Daftar Isi
- 1. FOMO: Takut Ketinggalan?
- You might also like
- 105 SMP Swasta dan 63 SMP Negeri, Mengapa Kepala Sekolah Masih Terpisah Wadah?
- Dari Pelaku UMKM hingga Profesional, KMP SeBINus Satukan Kekuatan Ekonomi Rakyat Lampung
- Besi Tiang Diduga Tak Sesuai Spek, Proyek Revitalisasi SDN 01 Gunung Sari Minta Diaudit
- 2. JOMO: Bahagia dengan Apa yang Ada
- 3. FOMO: Terlalu Banyak Tekanan Sosial
- 4. JOMO: Fokus ke Kebahagiaan Pribadi
- 5. Gimana Menemukan Balance?
MUDA BELIA- Gen Z dan Gen Alpha, siapa sih yang nggak kenal sama istilah FOMO (Fear of Missing Out) dan JOMO (Joy of Missing Out)? Keduanya sering banget jadi topik obrolan di kalangan kita. Tapi, kalau dipikir-pikir, lebih baik mana sih: ikut tren dan nggak mau ketinggalan apa malah lebih memilih nikmatin hidup tanpa tekanan dari sosial media dan kehidupan orang lain? Yuk, kita bahas lebih dalam soal FOMO vs JOMO, dan mana yang lebih cocok buat kamu!
1. FOMO: Takut Ketinggalan?
FOMO adalah rasa takut atau khawatir kalau kamu nggak ikut serta dalam suatu kegiatan atau tren yang sedang viral. Kadang, FOMO bikin kita merasa nggak nyaman atau takut ketinggalan momen seru, apalagi kalau lihat teman-teman di sosial media lagi asik ikut tren terbaru. Gak jarang, FOMO bikin kita merasa terpaksa ikut, bahkan kalau kita nggak bener-bener tertarik.
Contoh FOMO yang sering terjadi, misalnya, saat kamu ngeliat temen-temen lagi liburan di tempat kece, atau ikut challenge TikTok yang lagi viral, dan kamu merasa harus ikut meskipun sebenarnya nggak terlalu minat. Padahal, nggak selamanya ikut tren itu membawa kebahagiaan, kan?
2. JOMO: Bahagia dengan Apa yang Ada
Sebaliknya, JOMO (Joy of Missing Out) adalah konsep di mana kamu menikmati hidup tanpa merasa harus ikut apa-apa yang lagi hits. JOMO itu tentang menikmati waktu dan momen yang ada, tanpa beban harus selalu tahu atau ikut tren terbaru. JOMO bisa diartikan sebagai cara menikmati ketenangan, self-care, dan quality time tanpa dipengaruhi ekspektasi sosial atau sosial media.
Dengan JOMO, kamu lebih fokus ke diri sendiri dan menjalani hidup sesuai dengan apa yang kamu suka, bukan karena tekanan untuk terlihat keren di sosial media. Misalnya, kamu lebih memilih untuk santai di rumah, nonton film favorit, atau hangout dengan teman-teman dekat, tanpa merasa takut ketinggalan apa pun.
3. FOMO: Terlalu Banyak Tekanan Sosial
Pernah nggak sih kamu merasa harus terus update di sosial media supaya nggak dianggap ketinggalan zaman? FOMO sering kali datang dari tekanan sosial yang kita terima lewat post teman-teman atau influencer yang terus memamerkan kehidupan mereka. Ini bisa bikin kita merasa insecure atau takut ketinggalan sesuatu yang ‘pantas’ untuk kita coba.
Namun, terlalu terjebak dalam FOMO bisa membuat kita lebih fokus pada hal-hal luar yang nggak penting, dan akhirnya melupakan kebahagiaan pribadi. Alih-alih merasa lebih terhubung, FOMO justru bisa bikin kita merasa kesepian dan lebih stres.
4. JOMO: Fokus ke Kebahagiaan Pribadi
JOMO justru mengajarkan kita untuk mengurangi ekspektasi dan berhenti membandingkan diri dengan orang lain. Ketika kamu memilih JOMO, kamu lebih fokus ke kebahagiaan diri sendiri. Kamu nggak terpengaruh oleh apa yang orang lain lakukan atau apa yang lagi trending. Itu adalah cara untuk menjalani hidup dengan lebih santai, menikmati momen tanpa merasa ada yang harus dipenuhi.
Dengan JOMO, kamu akan lebih bebas dan merasa lebih puas dengan pilihan hidupmu. Misalnya, bukannya ikut semua event atau tren yang viral, kamu memilih untuk melakukan aktivitas yang bikin kamu bahagia dan lebih produktif, kayak belajar hal baru atau mengejar passion yang selama ini tertunda.
5. Gimana Menemukan Balance?
Nah, nggak perlu banget sih pilih antara FOMO atau JOMO. Kamu bisa kok menemukan keseimbangan antara ikut tren dan nikmatin waktu untuk diri sendiri. Yang penting, kamu harus tahu kapan saatnya untuk ikut dan kapan saatnya buat berhenti sejenak dan menikmati hidup tanpa tekanan.
Misalnya, kamu bisa ikut tren yang kamu bener-bener suka dan punya value buat dirimu, tapi di sisi lain, luangkan juga waktu untuk diri sendiri tanpa merasa harus selalu “terhubung” dengan semua yang ada di sosial media.
FOMO atau JOMO, mana yang kamu pilih? Kalau kamu lebih suka ikut tren atau tetap menikmati hidupmu, pastikan pilihanmu bikin kamu merasa bahagia dan nggak tertekan. Karena yang penting adalah hidup dengan cara yang sesuai dengan diri sendiri, bukan karena apa yang orang lain lakukan.***













