Daftar Isi
MUDA BELIA– Siapa bilang prestasi besar harus menunggu bertahun-tahun? Sultoni Ibnu Khalifah, murid kelas X SMK Samudera, Bandar Lampung, membuktikan bahwa kerja keras, disiplin, dan mental juara bisa membawa hasil membanggakan. Baru tiga tahun menekuni pencak silat, Sulton langsung berhasil membawa pulang medali emas di Kejuaraan Piala Wali Kota Bandar Lampung.
Bukan kompetisi kaleng-kaleng! Kejuaraan yang berlangsung sekitar 23 Oktober 2026 itu diikuti lebih dari 500 peserta dari berbagai perguruan pencak silat di Provinsi Lampung. Di tengah persaingan tersebut, Sulton berhasil menunjukkan kemampuannya dan menjadi salah satu atlet yang meraih medali emas.
Namun, buat Sulton, kemenangan ini bukan sekadar soal naik podium atau membawa pulang medali. Ada orang-orang penting di balik perjuangannya yang ingin ia banggakan.
Medali emas itu ia persembahkan untuk kedua orang tuanya, Padilah dan Sutri, perguruan Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKSPI) Kera Sakti, serta SMK Samudera di Kemiling, Bandar Lampung.
“Alhamdulillah, baru pertama ikut perlombaan dan bisa langsung juara satu, dapat medali emas. Saya persembahkan ini untuk orang tua yang sudah dengan sabar merawat dan mendidik saya, untuk perguruan IKSPI Kera Sakti, dan SMK Samudera yang sudah memberikan pendidikan gratis bagi saya dan kawan-kawan saya,” ujar Sulton, Selasa (27/10/2026).
Bagi Sulton, pencak silat bukan tentang gaya-gayaan atau ingin terlihat paling jago. Ia justru belajar bela diri agar bisa melindungi diri sendiri dan membantu orang lain ketika dibutuhkan.
“Saya baru tiga tahun ikut pencak silat. Tujuannya supaya bisa membela diri dan menolong orang, bukan untuk jago-jagoan,” katanya.
Kemenangan ini juga membuka peluang baru. Sulton mengaku telah mendapat informasi mengenai kemungkinan dirinya dibina menjadi atlet Kota Bandar Lampung bersama IKSPI Kera Sakti.
Kesempatan itu tentu menjadi motivasi tambahan untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan. Ia bahkan punya target untuk bisa tampil dalam ajang olahraga yang lebih besar.
“Kemarin sudah dapat info mau dijadikan atlet Kota Bandar Lampung. Tentu senang, apalagi jika bisa ikut Porcam, Porkot, dan PON,” ungkapnya.
Perjalanan Sulton masih panjang. Medali emas ini bisa menjadi awal dari pencapaian berikutnya, selama ia terus menjaga semangat latihan, disiplin, dan sikap rendah hati.
Kisah Sulton juga menjadi pengingat bahwa kesempatan untuk berprestasi bisa datang dari mana saja. Dengan dukungan keluarga, perguruan, dan sekolah, pelajar pun punya peluang untuk mengembangkan potensi dan membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi.
Selamat untuk Sultoni Ibnu Khalifah! Terus berproses, tetap rendah hati, dan buktikan bahwa prestasi bukan cuma soal bakat, tetapi juga soal konsistensi dan keberanian mengambil kesempatan.***







