Daftar Isi
MUDA BELIA-Pernah nggak sih ngerasa gaji baru masuk, tapi entah kenapa seminggu kemudian saldo udah bikin mikir dua kali buat jajan? Padahal ngerasa nggak belanja aneh-aneh. Cuma kopi, makan, ongkir, sedikit healing biar nggak stres. Tapi ya itu, uang datang, uang pergi, ninggalin rasa bingung.
Tenang, kamu nggak sendirian. Banyak anak muda ngalamin hal yang sama. Bukan karena kita ceroboh sepenuhnya, tapi karena hidup sekarang emang penuh godaan dan tuntutan. Kadang kita jalan sambil capek, tapi tetap jalan.
Merasa “Ah, Masih Muda, Santai Dulu”
Salah satu kesalahan paling umum adalah ngerasa urusan keuangan bisa dipikirin nanti. Sekarang fokus nikmatin hidup dulu. Logikanya kelihatan masuk akal, apalagi pas kerja masih awal, gaji belum besar, dan kepala masih penuh overthinking soal masa depan.
Masalahnya, kebiasaan santai ini sering kebawa terlalu lama. Tanpa sadar, kita terbiasa hidup tanpa rencana. Uang dipakai ya dipakai aja, yang penting hari ini happy.
Gaji Datang, Langsung Habis Buat “Reward”
Capek kerja seharian, pulang rasanya pengen ngasih hadiah kecil buat diri sendiri. Jajan enak, nonton, belanja online. Sekilas wajar. Tapi kalau setiap capek harus ditebus dengan belanja, pelan-pelan itu jadi pola.
Banyak dari kita nggak sadar kalau kata “reward” sering jadi pembenaran. Padahal capek itu normal, bukan selalu harus dibayar pakai uang.
Nggak Nyatet, Nggak Ngerasa Bocor
Kesalahan lain yang sering kejadian: nggak pernah bener-bener tahu uang kita habis ke mana. Semua terasa kecil, receh, nggak signifikan. Tapi justru di situ bocornya.
Ongkir, jajan kecil, langganan yang lupa dimatiin. Sekali dua kali nggak kerasa, tapi sebulan? Baru deh muncul rasa, “kok bisa ya?”
Ikut Gaya Hidup, Takut Ketinggalan
Scroll media sosial, lihat temen nongkrong di tempat baru, liburan, beli barang lucu. Kita bilang ke diri sendiri, “sekali ini aja.” Padahal minggu lalu juga bilang gitu.
FOMO itu nyata. Bukan karena kita pengen pamer, tapi karena pengen ngerasa sama. Nggak mau jadi yang ketinggalan cerita. Sayangnya, dompet kita kadang nggak sepakat.
Nunda Urusan Darurat
Banyak anak muda mikir dana darurat itu urusan orang mapan. Padahal justru di fase belum stabil, hal darurat sering datang tanpa permisi. Motor rusak, sakit, HP jatuh, atau tiba-tiba harus pulang kampung.
Karena nggak siap, akhirnya ngandelin utang atau gesek sana-sini. Bukan salah sepenuhnya, tapi ini pola yang bikin capek mental.
Contoh Situasi yang Relate Banget
Misalnya gini. Gaji tinggal sedikit, tapi temen ngajak nongkrong. Kamu sebenarnya mager, tapi nggak enak nolak. Akhirnya ikut, sambil bilang ke diri sendiri, “bulan depan aja lah beresinnya.”
Atau kamu niat nabung, tapi tiap akhir bulan selalu gagal. Bukan karena nggak mau, tapi karena dari awal nggak tahu harus mulai dari mana.
Insight Sederhana yang Bisa Dipetik
Kesalahan finansial anak muda jarang karena malas atau bodoh. Lebih sering karena kita belum kenal diri sendiri. Belum ngerti pola capek kita, cara kita nyari hiburan, dan hal-hal kecil yang bikin uang gampang lepas.
Ngatur uang itu bukan soal disiplin keras, tapi soal jujur sama diri sendiri. Tahu batas, tahu kebutuhan, dan tahu kapan harus berhenti.
Penutup: Kamu Lagi Belajar, Itu Nggak Salah
Kalau kamu ngerasa pernah atau masih ngelakuin kesalahan-kesalahan ini, itu nggak bikin kamu gagal. Itu tanda kamu lagi proses. Nggak semua orang langsung paham soal uang di umur segini.
Pelan-pelan aja. Sadar dulu, perbaiki dikit-dikit. Hidup bukan lomba siapa paling rapi finansialnya. Yang penting, kamu nggak pura-pura baik-baik aja dan mulai peduli sama diri sendiri.
Capek boleh, salah boleh. Yang penting, kamu nggak berhenti belajar dan ngerasa sendirian***













