI Angkatan Udara yang rela mempertaruhkan jiwa dan raga demi tegaknya Merah Putih di angkasa Nusantara.
Semangat itulah yang kembali dihidupkan dalam rangkaian peringatan Hari Bakti ke-79 TNI Angkatan Udara Tahun 2026 melalui kegiatan ziarah di Taman Makam Pahlawan (TMP) Tanjung Karang, Selasa (28/7/2026).
Mengusung tema “Bakti TNI AU untuk Indonesia Maju”, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang jasa para pendahulu sekaligus mengajak seluruh prajurit meneruskan estafet pengabdian kepada bangsa dan negara.
Komandan Lanud Pangeran M. Bunyamin, Kolonel Pnb Achmad Iwan R., M.Tr.Hanla., M.S., (NSSS), menegaskan bahwa Hari Bakti bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pengingat akan makna sejati seorang prajurit.
“Saya mengajak seluruh prajurit Lanud Pangeran M. Bunyamin menjadikan Hari Bakti sebagai pengingat bahwa kehormatan seorang prajurit tidak hanya diukur dari keberanian di medan tugas, tetapi juga dari ketulusan hati dalam mengabdi kepada rakyat, bangsa, dan negara. Setiap tugas yang dilaksanakan adalah bagian dari amanah yang harus dijaga dengan penuh integritas, disiplin dan rasa tanggung jawab,” ujar Kolonel Pnb Achmad Iwan.
Menurutnya, bagi prajurit TNI Angkatan Udara, pengabdian bukan sekadar menjalankan tugas. Lebih dari itu, pengabdian adalah keikhlasan meninggalkan keluarga demi menjaga langit Nusantara, kesiapsiagaan tanpa mengenal waktu, serta kesediaan hadir membantu masyarakat dalam berbagai situasi, baik menjaga kedaulatan negara maupun saat terjadi bencana dan kesulitan.
Seluruh pengabdian tersebut dilakukan tanpa mengharapkan penghargaan. Sebab, bagi setiap prajurit TNI AU, kehormatan tertinggi adalah melihat Indonesia tetap aman, berdaulat, dan terus melangkah maju.
“Semoga semangat Hari Bakti ke-79 TNI Angkatan Udara senantiasa mengobarkan jiwa pengabdian setiap insan TNI AU untuk terus menjadi garda terdepan penjaga langit Indonesia, meneruskan perjuangan para pendahulu dengan karya nyata, dedikasi tulus dan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara,” tambahnya.
Rangkaian ziarah tersebut juga dihadiri Pembina Laskar Lampung Indonesia yang merupakan putra salah satu pelopor TNI Angkatan Udara sekaligus putra terbaik asli Lampung, Mayor Pnb Pangeran M. Bunyamin, yakni Irjen Pol (Purn) DR Ike Edwin, S.H., M.H., beserta keluarga.
Turut hadir Ketua Umum Laskar Lampung Indonesia Ir. Nerozelli Agung Putra, Sekretaris Jenderal Laskar Lampung Panji Nugraha, S.H., jajaran pengurus dan anggota Laskar Lampung Indonesia, serta para tamu undangan lainnya.
Prosesi ziarah berlangsung dengan penuh khidmat mengikuti tata upacara militer. Acara diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan, dilanjutkan peletakan karangan bunga di Tugu Makam Pahlawan sebagai simbol penghormatan atas jasa para pejuang bangsa.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan tabur bunga di pusara para pahlawan yang diikuti seluruh peserta sebagai bentuk penghormatan sekaligus pengingat bahwa semangat perjuangan dan pengabdian para pendahulu harus terus diwariskan kepada generasi penerus bangsa.







