Daftar Isi
- You might also like
- Pembangunan Pengganti GOR Saburai Jalan Lambat, Fraksi Golkar Soroti Dana Bakrie Amanah
- 105 SMP Swasta dan 63 SMP Negeri, Mengapa Kepala Sekolah Masih Terpisah Wadah?
- Dari Pelaku UMKM hingga Profesional, KMP SeBINus Satukan Kekuatan Ekonomi Rakyat Lampung
- FOMO: Nggak Mau Ketinggalan Hype!
- JOMO: Nyantai, Nggak Takut Ketinggalan!
- ⚖️ FOMO vs JOMO: Mana yang Lebih Baik?
- Kesimpulan: Hidup Itu Pilihan, yang Penting Lo Happy!
MUDA BELIA- Lo pernah ngerasa takut ketinggalan sesuatu? Scroll medsos terus biar tetep update? Takut nggak ikutan hype? Yap, lo kena FOMO (Fear of Missing Out). Tapi, ada juga kebalikannya nih: JOMO (Joy of Missing Out), alias menikmati hidup tanpa perlu pusing sama tren.
Jadi, mending ikut tren atau santai aja nikmatin hidup? Yuk, kita bahas!
FOMO: Nggak Mau Ketinggalan Hype!
FOMO itu perasaan cemas karena takut tertinggal info atau keseruan yang lagi viral. Biasanya, ini gara-gara media sosial yang tiap detik update hal baru. Akibatnya, lo jadi:
Ngerasa ketinggalan kalau nggak update berita/tren.
Terpaksa ikut event/hype biar nggak dianggap kudet.
Suka bandingin hidup sendiri sama orang lain di medsos.
Overthinking kalau nggak diajak nongkrong atau nggak ikutan sesuatu.
Contohnya? Ngerasa panik kalau belum nonton film atau series yang lagi viral, buru-buru beli fashion item yang lagi tren, atau kepaksa ikutan challenge TikTok biar nggak FOMO.
Tapi hati-hati! FOMO bisa bikin lo capek secara mental. Lo jadi ngikutin tren bukan karena suka, tapi karena takut ketinggalan. Lama-lama, lo bisa kehilangan identitas asli lo sendiri.
JOMO: Nyantai, Nggak Takut Ketinggalan!
Sebaliknya, JOMO itu seni menikmati hidup tanpa takut ketinggalan hype. Lo lebih fokus ke kebahagiaan diri sendiri, bukan sekadar ikut-ikutan. Ciri-ciri orang yang udah embrace JOMO:
✅ Nggak panik kalau nggak update tren.
✅ Lebih mindful & menikmati momen tanpa distraksi.
✅ Nggak gampang terdistraksi sama medsos.
✅ Prioritasin apa yang beneran penting buat diri sendiri.
Misalnya, lo lebih milih rebahan sambil baca buku atau jalan-jalan santai daripada harus FOMO ngikutin tren yang sebenernya nggak penting buat lo. Lo nggak peduli dibilang kudet, yang penting hidup lo lebih damai.
⚖️ FOMO vs JOMO: Mana yang Lebih Baik?
Sebenernya, nggak ada yang salah dengan FOMO asal masih dalam batas wajar. Kadang, ngikutin tren itu seru dan bisa bikin lo dapet pengalaman baru. Tapi kalau udah bikin lo stres & ngerasa nggak cukup, mungkin saatnya embrace JOMO.
✨ Tips biar hidup lebih balance antara FOMO & JOMO:
Pilih tren yang beneran lo suka, bukan karena takut ketinggalan.
Kurangi scrolling medsos & lebih fokus ke dunia nyata.
Latih diri buat menikmati momen tanpa distraksi.
Fokus ke kebahagiaan lo sendiri, bukan ekspektasi orang lain.
Kesimpulan: Hidup Itu Pilihan, yang Penting Lo Happy!
Mau FOMO atau JOMO, yang penting lo nyaman sama pilihan lo. Jangan biarin tren atau ekspektasi sosial nentuin kebahagiaan lo. Santai aja, nikmati hidup dengan cara lo sendiri.
✨ “Kadang ketinggalan tren itu nggak masalah, yang penting lo nggak ketinggalan kebahagiaan!”.***













