Daftar Isi
MUDA BERLIA-Banyak dari kita pernah niat journaling, tapi berhenti di hari ketiga. Bukannya karena malas, tapi karena keburu mikir ribet. Harus nulis bagus, harus konsisten, harus estetik. Padahal, journaling itu sebenarnya cuma soal ngobrol sama diri sendiri.
Dan ngobrol sama diri sendiri nggak perlu aturan ketat.
Di tengah hidup yang serba cepat, journaling diam-diam justru jadi cara paling pelan buat ngedengerin isi kepala. Nggak perlu diumbar, nggak perlu dipamerin. Cukup kamu dan kertas (atau notes HP).
Journaling Itu Bukan Diary Zaman SD
Banyak orang takut mulai journaling karena kebayang nulis panjang, curhat lebay, atau harus jujur total. Padahal journaling nggak harus cerita hidup lengkap.
Kadang cuma satu kalimat sudah cukup. Tentang capek hari ini, tentang hal kecil yang bikin senyum, atau tentang pikiran random yang nggak sempat dipikirin siang tadi.
Journaling itu fleksibel. Kamu yang pegang kendali.
1. Pakai Media Apa Aja
Nggak punya buku lucu? Nggak masalah. Notes HP, kertas bekas, atau buku tulis biasa juga oke.Cara Mulai Journaling Tanpa Ribet Intinya bukan di medianya, tapi di niatnya buat berhenti sebentar.
2. Nulis Pendek Itu Sah
Nggak harus satu halaman. Bahkan tiga baris pun nggak apa-apa. Journaling bukan lomba produktif, tapi ruang aman buat jujur.
3. Nggak Perlu Bahasa Bagus
Tulis aja apa adanya. Campur bahasa, typo, atau kalimat setengah jadi itu normal. Ini bukan buat dibaca orang lain.
Contoh Situasi yang Sering Terjadi
Malam hari, lampu kamar redup. Kamu buka HP, niatnya scroll bentar tapi malah capek sendiri. Akhirnya buka notes dan nulis, “Hari ini capek tapi nggak tau kenapa.”
Kalimat itu mungkin kelihatan sepele. Tapi setelah ditulis, dada rasanya agak ringan. Pikiran nggak sepenuh sebelumnya.
Itu journaling. Sesederhana itu.
Journaling Diam-Diam Biar Nggak Terbebani
4. Nggak Harus Setiap Hari
Journaling nggak kehilangan makna walau bolong-bolong. Nulis seminggu sekali pun tetap valid. Jangan jadikan journaling beban baru.
5. Nggak Perlu Dibaca Ulang Kalau Nggak Mau
Beberapa orang nyaman baca ulang tulisannya. Beberapa nggak. Dua-duanya nggak salah. Journaling tetap bekerja walau cuma ditulis lalu ditinggal.
Insight Sederhana yang Sering Terlupa
Kadang kita capek bukan karena masalahnya besar, tapi karena semuanya numpuk di kepala. Journaling membantu mindahin beban itu ke tempat lain.Bukan buat nyelesain semuanya, tapi buat ngasih ruang bernapas***

















