Daftar Isi
MUDA BELIA- Hadeh, ada-ada saja kelakuan eks Kadisdikbud Bandar Lampung yang saat ini menjabat Asisten Setda.
Dia Eka Afriana. Dalam silsilah keluarga, dia itu saudara kembar Eva Dwiana Lho, sang Wali Kota dua periode Bandar Lampung sekaligus masih sebagai istri sah Herman HN yang dua kali kalah saat nyalon Gubernur Lampung.
Eka Afriana ini juga berarti tantenya Rahmawati Herdian yang sekarang duduk sebagai Anggota DPR RI, yang saat pencalonan memanfaatkan embel-embel anak kandung Herman HN.
Tapi perilaku Eka Afriana saat hendak hearing dengan Komisi 4 DPRD Kota Bandar Lampung pada Senin, 18 Mei 2026 bukan saja memicu decak heran yang kemudian menjadi material pergunjingan serta tawa penuh tanya jurnalis.
“Pake difoto-foto ya saya, udah balik lah. Nanti ada..,” kemudian ucapannya terputus seraya meniti anak tangga untuk kemudian meninggalkan gedung DPRD Bandar Lampung.
Kenapa ya dia enggak mau tertangkap lensa kamera? Semua tahu kok dipanggilnya ke Komisi 4 bukan berarti karena masih menjabat Kadisdikbud, meski isunya belum menyerahkan ruangan kadis kepada yang baru.
Semua paham dia diminta hadir untuk mendampingi Ramdhan sebab baru sekitar satu bulan menggantikannya, sehingga detail anggaran dan program Disdikbud terpaparkan maksimal dengan hadirnya kembaran Eva Dwiana yang diduga mengubah tahun kelahiran demi masuk CPNS pada tahun 2008 tanpa pengesahan pengadilan.
Namun satu kali lagi, mengapa ya hanya karena jurnalis merekam visual kehadirannya, justru balik arah– layaknya calon pembeli setelah tahu baju dan celana harganya setinggi lantai Mall di Abu Dabi.
Tapi yang nih ya, ini lho yang enggak kalah aneh dan mengundang pertanyaan lain nih ya. Jadi gini, Setwan DPRD Kota Bandar Lampung yang bernama Tri tampak sibuk hilir mudik. Sepertinya karena situasi itu, situasi hebohnya Eka Afriana menghindar dari wartawan.
Seorang wartawan berinisial M yang baru keluar dari ruang hearing dan hendak menyalakan kretek di depan pintu Kabag Umum, bahkan Tio ajak masuk.
Dari gelagatnya tergesa-gesa. Mungkin, khawatir wartawan ini kembali mengintai orang disdik ataupun Eka Afriana itu sendiri untuk bertanya masalah Siger dan mengungkap tabor BOSDA 9,5 miliar rupiah.
Bak raja namun dengan suguhan sederhana, Kabag Humas Dody dan Setwan telah menjamu wartawan dengan kopi, air dingin hingga gorengan walau ada di antara wartawan dalam ruang itu yang mungkin enggak mereka kenal.
Seperti M ini. Bahkan Setwan dan Kabag bertanya kepadanya. “Jarang liputan ke dewan ya,” katanya.
Singkat cerita, kabag dan setwan pun menjanjikan kerjasama media untuk anggaran perubahan 2026 pada M.
Sepertinya karena mereka hendak mengamankan disdik dan Eka Afriana dari ceceran lensa dan pertanyaan jurnalis.
Terbukti, ketika Ramdhan dan jajarannya keluar dari ruang Komisi 4 dan turun ke anak tangga, Setwan pun terburu-buru ke sana dan seperti tak mau ketinggalan dengan awak media. Ada apa?
Ada yang nyeletuk begini lho, “takut kalau anggarannya dikurangin sama bunda,” kata seorang wartawan di ruang ngopi dan ngemil gorengan itu.***








