Daftar Isi
- You might also like
- Wartawan Senior Nelson Diduga Diintimidasi, PRO RAKYAT Desak Kapolda Lampung Bergerak
- PANJI PADANG RATU BERSUARA! POLEMIK KETUA MUI LAMPURA DISOROT, DUGAAN TEKANAN TERHADAP KELUARGA KORBAN JADI PERHATIAN
- Uang Buku SMPN 2 Kalianda Belum Tuntas, Yulinda Sebut Pakai Dana Pribadi
- Tak Hanya Bahas Narkoba, Pelajar Juga Dibekali Keterampilan Diri
- Belajar Menghargai Diri agar Lebih Tangguh
- Pelajar Didorong Jadi Agen Perubahan
MUDA BELIA – Perang melawan narkoba perlu dimulai sejak usia remaja. Salah satu langkahnya adalah membekali pelajar dengan pengetahuan yang tepat agar mampu menjaga diri sekaligus mengajak teman-temannya menjauhi penyalahgunaan narkotika.
Upaya tersebut dilakukan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Lampung Selatan melalui kegiatan Pelatihan Pendidik Remaja Teman Sebaya Anti Narkotika Tahun 2026 di Aula Podjok Sawah, Kecamatan Sidomulyo, Jumat (16/10/2026).
Kepala BNNK Lampung Selatan, AKBP Rahmad Hidayat, S.E., M.M., membuka sekaligus memberikan sambutan dalam kegiatan yang diikuti 30 siswa dan siswi dari sejumlah sekolah di wilayah Sidomulyo.
Peserta berasal dari SMP Negeri 1, SMP Negeri 2, dan SMP Negeri 3 Sidomulyo, SMP IT Al Kholis Sidomulyo, MTs Al Khoiriyah Sidomulyo, serta MTs Mathlaul Anwar Sidowaluyo.
Melalui pelatihan ini, para pelajar dibekali pemahaman mengenai bahaya narkotika, cara mengenali risikonya, hingga pentingnya membangun kepercayaan diri dalam menghadapi berbagai tantangan selama masa remaja.
Tak Hanya Bahas Narkoba, Pelajar Juga Dibekali Keterampilan Diri
Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari unsur perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Materi yang diberikan tidak hanya berfokus pada bahaya narkotika, tetapi juga menyentuh pendidikan, kesehatan diri, dan kesejahteraan remaja.
Materi pertama disampaikan Rektor Universitas Muhammadiyah Kalianda, Susilawati, S.Sos., M.I.P., M.M., dengan tema “Bahaya Narkoba bagi Remaja”.
Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai risiko penyalahgunaan narkotika serta dampaknya terhadap kesehatan, pendidikan, kehidupan sosial, dan masa depan. Pengetahuan ini diharapkan membantu pelajar mengambil keputusan yang tepat dan berani menolak ajakan yang berisiko.
Selanjutnya, Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan, Eliyatullaila, M.Pd., membawakan materi “Kenali Narkoba: Aku, Kini dan Nanti”.
Materi ini mengajak peserta memahami bahwa keputusan yang diambil saat remaja dapat berpengaruh terhadap perjalanan hidup dan cita-cita mereka.
“Edukasi tersebut diharapkan dapat memperkuat kesadaran siswa untuk menjaga diri dan merencanakan masa depan tanpa narkoba,” terang Rahmad Hidayat.
Belajar Menghargai Diri agar Lebih Tangguh
Ada hal lain yang turut menjadi perhatian dalam pelatihan ini, yakni kemampuan remaja mengenali potensi dan menghargai dirinya sendiri.
Kabid Kesejahteraan Keluarga Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Lampung Selatan, Supi’ah, S.Ag., M.Si., menyampaikan materi bertajuk “Self Appreciation: Biar Gak Gampang Anxiety”.
Materi tersebut membahas pentingnya menghargai diri sendiri, mengenali potensi pribadi, serta membangun sikap positif saat menghadapi tekanan dan tantangan kehidupan.
Menurut Rahmad, kemampuan memahami diri dan menghadapi persoalan dengan cara yang sehat merupakan bagian penting dalam memperkuat ketahanan remaja.
Dengan bekal tersebut, pelajar diharapkan lebih mampu menjaga diri, membangun pertemanan yang positif, dan mengambil keputusan yang tidak merugikan masa depan mereka.
Pelajar Didorong Jadi Agen Perubahan
Rahmad Hidayat menjelaskan, keterlibatan narasumber dari berbagai sektor merupakan bentuk sinergi untuk mendukung perkembangan remaja dari sisi pengetahuan, pendidikan, hingga kesejahteraan keluarga.
Ia berharap pelatihan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan pembelajaran di dalam ruangan. Para peserta diharapkan dapat meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada teman-teman di sekolah masing-masing.
“Pembekalan yang diberikan diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman peserta mengenai bahaya narkotika, tetapi juga memperkuat kemampuan mereka dalam menjaga diri dan membangun hubungan pertemanan yang positif,” ungkapnya.
Melalui program pendidik sebaya, BNNK Lampung Selatan mendorong para pelajar menjadi agen perubahan yang mampu menyampaikan pesan pencegahan narkoba secara positif dan mudah dipahami teman seusianya.
Langkah ini diharapkan ikut membangun lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan memiliki kepedulian terhadap pencegahan penyalahgunaan narkotika.
“Demi mewujudkan generasi yang sehat, berprestasi, dan Kabupaten Lampung Selatan Bersih dari Narkoba (Bersinar),” pungkas Rahmad.***







