Daftar Isi
MUDABELIA- Dulu, ghosting tuh lebih dikenal di dunia percintaan. Tapi sekarang? Dunia kerja pun gak luput dari fenomena ini! Mulai dari kandidat yang tiba-tiba hilang setelah wawancara sampai perusahaan yang gak kasih kabar setelah proses rekrutmen. Pernah ngalamin?
1. Ghosting di Dunia Kerja Itu Kayak Apa?
Ghosting di dunia kerja bisa terjadi dari dua sisi:
HRD ke Kandidat: Udah interview, bahkan mungkin sampai tahap akhir, tapi tiba-tiba gak ada kabar sama sekali. Mau follow-up? Cuma diread atau malah di-ignore.
Kandidat ke Perusahaan: Udah dipanggil buat interview atau bahkan udah diterima, tapi mendadak ngilang tanpa kabar. Bisa jadi karena dapet offer lebih bagus, berubah pikiran, atau sekadar males ngomong langsung.
2. Kenapa Fenomena Ini Makin Marak?
Ghosting bukan sekadar kebiasaan buruk, tapi juga tanda ada masalah komunikasi dan ekspektasi yang gak klop di dunia kerja. Penyebabnya?
❌ HRD kadang sibuk & banyak kandidat – Makanya, beberapa perusahaan cuma kasih kabar ke yang lolos aja.
❌ Kandidat punya banyak pilihan – Kalau ada tawaran kerja yang lebih oke, ya tinggal cabut.
❌ Kurangnya transparansi – Baik dari perusahaan maupun kandidat, sering kali gak jujur soal ekspektasi mereka.
kandidat
3. Gimana Cara Biar Gak Jadi Korban Ghosting?
Buat kandidat:
✅ Jangan cuma nunggu satu perusahaan – Tetap apply ke tempat lain biar gak kecewa kalau tiba-tiba lost contact.
✅ Follow-up dengan sopan – Kirim email atau pesan singkat buat menanyakan progres rekrutmen.
✅ Siapkan diri buat move on – Kalau udah lama gak ada kabar, mungkin saatnya cari kesempatan lain.
Buat HRD/perusahaan:
✅ Berikan kepastian, bahkan kalau menolak – Kandidat lebih suka dikasih tahu daripada dibuat nunggu tanpa kepastian.
✅ Gunakan sistem rekrutmen yang lebih jelas – Misalnya, otomatisasi email buat update status kandidat.
✅ Bangun employer branding yang baik – Perusahaan yang sering ghosting bisa kehilangan reputasi baik di mata calon pekerja.
4. Ghosting Itu Gak Profesional, Yuk Ubah Mindset!
Ghosting di dunia kerja tuh bukan hal yang sepele. Baik kandidat maupun perusahaan, sama-sama butuh komunikasi yang jelas & transparan. Karena pada akhirnya, pengalaman kerja yang baik itu dimulai dari proses rekrutmen yang profesional. Jadi, masih mau jadi ghost atau udah siap berubah?***












