• Tentang Kami
Friday, September 4, 2026
Muda Belia
  • Home
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
  • Karier
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Teknologi
No Result
View All Result
Muda Belia
  • Home
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
  • Karier
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Teknologi
No Result
View All Result
Muda Belia
No Result
View All Result
Home Berita & Tren

Warga Lampung Cuma Minta Jalan ke Makam, Kenapa Aksesnya Diduga Ditutup PTPN IV?

Melda by Melda
September 4, 2026
in Berita & Tren

Daftar Isi

  • You might also like
  • Geger! Bandar Lampung Diduga Punya Situs Era Dinasti Tang, Benda Kuno Mulai Bermunculan
  • Pringsewu Jadi Pusat Perhatian! 500 Kader Gerindra Se-Lampung Ikuti Diklat Tiga Hari
  • Pertumbuhan Ekonomi 5,71 Persen, Sekda Lampung Selatan Minta Birokrasi Makin Solid

MUDA BELIA- Warga tidak meminta jalan tol, gedung megah, atau proyek bernilai triliunan rupiah. Mereka hanya meminta satu hal yang sangat sederhana: jangan tutup jalan menuju makam keluarga mereka.

Persoalan akses menuju pemakaman warga di Lampung kini menjadi sorotan setelah muncul dugaan jalan tersebut diblokir oleh PTPN IV Regional VII.

You might also like

Geger! Bandar Lampung Diduga Punya Situs Era Dinasti Tang, Benda Kuno Mulai Bermunculan

Pringsewu Jadi Pusat Perhatian! 500 Kader Gerindra Se-Lampung Ikuti Diklat Tiga Hari

Pertumbuhan Ekonomi 5,71 Persen, Sekda Lampung Selatan Minta Birokrasi Makin Solid

Bagi masyarakat, jalan itu bukan sekadar akses yang melewati kawasan perkebunan. Jalan tersebut menjadi jalur penting ketika keluarga harus mengantarkan orang tercinta menuju tempat peristirahatan terakhir.

Dugaan pemblokiran itu pun dinilai berpotensi memicu persoalan yang lebih besar apabila tidak segera mendapatkan penjelasan dan solusi dari seluruh pihak terkait.

Persoalan ini turut mendapat perhatian Sekretaris Jenderal DPP Laskar Lampung Indonesia, Panji Padang Ratu. Ia meminta perusahaan, pemerintah, aparat, dan masyarakat segera duduk bersama untuk mencari jalan keluar sebelum persoalan berkembang menjadi konflik terbuka.

“Jangan sampai persoalan ini berkembang menjadi konflik besar dan berkepanjangan antara masyarakat dengan perusahaan. Kita tentu tidak menginginkan ada korban,” kata Panji, Selasa (1/9/2026).

Menurut Panji, akses menuju pemakaman memiliki nilai kemanusiaan yang jauh lebih besar daripada sekadar persoalan jalan.

Di jalan tersebut, seorang anak bisa saja mengantarkan orang tuanya untuk terakhir kali. Seorang ibu dapat mengantar anaknya menuju tempat peristirahatan terakhir. Begitu pula keluarga lain yang tengah berada dalam suasana duka.

Karena itu, menurutnya, jangan sampai keluarga yang sedang kehilangan orang tercinta justru harus menghadapi portal, larangan melintas, atau ketidakpastian akses menuju pemakaman.

Kalau Masalahnya Pencurian Sawit, Pengamanan yang Diperkuat

Panji mengatakan dirinya memahami kewajiban perusahaan untuk menjaga aset perkebunan. Namun, apabila pembatasan akses tersebut berkaitan dengan kekhawatiran terhadap pencurian sawit maupun tindak kriminal, menurutnya solusi seharusnya diarahkan pada penguatan sistem keamanan.

Pengamanan dapat dilakukan melalui penambahan petugas, pemasangan kamera pengawas, penjagaan titik rawan, hingga pengaturan jam penggunaan jalan atau mekanisme izin bagi masyarakat.

“Kalau memang kekhawatirannya adalah pencurian sawit atau tindak kriminal lainnya, tentu yang diperkuat adalah pengamanan areal perusahaan. Jangan justru akses warga untuk memakamkan sanak keluarganya yang ditutup,” tegasnya.

Ia menilai masyarakat secara keseluruhan tidak seharusnya menanggung dampak dari dugaan tindakan sejumlah oknum.

Terlebih, akses tersebut berkaitan langsung dengan kebutuhan warga untuk menjalankan proses pemakaman anggota keluarga.

