Daftar Isi
MUDA BELIA– Drama politik di tubuh PDI Perjuangan Lampung makin panas, geng! Sudin yang selama ini duduk di kursi Ketua DPD disebut udah gak mampu lagi gendong kebersamaan kader. Para senior mulai angkat bicara dan muncul dua nama yang disebut-sebut siap ambil alih tampuk kepemimpinan: Ir. Sutono dan Mukhlis Basri.
Kabar ini pertama kali muncul dari Syukri Baihaki, salah satu kader senior PDI Perjuangan, usai posting foto bareng salah satu kandidat di ruang rapat DPD. Saat diwawancarai, Syukri dengan santai tapi serius bilang kalau peluang besar kursi ketua DPD bisa jatuh ke tangan dua sosok itu.
“Info yang saya dengar, kemungkinan yang bakal maju itu Pak Mukhlis atau Pak Sutono,” katanya dengan nada penuh keyakinan.
Tapi lucunya, Syukri yang juga tanda tangan petisi buat minta DPP hapus nama Sudin dari daftar calon ketua malah gak mau kasih komentar lebih jauh tentang dua calon pengganti itu. “Kita serahkan aja ke forum konferda, dua-duanya kader terbaik, dan keputusan akhir tetap di tangan Bu Ketum,” lanjutnya, merujuk pada Megawati Soekarnoputri.
Nah, dua puluh hari lalu, redaksi dapet bocoran dokumen petisi yang dikirim ke DPP PDI Perjuangan. Isinya lumayan pedas, geng! Di dalamnya, para kader senior — termasuk Syukri — terang-terangan menyampaikan rasa kecewa sama kinerja partai di Lampung. Mereka bilang, di bawah Sudin, PDI Perjuangan terus kalah dalam pemilu dan pilkada.
Yang lebih parah lagi, kepemimpinan Sudin disebut bikin kader makin terpecah. Ada sekat-sekat antar pengurus yang akhirnya ngaruh banget ke perolehan suara partai. “Kebersamaan udah gak kerasa lagi, banyak yang jalan sendiri-sendiri,” kata salah satu kader yang gak mau disebut namanya.
Selain itu, Sudin juga dikritik karena dianggap gak aktif turun ke lapangan. Banyak agenda politik di Lampung yang gak dihadiri langsung olehnya. Padahal, kehadiran pimpinan partai tuh penting banget buat jaga semangat kader di bawah. Alhasil, PDI Perjuangan jadi kehilangan momentum dan eksistensi di mata publik.
Masalah gak berhenti sampai di situ. Beberapa kader juga buka suara soal dugaan intimidasi terhadap PAC dalam proses penjaringan calon Ketua DPD. Ada yang merasa ditekan buat dukung calon tertentu, yang kabarnya masih satu kubu sama Sudin.
Petisi itu pun akhirnya meminta Megawati buat turun tangan langsung dan melakukan evaluasi besar-besaran terhadap seluruh pengurus DPD PDI Perjuangan Lampung. Mereka pengen partai ini balik ke akar perjuangan — solid, inklusif, dan fokus buat rakyat, bukan cuma kepentingan kelompok.
Sekarang, semua mata tertuju ke dua nama besar tadi. Mukhlis Basri, mantan Bupati Lampung Barat yang dikenal deket sama masyarakat akar rumput, dan Ir. Sutono, eks Sekretaris DPD yang terkenal rapi, disiplin, dan loyal banget sama partai.
Dua-duanya punya peluang gede banget. Tapi, siapapun yang naik nanti, PR-nya gak main-main: ngerapihin lagi struktur partai, nyatuin kader yang udah pecah belah, dan ngangkat lagi nama PDI Perjuangan di Lampung.
Konferda nanti bakal jadi panggung penentuan. Apakah Sudin masih bisa bertahan? Atau bakal muncul era baru dengan wajah segar dan semangat baru? Tunggu aja, geng, drama politik Lampung ini baru aja mulai!***












