Daftar Isi
MUDA BELIA – Persaingan memperebutkan kursi Rektor Universitas Lampung (Unila) periode 2027–2031 semakin menarik perhatian. Dr. Budiono berhasil mengantongi 22 suara senat dan menempati posisi teratas dalam pemungutan suara Pilrek Unila.
Tak hanya unggul dalam perolehan suara, Dr. Budiono juga mendapat dukungan dari Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman. Dukungan tersebut menjadi perhatian karena keduanya disebut telah menjalin hubungan dan kemitraan jauh sebelum proses pemilihan rektor berlangsung.
Dukungan itu tentu bukan tanpa alasan. Kedekatan dan pengalaman kerja sama yang telah terbangun menjadi salah satu faktor yang disorot dalam perjalanan Dr. Budiono menuju kursi pimpinan kampus terbesar di Lampung tersebut.
Bukti kedekatan itu terlihat dari foto Dr. Budiono bersama salah satu tokoh yang disebut dekat dengan Presiden Prabowo Subianto. Foto tersebut terpajang di ruang kerja Lektor Hukum Tata Negara. Ruang kerja itu juga dilengkapi komputer dan televisi pembelajaran digital untuk mendukung kenyamanan mahasiswa dalam mengerjakan teamwork projek kampus.
“Gas. Kita doakan dan kita dukung penuh Dr. Budiono jadi Rektor Unila,” ujarnya pada Rabu, 27 Oktober 2026.
Dukungan tersebut sejalan dengan pandangan Dr. Dedy Hermawan yang menilai Dr. Budiono sebagai salah satu kandidat yang cocok untuk mengembalikan marwah Unila. Terlebih, Unila saat ini menghadapi persaingan dengan Institut Teknologi Sumatera (ITERA) sebagai salah satu perguruan tinggi negeri di Lampung.
Menurut Dr. Dedy, kemampuan membangun kemitraan dengan berbagai stakeholder menjadi salah satu modal penting untuk mendorong kemandirian ekonomi kampus. Dr. Budiono dinilai memiliki hubungan dan jaringan kerja sama yang baik dengan pemerintah daerah hingga pemerintah pusat.
“Sejak saya kenal dengan beliau, kami banyak melakukan kerja sama kemitraan dengan pemerintah dan beliau dikenal berintegritas serta selalu punya cara menjaga hubungan baik dengan berbagai stakeholder demi kepentingan Unila dan mahasiswa,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Dalam pemungutan suara Pilrek Unila, Dr. Budiono memperoleh 22 suara senat. Sementara itu, Prof. Warsito meraih 15 suara dan Prof. Asep Sukohar memperoleh tujuh suara.
Pemilihan berlangsung secara tertutup di lantai II Gedung Rektorat Unila. Selain ketiga kandidat tersebut, Prof. Rudy, Prof. Ana, dan Prof. Hamzah masing-masing memperoleh satu suara.
Meski berada di posisi teratas dalam perolehan suara senat, perjalanan menuju penetapan rektor definitif belum selesai. Hasil tersebut masih menjadi bagian dari tahapan pemilihan dan menunggu 35 persen atau 26 suara dari Mendiktisaintek sesuai regulasi.
Artinya, persaingan Pilrek Unila masih menyisakan tahapan penting. Publik kini menantikan hasil akhir yang akan menentukan siapa pemimpin Universitas Lampung untuk periode 2027–2031. (*)