Bagi Panji, perusahaan memang memiliki kepentingan untuk menjaga aset. Namun, perusahaan negara juga memiliki tanggung jawab sosial dan kemanusiaan terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.

Pemerintah Diminta Turun Langsung

Panji juga meminta pemerintah daerah dan aparat terkait tidak hanya menerima informasi dari satu sisi. Persoalan tersebut perlu diverifikasi langsung di lapangan agar kondisi sebenarnya dapat diketahui secara jelas.

Ia juga mendorong agar ruang dialog segera dibuka antara masyarakat dan perusahaan.

“Jangan menunggu masyarakat marah, jangan menunggu perusahaan merasa terancam. Sebelum itu terjadi, lebih baik semua pihak duduk bersama dan mencari jalan keluarnya,” ujarnya.

Panji mengaku mendapatkan informasi mengenai persoalan tersebut dari sebuah video yang dikirimkan warga.

Karena itu, ia menilai pengecekan langsung menjadi penting agar informasi yang berkembang tidak menjadi kabar liar yang justru memperkeruh suasana.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, belum terdapat penjelasan resmi dari PTPN IV Regional VII mengenai alasan maupun kondisi sebenarnya terkait akses menuju pemakaman tersebut.

PTPN IV Regional VII tetap memiliki ruang untuk memberikan klarifikasi dan hak jawab secara terbuka mengenai persoalan tersebut.

Jangan Tunggu Konflik Baru Bertindak

Persoalan akses jalan menuju makam mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi keluarga yang sedang berduka, akses tersebut memiliki arti yang sangat besar.

Karena itu, pemerintah diminta tidak menunggu sampai terjadi aksi protes atau benturan antara masyarakat dan perusahaan baru kemudian mengambil langkah.

Dialog dan pencarian solusi bersama dinilai jauh lebih penting untuk mencegah persoalan berkembang menjadi konflik sosial.

Sebab, pembangunan dan pengelolaan aset negara pada akhirnya tetap harus berjalan beriringan dengan kepentingan masyarakat.

Negara bukan hanya dituntut hadir ketika proyek diresmikan atau ketika hasil perkebunan dipanen. Negara juga harus hadir ketika masyarakat membutuhkan kepastian dan perlindungan atas hak-hak dasarnya.

Jika benar terdapat persoalan akses menuju pemakaman, penyelesaian secara manusiawi perlu menjadi prioritas.

Sebab, portal memang dapat dibuat untuk menjaga perkebunan. Namun, jangan sampai sebuah portal justru menjadi penghalang bagi warga untuk memberikan penghormatan terakhir kepada keluarganya.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: akses masyarakatakses pemakamanjalan makamjalan wargakonflik agrariakonflik masyarakat dan perusahaankonflik sosialLampungLaskar Lampung Indonesiamakam wargaPanji Padang Ratupemerintah Lampungperkebunanperkebunan sawit.PTPN IVPTPN IV Regional VIIwarga Lampung
Previous Post

Geger! Bandar Lampung Diduga Punya Situs Era Dinasti Tang, Benda Kuno Mulai Bermunculan

Related Posts

Geger! Bandar Lampung Diduga Punya Situs Era Dinasti Tang, Benda Kuno Mulai Bermunculan
Berita & Tren

Geger! Bandar Lampung Diduga Punya Situs Era Dinasti Tang, Benda Kuno Mulai Bermunculan

by Melda
September 3, 2026
Pringsewu Jadi Pusat Perhatian! 500 Kader Gerindra Se-Lampung Ikuti Diklat Tiga Hari
Berita & Tren

Pringsewu Jadi Pusat Perhatian! 500 Kader Gerindra Se-Lampung Ikuti Diklat Tiga Hari

by Melda
September 2, 2026
Pertumbuhan Ekonomi 5,71 Persen, Sekda Lampung Selatan Minta Birokrasi Makin Solid
Berita & Tren

Pertumbuhan Ekonomi 5,71 Persen, Sekda Lampung Selatan Minta Birokrasi Makin Solid

by Melda
September 2, 2026
KUPA-PPAS 2026 Disepakati, Tanggamus Mulai Susun APBD 2027 Berbasis Program Prioritas
Berita & Tren

KUPA-PPAS 2026 Disepakati, Tanggamus Mulai Susun APBD 2027 Berbasis Program Prioritas

by Melda
September 2, 2026
Ada Ancaman Masyarakat Kembali Miskin, Wamen Ossy Soroti Penataan Tanah dalam RUU Reforma Agraria
Berita & Tren

Reforma Agraria Jangan Cuma Formalitas, Wamen Ossy Dorong Aturan yang Benar-Benar Berpihak ke Rakyat

by Melda
September 2, 2026

Recommended

Medsos Lagi Heboh! Tren Makeup ‘No Makeup’ yang Bikin Bingung

Medsos Lagi Heboh! Tren Makeup ‘No Makeup’ yang Bikin Bingung

February 17, 2025
KENAPA BANYAK ORANG GAK BISA KAYA? INI KESALAHANNYA!

