Daftar Isi
- You might also like
- Menolak Politik Tekanan Sektoral, GMNI Metro Ingatkan Wali Kota agar Tetap Rasional soal Pembangunan
- Peringati Milad ke-79, HMI Cabang Kotabumi Gelar Opening Ceremony LK II
- Playlist Spotify yang Cocok Buat Healing Diam-Diam
- Kenapa Weekend Sering Jadi Ajang Overthinking?
- Mulai dari Niat: Weekend Nggak Harus Hebat
- Contoh Situasi yang Sering Terjadi (Dan Nggak Apa-Apa)
- Kurangi Noise, Bukan Hidup
MUDA BELIA-Jumat malam sering terasa seperti pintu kebebasan. Tapi anehnya, begitu weekend datang, kepala malah rame. To-do list kerja kebayang, chat yang belum dibalas muncul satu-satu, dan pikiran soal “Senin nanti gimana ya?” ikut nimbrung.
Bukannya santai, kita malah overthinking. Rebahan sambil scroll, tapi hati nggak benar-benar tenang. Mau keluar rumah mager, mau di rumah juga kepikiran banyak hal. Capek, tapi nggak tahu capeknya dari mana.
Kalau kamu sering ngerasain hal kayak gini, tenang. Kamu nggak sendirian.
Kenapa Weekend Sering Jadi Ajang Overthinking?
Banyak anak muda ngerasa weekend itu harus “bermakna”. Harus produktif, harus healing, harus ke mana-mana. Akhirnya, tanpa sadar kita bikin tekanan baru buat diri sendiri.Padahal selama weekdays, kita udah dipaksa fokus, mikir, dan nahan banyak hal. Begitu weekend datang dan semua berhenti mendadak, pikiran malah kebuka lebar. Semua yang ketunda selama seminggu, muncul barengan.Dan dari situlah overthinking mulai kerja lembur.
Mulai dari Niat: Weekend Nggak Harus Hebat
Weekend yang enak itu bukan soal pergi jauh atau punya agenda penuh. Kadang, weekend yang “biasa aja” justru paling ngena.Coba turunin ekspektasi. Nggak apa-apa kalau weekend cuma di rumah, bangun siang, makan telat, dan nonton ulang serial favorit. Recharge itu nggak selalu kelihatan keren di story.Yang penting, kamu ngerasa sedikit lebih ringan dari hari-hari sebelumnya.
Lakuin Hal Kecil yang Bikin Pikiran Pelan-Pelan Diam
Kalau overthinking mulai muncul, jangan langsung dilawan. Ajak dia pelan-pelan pergi.
Misalnya:
- Jalan kaki sore tanpa tujuan jelas
- Dengerin playlist lama yang bikin nostalgia
- Beresin kamar sambil muter lagu pelan
- Nulis hal random di notes HP, nggak harus rapi
Hal-hal kecil ini kelihatannya sepele, tapi sering jadi rem paling ampuh buat pikiran yang keburu lari ke mana-mana.
Contoh Situasi yang Sering Terjadi (Dan Nggak Apa-Apa)
Kamu bangun Sabtu pagi dengan niat mau produktif. Tapi akhirnya malah scroll TikTok satu jam, terus kepikiran, “Kok aku gini amat, ya?”
Atau kamu udah janjian keluar, tapi pas hari-H malah pengin batal karena mood turun. Akhirnya kamu di rumah, ngerasa bersalah, dan mikir kebanyakan.
Situasi kayak gini normal. Kita manusia, bukan mesin. Kadang yang kita butuhin bukan dorongan, tapi izin buat berhenti sebentar.
Kurangi Noise, Bukan Hidup
Weekend tanpa overthinking bukan berarti hidup jadi sepi. Tapi kita bisa milih noise mana yang mau didenger.
Coba:
- Matikan notifikasi kerja
- Kurangi bandingin hidup sendiri sama orang lain
- Nggak harus update apa pun ke siapa pun
Dunia nggak akan runtuh kalau kamu offline beberapa jam. Justru di situ, kamu bisa denger diri sendiri lebih jelas.
Insight Sederhana: Pikiran Butuh Ruang, Bukan Jawaban
Sering kali kita overthinking karena pengin semua jelas sekarang. Padahal nggak semua hal harus langsung beres.Weekend bisa jadi ruang buat nerima ketidakpastian itu. Duduk bareng rasa capek, tanpa harus nyelesain semuanya. Kadang cukup bilang ke diri sendiri, “Aku lagi capek, dan itu valid.”Aneh tapi nyata, dari situ pikiran justru pelan-pelan lebih tenang.***


















