Daftar Isi
MUDA BELIA– Dunia pendidikan Kota Bandar Lampung lagi-lagi jadi sorotan publik. Kali ini bukan soal belajar mengajar, tapi rumor yang bikin netizen dan masyarakat ikut penasaran: kabar adanya pembagian motor inventaris buat kepala sekolah SD dan SMP.
Isu ini mulai ramai setelah Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengumpulkan para kepala sekolah bersama sejumlah pejabat penting Pemkot di Gedung Semergou, Selasa (26/5/2026).
Rumor tersebut pertama kali muncul dari informasi seorang jurnalis senior yang disebut dekat dengan lingkaran Pemkot Bandar Lampung.
Dalam informasi yang beredar, disebutkan seluruh kepsek dikumpulkan bersama pejabat seperti Kadisdikbud, Kadis Kominfo, hingga Asisten II Setda Bandar Lampung.
“Infonnya kepsek-kepsek bakal diberi inventaris motor. Katanya karena sudah masuk tahun politik,” ujar sumber tersebut.
Nah, yang bikin publik makin curiga, sejumlah pejabat yang dikonfirmasi justru memilih irit bicara.
Kadisdikbud Bandar Lampung, M. Nur Ramdhan, cuma membenarkan adanya rapat tanpa menjelaskan detail isi pembahasannya.
“Wa’alaikumsalam… baru selesai,” jawabnya singkat.
Sementara Kepala BKAD Bandar Lampung, Zakky Irawan, disebut belum memberikan respons terkait rumor yang berkembang.
Karena minim penjelasan resmi, isu motor inventaris ini langsung liar dibahas di media sosial dan grup percakapan warga.
Banyak yang mulai bertanya-tanya, kalau benar ada pembagian motor untuk sekitar 180 kepala sekolah, anggarannya dari mana?
Apalagi sebelumnya Kadisdikbud sendiri sempat mengakui kalau kondisi anggaran pendidikan di Bandar Lampung masih cukup berat.
“Anggaran kita besar, tapi habis untuk gaji semua,” ujar Ramdhan saat hearing bersama DPRD beberapa waktu lalu.
Ia bahkan mengaku untuk membenahi sekolah maupun membangun sekolah baru saja masih kesulitan karena keterbatasan belanja modal dan persoalan aset.
“Belanja modal untuk membenahi sekolah saja sulit,” katanya lagi.
Pernyataan itulah yang sekarang jadi bahan pertanyaan publik. Banyak warga menilai kalau benar ada pengadaan motor inventaris, tentu sumber dan mekanisme anggarannya harus dijelaskan secara terbuka.
Di sisi lain, rumor ini makin panas karena dikaitkan dengan suasana politik yang mulai menghangat menjelang tahun politik.
Sampai sekarang, belum ada klarifikasi resmi dari Pemkot Bandar Lampung terkait benar atau tidaknya isu pembagian motor inventaris tersebut.
Meski begitu, rumor ini sudah telanjur ramai diperbincangkan dan jadi topik panas di tengah masyarakat Bandar Lampung.***