KENAPA BANYAK ORANG GAK BISA KAYA? INI KESALAHANNYA!

September 11, 2025

Categories

  • Berita & Tren
  • Gaya Hidup & Hiburan
  • Hobi & Komunitas
  • Karier & Pengembangan Diri
  • Kesehatan & Wellness
  • Keuangan & Investasi
  • Teknologi & Digital
  • Uncategorized

Don't miss it

Berita & Tren

Warga Lampung Cuma Minta Jalan ke Makam, Kenapa Aksesnya Diduga Ditutup PTPN IV?

September 4, 2026
Geger! Bandar Lampung Diduga Punya Situs Era Dinasti Tang, Benda Kuno Mulai Bermunculan
Berita & Tren

Geger! Bandar Lampung Diduga Punya Situs Era Dinasti Tang, Benda Kuno Mulai Bermunculan

September 3, 2026
Pringsewu Jadi Pusat Perhatian! 500 Kader Gerindra Se-Lampung Ikuti Diklat Tiga Hari
Berita & Tren

Pringsewu Jadi Pusat Perhatian! 500 Kader Gerindra Se-Lampung Ikuti Diklat Tiga Hari

September 2, 2026
Pertumbuhan Ekonomi 5,71 Persen, Sekda Lampung Selatan Minta Birokrasi Makin Solid
Berita & Tren

Pertumbuhan Ekonomi 5,71 Persen, Sekda Lampung Selatan Minta Birokrasi Makin Solid

September 2, 2026
KUPA-PPAS 2026 Disepakati, Tanggamus Mulai Susun APBD 2027 Berbasis Program Prioritas
Berita & Tren

KUPA-PPAS 2026 Disepakati, Tanggamus Mulai Susun APBD 2027 Berbasis Program Prioritas

September 2, 2026
Ada Ancaman Masyarakat Kembali Miskin, Wamen Ossy Soroti Penataan Tanah dalam RUU Reforma Agraria
Berita & Tren

Reforma Agraria Jangan Cuma Formalitas, Wamen Ossy Dorong Aturan yang Benar-Benar Berpihak ke Rakyat

September 2, 2026
Muda Belia

Media online yang dibuat khusus buat anak muda yang pengen tetap update, berkembang, dan terinspirasi!

Categories

  • Berita & Tren
  • Gaya Hidup & Hiburan
  • Hobi & Komunitas
  • Karier & Pengembangan Diri
  • Kesehatan & Wellness
  • Keuangan & Investasi
  • Teknologi & Digital
  • Uncategorized

Browse by Tag

anak muda AnakMuda AnakMudaProduktif AturDuit Bandar Lampung ContentCreator CuanMaksimal DPRD Bandar Lampung DuniaKerja Eva Dwiana FinancialFreedom FinancialGoals GenAlpha generasi alpha generasi z GenZ gen z GenZFinance GenZMoney GenZStyle GenZTech GenZWellness investasi KerjaCerdas Keuangan KeuanganAnakMuda KeuanganSehat Lampung LevelUp lifestyleanakmuda MentalHealth MentalHealthMatters MindfulLiving PassiveIncome PersonalBranding SelfCare SideHustle SmartMoney SmartSpending SMA Siger Tips Trik WorkFromAnywhere WorkLifeBalance WorkSmart

Recent News

Warga Lampung Cuma Minta Jalan ke Makam, Kenapa Aksesnya Diduga Ditutup PTPN IV?

September 4, 2026
Geger! Bandar Lampung Diduga Punya Situs Era Dinasti Tang, Benda Kuno Mulai Bermunculan

Geger! Bandar Lampung Diduga Punya Situs Era Dinasti Tang, Benda Kuno Mulai Bermunculan

September 3, 2026

© 2025 Mudabelia.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
  • Karier
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Teknologi

© 2025 Mudabelia.com