Daftar Isi
- You might also like
- Tak Salah Dr. Budiyono Raih 22 Suara Senat Unila, Kiprahnya Kini Dilirik hingga DPR RI
- Komisi III DPR RI Undang Dr. Budiyono Bahas RUU Perampasan Aset, Akademisi dan Mahasiswa Turut Dilibatkan
- Dua Profesor Lewat! Dr. Budiono Raih 22 Suara Senat, Sinyal Kuat Menuju Kursi Rektor Unila
- Kolaborasi Internasional, Ide Kreatif Tanpa Batas
MUDA BELIA- Dua akademisi seni dari Indonesia bikin bangga! Karya mereka dipamerin di RSS 16th International Creative Arts Workshop and Exhibition 2026 di Thailand.
PG. Wisnu Wijaya, M.Sn dari ITERA dan Sito Fossy Biosa, M.Sn dari BINUS University (plus mahasiswa S3 ISRD ITB), berhasil ikut residensi dan pameran internasional yang berlangsung selama lima hari di tiga provinsi Thailand, dari 8–12 Maret 2026. Kegiatan ini diadakan di Faculty of Fine and Applied Arts, Rajamangala University of Technology Thanyaburi.
Karya mereka? Medium kanvas yang bukan cuma indah dilihat, tapi juga punya cerita. Mereka mix antara eksplorasi visual, konsep kreatif, dan eksperimen material. Lewat warna, bentuk, dan tekstur, karya ini ngajak kita mikir soal hubungan manusia sama lingkungan dan isu ekologis. Cocok banget sama tren seni kontemporer dan media baru di level global.
Kolaborasi Internasional, Ide Kreatif Tanpa Batas
RSS 16th International Creative Arts Workshop ngumpulin seniman, desainer, dan akademisi dari lebih 20 negara. Workshop + pameran ini jadi tempat buat sharing ide, kolaborasi lintas disiplin, dan explore gaya seni baru.
Wisnu bilang, “Pameran ini kesempatan keren buat ngenalin seni visual Indonesia ke dunia. Aku harap karya dari Lampung bisa nunjukin sisi kreatif, eksperimen material, dan refleksi ekologis yang unik.”
Dari sini, para seniman muda Indonesia bisa termotivasi buat eksplorasi, kolaborasi internasional, dan ngenalin perspektif kreatif mereka ke dunia. Seni kontemporer Indonesia makin terlihat, makin fresh, dan makin global!***













