Daftar Isi
MUDA BELIA— Hujan deras yang mengguyur Cilegon dan sekitarnya Kamis sore (2/1) bikin jalan menuju Pelabuhan Ciwandan tergenang dan bikin macet. Kondisi ini langsung bikin PT ASDP Indonesia Ferry ambil langkah cepat, memastikan penyeberangan tetap aman dan kendaraan logistik tetap bergerak lancar.
Sebagai antisipasi, layanan penyeberangan untuk kendaraan logistik golongan VIB dan VII, serta sepeda motor golongan II dan III, dialihkan sementara ke Pelabuhan Merak. Tujuannya jelas: jaga arus distribusi barang dan keselamatan pengguna jasa di tengah cuaca ekstrem.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menekankan keselamatan jadi prioritas. “Keselamatan pengguna jasa adalah pertimbangan utama kami. Bersama Kepolisian dan KSOP, kami alihkan layanan dari Ciwandan ke Merak supaya penyeberangan tetap aman, tertib, dan terkendali,” katanya.
Sebelumnya, BMKG sudah mengeluarkan peringatan cuaca pada pukul 17.18 WIB. Hujan sedang hingga lebat, disertai petir dan angin kencang diperkirakan berlangsung hingga pukul 20.30 WIB. Genangan air di jalan utama menuju Ciwandan membuat akses kendaraan terganggu dan potensi kemacetan meningkat.
ASDP langsung koordinasi dengan Kepolisian melalui Kasat Lantas Polres Cilegon dan regulator pelabuhan, KSOP Kelas I Banten. Hasilnya, pengalihan kendaraan dari dan ke Ciwandan ke Merak resmi diterapkan. Langkah ini sekaligus menjaga keselamatan penumpang dan kelancaran arus logistik.
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, bilang situasi ini termasuk force majeure, jadi pengguna jasa tidak perlu khawatir soal tiket. “Tiket penyeberangan tidak hangus. Refund dan reschedule tetap bisa lewat customer service, supaya layanan tetap fleksibel,” jelasnya. Sistem tiket online Ferizy juga sudah diperbarui supaya prosesnya tetap lancar. Info lebih lanjut bisa dicek via WhatsApp 08111021191, Telepon 021-191, atau Instagram @asdp191.
Untuk memastikan operasional tetap mulus, ASDP buka loket tambahan, pakai skema layanan lintas pelabuhan (cross boarding) untuk kendaraan logistik dan motor, serta atur arus kendaraan di area pelabuhan secara terkoordinasi. Petugas ditempatkan di titik strategis untuk memberi info langsung ke pengguna jasa.
Petugas juga mengatur lalu lintas dari jalur reguler hingga dermaga sesuai kapasitas. Semua langkah ini dikombinasi dengan patroli rutin dan koordinasi dengan aparat untuk menjaga keamanan, kenyamanan, dan kelancaran arus kendaraan.
ASDP mengimbau masyarakat tetap waspada saat cuaca ekstrem. Ikuti arahan petugas di lapangan, gunakan fasilitas pos pelayanan untuk beristirahat, dan selalu cek info resmi ASDP sebelum berangkat.
Dengan kesiapsiagaan dan sinergi antarpemangku kepentingan, ASDP memastikan layanan penyeberangan tetap andal. Jadi meski hujan deras melanda, konektivitas transportasi dan distribusi logistik nasional tetap terjaga.***













