Daftar Isi
- You might also like
- Kerja Pertama, Salah Langkah Itu Wajar
- Fresh Graduate dan Tekanan Sosial
- Quarter Life Crisis di Awal Karier
- Capek Bukan Berarti Lemah
- Pisahkan Diri Kamu dari Pekerjaan
- Batas ini kelihatan sepele, tapi efeknya besar buat pikiran.
- Atur Energi, Bukan Cuma Waktu
- Ingat Alasan Kamu Bertahan (Untuk Sekarang)
- Jangan Lupa Punya Hidup di Luar Kantor
- Kantor boleh capek, tapi hidup kamu nggak harus ikut habis.
MUDABELIA – Ada hari-hari di mana bangun pagi rasanya berat banget, bukan karena kurang tidur, tapi karena harus ke kantor. Deadline numpuk, chat kerja nggak ada habisnya, dan kepala rasanya penuh bahkan sebelum jam makan siang. Kalau kamu lagi ada di fase ini, kamu nggak sendirian.
Kantor yang bikin capek itu nyata. Dan bertahan di dalamnya bukan soal jadi “kuat terus”, tapi soal tahu cara menjaga diri sendiri.
Capek Bukan Berarti Lemah
Banyak anak muda ngerasa bersalah karena cepat lelah. Padahal, capek itu sinyal. Bisa jadi kamu lagi kebanyakan beban, kurang istirahat, atau lingkungan kerjanya memang menguras energi.
Mengakui capek bukan tanda menyerah. Justru itu langkah awal buat bertahan lebih sehat—secara mental dan fisik.
Pisahkan Diri Kamu dari Pekerjaan
Kerja itu penting, tapi bukan satu-satunya identitas kamu. Coba bikin batas sederhana: matikan notifikasi kerja setelah jam tertentu, atau punya rutinitas kecil setelah pulang kantor—entah itu mandi air hangat, dengerin musik, atau sekadar rebahan tanpa mikir apa-apa.
Batas ini kelihatan sepele, tapi efeknya besar buat pikiran.
Cari Teman, Jangan Jalan Sendiri
Lingkungan kerja yang capek sering terasa lebih berat kalau dijalani sendirian. Punya satu teman kantor buat ngobrol jujur—tentang kerjaan atau hal random—bisa jadi penyangga stres yang ampuh.
Kadang yang kita butuhin bukan solusi, tapi teman yang bilang, “Gue juga ngerasain hal yang sama.”
Atur Energi, Bukan Cuma Waktu
Nggak semua jam kerja itu produktif. Kenali kapan energi kamu lagi penuh dan kapan mulai turun. Gunakan waktu terbaik buat tugas berat, dan jangan ragu ambil jeda kecil buat tarik napas.
Bertahan di kantor capek bukan soal kerja lebih keras, tapi kerja lebih sadar.
Ingat Alasan Kamu Bertahan (Untuk Sekarang)
Ada yang bertahan demi pengalaman, ada yang demi finansial, ada juga yang sambil nyari jalan lain. Apapun alasanmu, sah. Nggak semua orang bisa langsung pindah atau berhenti.
Yang penting, kamu tahu ini bukan kondisi permanen. Ini fase, bukan hukuman seumur hidup.
Jangan Lupa Punya Hidup di Luar Kantor
Sekecil apa pun, punya sesuatu di luar kerja itu penting. Hobi, olahraga ringan, nonton film, atau nongkrong santai bisa jadi pengingat bahwa hidup kamu lebih luas dari meja kerja.
Kantor boleh capek, tapi hidup kamu nggak harus ikut habis.
Penutup: Bertahan Juga Butuh Strategi
Bertahan di kantor yang bikin capek bukan berarti kamu kalah. Justru kamu lagi belajar mengenal batas diri, mengelola energi, dan pelan-pelan jadi lebih dewasa.
Kalau hari ini masih berat, nggak apa-apa. Kamu sudah melakukan yang terbaik dengan kondisi yang ada.***















