Daftar Isi
- You might also like
- Dana Revitalisasi SMK Tembus Rp2,4 Miliar, LADAM Turun ke Lampung Tengah: Transparansinya Mana?
- Bandar Lampung Expo 2026 Disorot: APBD Rp1,3 Miliar, UMKM Masih Dibebani Sewa Lapak
- Pangdam Angkat Suara soal Dugaan Tekanan ke Kepsek: Jangan Ada Pesanan Pihak Tertentu
- Potensi Anak Muda Terbuka Lebar
- Fokal IMM Siap Kolaborasi
MUDA BELIA— Anak muda bukan cuma generasi penerus. Mereka juga punya potensi besar untuk menjadi penggerak perubahan. Karena itu, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama mendorong generasi muda untuk terus mengasah kemampuan, mengenali potensi diri, dan menjadikannya sebagai daya ungkit untuk menghadapi bonus demografi serta perubahan menuju 2030.
Pesan itu disampaikan Egi saat menjadi pemateri Studium Generale dalam rangkaian Pelantikan Pimpinan Daerah Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Fokal IMM) Kabupaten Lampung Selatan Periode 2026-2031 di GSG Dakwah Muhammadiyah, Kalianda, Senin malam (28/9/2026).
Mengusung tema “Nyalakan Daya Ungkitmu: Naik Kelas dan Kolaborasi untuk Negeri”, Egi menjelaskan bahwa daya ungkit bukan sekadar soal kemampuan individu.
Menurutnya, daya ungkit merupakan perpaduan antara kekuatan, pengalaman, dan sumber daya yang jika diarahkan dengan tepat bisa menghasilkan dampak yang lebih besar bagi masyarakat.
“Anak muda harus tahu apa yang menjadi kekuatannya. Setelah itu, kemampuan tersebut harus terus dikembangkan dan diarahkan agar bisa memberikan manfaat yang lebih luas,” demikian pesan yang disampaikan dalam forum tersebut.
Egi juga menyoroti bonus demografi yang diproyeksikan mencapai puncaknya menuju 2030. Saat sekitar 70 persen penduduk Indonesia berada pada usia produktif, kualitas dan keterampilan generasi muda menjadi salah satu faktor penting yang akan menentukan arah pembangunan ke depan.
Meski Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) nasional berhasil ditekan hingga 4,65 persen per Mei 2026, kesiapan pemuda tetap perlu diperkuat bersama.
Karena itu, kader IMM dan generasi muda Lampung Selatan didorong untuk tidak berhenti belajar dan terus meningkatkan kapasitas diri secara berkelanjutan.
Bukan cuma untuk kepentingan pribadi, kemampuan yang dimiliki anak muda juga diharapkan bisa dikembangkan menjadi kontribusi nyata bagi lingkungan dan daerah.
Potensi Anak Muda Terbuka Lebar
Menurut Egi, ruang bagi anak muda untuk berkontribusi di Lampung Selatan sebenarnya sangat luas.
Mulai dari pariwisata, penguatan UMKM, pelestarian budaya, hingga pengelolaan lingkungan hidup, semuanya membutuhkan ide, kreativitas, dan keterlibatan generasi muda.
Perubahan pun tidak harus selalu dimulai dari sesuatu yang besar.
Langkah awalnya bisa dimulai dari mengenali potensi diri, meningkatkan kemampuan, kemudian menghubungkannya dengan kekuatan orang lain melalui kolaborasi.
“Dimulai dari sadar daya ungkit diri, lalu disatukan dalam semangat naik kelas dan kolaborasi bersama untuk negeri. Mari kita nyalakan daya ungkit bersama untuk Lampung Selatan yang bertumbuh, berdampak, dan berkelanjutan,” ujar Egi.
Fokal IMM Siap Kolaborasi
Dalam kesempatan tersebut, Mahruddin Alihasan dilantik sebagai Ketua Pimpinan Daerah Fokal IMM Lampung Selatan periode 2026-2031.
Dalam sambutan perdananya, Mahruddin menyatakan kesiapan organisasi untuk membangun sinergi secara aktif dengan pemerintah daerah maupun dunia usaha.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membuka ruang kontribusi yang lebih luas bagi alumni IMM dalam mendukung kemajuan Kabupaten Lampung Selatan.
Dukungan terhadap kepengurusan baru juga disampaikan Ketua Pimpinan Wilayah Fokal IMM Lampung Edi Agus Yanto.
Ia berharap para pengurus mampu menerjemahkan peran organisasi melalui kontribusi yang nyata dan relevan bagi pembangunan daerah.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lampung Selatan Sutino Sasmito mengingatkan para alumni dan kader IMM untuk tetap menjunjung etika dan nilai-nilai Islam dalam setiap kiprahnya, termasuk di ranah politik praktis.
“Jangan membawa nama organisasi untuk kepentingan kelompok atau pihak tertentu,” ujar Sutino.
Dengan dilantiknya kepengurusan baru sekaligus diperkuat melalui Studium Generale, Fokal IMM Lampung Selatan diharapkan tidak hanya menjadi ruang silaturahmi para alumni.
Lebih dari itu, organisasi tersebut diharapkan menjadi bagian dari ekosistem kolaborasi yang mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan Kabupaten Lampung Selatan.***







