Daftar Isi
MUDA BELIA- Indonesia baru aja nyetak surplus perdagangan USD 2,53 miliar di Mei 2025. Sekilas kelihatan keren, ya? Tapi tunggu dulu… di balik angka kinclong ini, ternyata penyebab utamanya bukan ekspor yang naik gila-gilaan, tapi impor yang justru turun drastis. Hmm…
Fakta-Fakta di Balik Angka:
- Impor bahan baku & barang modal anjlok lebih dari 9% dibanding bulan lalu.
- Konsumsi domestik lesu – penjualan ritel & kredit konsumsi lagi turun, tanda masyarakat lagi nahan belanja.
- Investasi & belanja modal pemerintah belum tancap gas, bikin pemulihan ekonomi jalan di tempat.
Jadi, Apa Risikonya?
Kalau surplus cuma karena impor drop, itu bisa jadi alarm bahaya:
- Sektor manufaktur & jasa bisa-bisa stagnan atau malah menurun.
- Permintaan lemah = produksi lesu = pengangguran bisa naik.
- Kalau gak ada stimulus nyata, ekonomi bisa kejebak mode slow-motion terus.
Solusi? Harus Cepat & Tepat!
- Pacu konsumsi lewat bantuan langsung & diskon strategis.
- Dorong investasi swasta & publik lewat regulasi yang lebih ramah investor.
- Percepat proyek pemerintah biar ada pergerakan ekonomi riil di lapangan.
So, yes—surplus itu bagus. Tapi kalau alasannya karena orang gak belanja dan industri melambat, itu bukan kabar gembira… itu peringatan!***
Source:
ARIEF MULYADIN

















