Daftar Isi
- You might also like
- Sawit Negara Diduduki Masyarakat, Klaim Tanah Adat di Balik Konflik PTPN 4 Bekri?
- Berang-Berang Bikin Ayam dan Itik Kabur, Damkar Lampung Selatan Bergerak Cepat
- SMPN 2 Kalianda Disorot Lagi, Buku Sudah Ditarik tapi Pengembalian Uang Masih Jadi Tanda Tanya
- Tujuh Kandidat, Jamaluddin Keluar sebagai Pemenang
- Bukan Sekadar Jabatan, Ada PR Besar
- Siap Kolaborasi, Bukan Jalan Sendiri
- Langkah Pertama: Temui Kadis Pendidikan
MUDA BELIA— Babak baru Forum Komunikasi Sekolah Swasta (FKSS) Kabupaten Lampung Selatan resmi dimulai. Jamaluddin, SH terpilih sebagai ketua baru FKSS periode 2026–2031.
Jamaluddin terpilih dalam Musyawarah Besar (Mubes) ke-2 FKSS yang digelar di SMP YBL Natar, Kecamatan Natar, Sabtu (5/9/2026).
Buat dunia pendidikan swasta Lampung Selatan, pergantian kepemimpinan ini bukan sekadar ganti nama di kursi ketua. Ada ekspektasi baru agar FKSS makin solid, adaptif, dan mampu menjawab berbagai tantangan yang dihadapi sekolah swasta.
Jamaluddin sendiri menggantikan Andiyanto, S.Ag., yang sebelumnya memimpin organisasi tersebut.
Tujuh Kandidat, Jamaluddin Keluar sebagai Pemenang
Pemilihan ketua berlangsung dengan melibatkan tujuh kandidat. Hasilnya, Jamaluddin berhasil mengamankan 19 suara dan menjadi kandidat dengan perolehan suara terbanyak.
Posisi berikutnya ditempati Andiyanto dengan 9 suara, Edi Susanto 7 suara, Musodik 4 suara, serta Rifka 1 suara.
Sementara Fauzy, Euis, Yuniar dan Nanang tidak memperoleh suara.
Dengan hasil tersebut, Jamaluddin yang juga merupakan Kepala SMP Muhammadiyah Banding resmi dipercaya menjadi nahkoda FKSS Lampung Selatan hingga 2031.
Bukan Sekadar Jabatan, Ada PR Besar
Setelah terpilih, Jamaluddin menyampaikan bahwa dirinya ingin membawa FKSS menjadi organisasi yang tidak hanya aktif secara administratif, tetapi juga benar-benar memberikan dampak bagi sekolah-sekolah swasta.
Fokusnya adalah mendorong kepala sekolah swasta menjadi sosok yang profesional, unggul dan kolaboratif dalam mengelola satuan pendidikan masing-masing.
“Juga akan meningkatkan kompetensi kepala sekolah,” kata Jamaluddin.
Bagi Jamaluddin, peningkatan kapasitas kepala sekolah menjadi salah satu kunci penting untuk mendorong sekolah swasta semakin kompetitif dan mampu memberikan layanan pendidikan yang berkualitas.
Siap Kolaborasi, Bukan Jalan Sendiri
Di era pendidikan yang terus berubah, Jamaluddin menyadari bahwa organisasi tidak bisa bekerja sendirian.
Karena itu, FKSS akan membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak. Termasuk bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dalam menjalankan program di bidang pendidikan.
“Kita siap bersinergi dalam mendukung program Bupati Lampung Selatan, khususnya di bidang pendidikan,” ujarnya.
Artinya, FKSS ingin mengambil posisi sebagai partner strategis dalam membangun pendidikan, bukan sekadar menjadi wadah kumpul para kepala sekolah swasta.
Langkah Pertama: Temui Kadis Pendidikan
Belum lama terpilih, Jamaluddin sudah menyiapkan agenda awal bersama jajaran pengurus.
Dalam waktu dekat, pengurus FKSS akan menemui Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan.
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk menyerahkan hasil Mubes dan membangun komunikasi terkait langkah organisasi ke depan.
“Secepatnya pengurus akan menghadap Kadis Pendidikan untuk menyerahkan hasil Mubes FKSS,” katanya.
Dengan kepengurusan baru, tantangan FKSS tentu tidak sedikit. Mulai dari peningkatan kompetensi kepala sekolah, penguatan sekolah swasta, hingga membangun kolaborasi yang lebih luas.
Kini, bola ada di tangan Jamaluddin dan jajaran pengurus baru.
Lima tahun ke depan akan menjadi periode penting untuk membuktikan apakah energi baru ini benar-benar bisa membawa perubahan bagi sekolah swasta di Lampung Selatan.***







