Daftar Isi
MUDA BELIA— Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus digeber agar manfaatnya makin luas dan tepat sasaran. Kali ini, Anggota Komisi IX DPR RI, Rahmawati Herdian, turun langsung ke tengah masyarakat Kabupaten Pringsewu untuk menyosialisasikan program yang digadang-gadang jadi investasi jangka panjang bagi generasi masa depan.
Sosialisasi ini digelar Komisi IX DPR RI bersama mitra strategis Badan Gizi Nasional (BGN) dan berlangsung di Balai Pekon Podomoro, Jumat (13/2). Ratusan warga tampak antusias mengikuti kegiatan ini, mulai dari tokoh masyarakat hingga ibu-ibu rumah tangga yang penasaran bagaimana MBG bisa berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari mereka.
Acara ini juga dihadiri Tenaga Ahli DPR RI Rakhmat Husein Darma Cane, KPPG Bandar Lampung Wilayah Kerja Lampung dan Bengkulu Achmad Hery Setiawan, serta perwakilan dari BGN yang siap menjelaskan teknis pelaksanaan program di lapangan.
Dalam pemaparannya, Rahmawati menekankan bahwa MBG bukan sekadar soal makan gratis. Lebih dari itu, program ini dirancang untuk memperbaiki kualitas gizi masyarakat sekaligus menggerakkan ekonomi lokal. Menurutnya, bahan pangan yang digunakan dalam dapur MBG dapat melibatkan petani, pedagang, dan UMKM setempat sehingga roda ekonomi daerah ikut berputar.
Menariknya, Rahmawati juga membuka ruang dialog dan menyerap aspirasi warga secara langsung. Salah satu masukan yang mencuat adalah soal variasi menu MBG. Warga Pekon Podomoro mengusulkan agar menu buah tidak terlalu sering menggunakan pisang.
“Ada aspirasi dari masyarakat terkait menu MBG, misalnya permintaan agar buah tidak selalu pisang. Di Pekon Podomoro, pisang sudah sangat melimpah karena banyak warga yang panen sendiri di rumah,” ujar Rahmawati.
Ia menilai masukan tersebut sangat relevan dan akan menjadi bahan evaluasi agar menu MBG bisa lebih variatif, kontekstual dengan kondisi daerah, dan tetap memenuhi standar gizi yang ditetapkan.
Rahmawati juga menegaskan bahwa MBG merupakan kebijakan negara yang sepenuhnya berpihak pada rakyat. Ia menyampaikan apresiasi terhadap komitmen Presiden yang memberi perhatian besar pada isu gizi nasional.
“Manfaat program MBG ini luar biasa. Kita patut bangga karena Presiden benar-benar ingin memastikan seluruh masyarakat, terutama anak-anak dan generasi muda, mendapatkan asupan gizi yang layak. Harapannya, lewat makan bergizi gratis ini akan lahir generasi hebat dan sehat di masa depan,” tambahnya.
Sementara itu, BGN menegaskan perannya sebagai pelaksana sekaligus pengawas program MBG agar berjalan transparan, berkualitas, dan tepat sasaran. Pemerintah berharap dukungan penuh masyarakat agar program ini tidak hanya sukses secara administratif, tetapi juga benar-benar dirasakan manfaatnya di lapangan.
Dengan sosialisasi seperti ini, MBG diharapkan bukan sekadar program pemerintah, melainkan gerakan bersama untuk membangun generasi yang sehat, cerdas, dan siap bersaing, dimulai dari piring makan mereka sendiri.***












