Daftar Isi
- Bertahan itu Skill
- You might also like
- Cari Kerja Itu Proses, Bukan Perlomban
- Cara Bertahan di Kantor yang Bikin Capek
- Kerja Pertama, Salah Langkah Itu Wajar
- Menyusun prioritas tanpa kehilangan mood.
- Deadlines: Teman atau Musuh?
- Fokus: Mengurangi multitasking yang bikin pusing.
- Lingkungan Kerja: Jangan Lupa Jaga Diri
- Mental Health Bukan Pilihan
MUDABELIA- Dunia kerja nggak pernah gampang. Dari pagi ketemu email menumpuk, meeting yang rasanya nggak ada habisnya, sampai tenggat proyek yang bikin jantung deg-degan. Kalau kamu merasa kerja itu kadang kayak survival game, kamu nggak salah. Sebenarnya, kerja itu bukan cuma soal skill, tapi juga seni bertahan hidup—mentally dan emosional.
Bertahan itu Skill
Banyak orang fokus naik jabatan, gaji, dan bonus. Padahal, bertahan di dunia kerja itu juga perlu skill tersendiri. Resiliensi, adaptasi cepat, dan kemampuan tetap tenang saat panik adalah modal yang sering nggak diajarkan di kampus.
Bisa tetap produktif walau kerja remote sambil ditemani gangguan rumah tangga.
Mengelola emosi saat atasan tiba-tiba menambahkan tugas ekstra.
Menyusun prioritas tanpa kehilangan mood.
Ini semua termasuk seni bertahan. Nggak semua orang bisa menguasainya sejak awal, tapi bisa dilatih.
Deadlines: Teman atau Musuh?
Deadline sering bikin stres, tapi kalau dilihat dari sisi lain, deadline juga teman. Ia ngajarin kita:
Manajemen waktu: Apa yang harus dikerjakan sekarang, dan apa yang bisa ditunda.
Fokus: Mengurangi multitasking yang bikin pusing.
Kreativitas: Kadang batas waktu bikin kita mikir out-of-the-box.
Trik kecil: tulis to-do list harian, tapi jangan terlalu keras sama diri sendiri. Bertahan itu bukan berarti jadi robot, tapi tetap manusiawi.
Lingkungan Kerja: Jangan Lupa Jaga Diri
Seni bertahan juga soal membangun lingkungan kerja yang sehat. Ini bisa dimulai dari hal-hal sederhana:
Ngobrol santai sama teman kantor.
Istirahat cukup, jangan korbankan tidur demi lembur.
Bawa cemilan favorit atau kopi kesukaan buat mood booster.
Menjaga batasan digital: email nggak harus dibuka 24/7.
Dengan begitu, dunia kerja nggak terasa menekan, tapi lebih seperti arena belajar sambil bertahan.
Mental Health Bukan Pilihan
Di tengah tuntutan kerja, jangan lupa mental health itu penting. Stres itu wajar, tapi kalau dibiarkan bisa mengganggu kinerja dan kebahagiaan. Luangkan waktu untuk:
Meditasi atau relaksasi singkat.
Jalan-jalan sebentar di luar kantor.
Curhat sama teman atau mentor.
Seni bertahan berarti tahu kapan harus push dan kapan harus recharge.***


















