Daftar Isi
MUDABELIAN- Scroll media sosial sebentar saja, kita langsung disuguhi potret “anak muda sukses”. Ada yang baru 23 tahun sudah jadi founder, ada yang pamer slip gaji dua digit, ada juga yang keliling dunia sambil kerja remote. Tanpa sadar, standar kesuksesan jadi terasa seragam—cepat, tinggi, dan harus kelihatan.
Padahal, hidup nggak sesederhana feed Instagram.
Banyak anak muda tumbuh dengan definisi sukses yang diwariskan: kerja mapan, gaji besar, jabatan keren, sebelum usia 30. Definisi ini sering kali datang dari lingkungan, keluarga, atau bahkan algoritma media sosial.
Masalahnya, standar itu jarang mempertimbangkan kondisi masing-masing. Latar belakang, kesempatan, dan kecepatan hidup setiap orang jelas beda. Tapi tetap saja, kita sering membandingkan proses sendiri dengan hasil orang lain.
Tekanan yang Datang Diam-Diam
Standar kesuksesan yang sempit bikin banyak anak muda merasa tertinggal. Bukan karena mereka gagal, tapi karena merasa “belum sejauh itu”. Akhirnya, muncul tekanan untuk buru-buru sukses, takut dibilang nggak berkembang, atau merasa hidupnya salah arah.
Ironisnya, tekanan ini sering datang saat usia masih sangat muda—saat seharusnya masih banyak ruang buat coba, salah, dan belajar.
Media Sosial dan Ilusi Pencapaian
Media sosial memang bukan sumber masalah utama, tapi ia memperbesar segalanya. Kita lebih sering melihat pencapaian, bukan perjuangan. Yang tampil di layar biasanya highlight, bukan realita utuh.
Jarang yang posting soal ditolak kerja berkali-kali, gaji pas-pasan, atau bingung menentukan arah hidup. Akibatnya, kesuksesan terlihat instan dan rapi, padahal aslinya berantakan dan penuh trial-error.
Sukses Itu Proses, Bukan Garis Finish
Buat sebagian orang, sukses adalah bisa mandiri secara finansial. Buat yang lain, sukses berarti kerja yang tenang, waktu untuk keluarga, atau hidup tanpa harus pura-pura bahagia.
Kesuksesan nggak selalu soal kecepatan. Ada yang baru “ketemu jalannya” di usia 30-an, 40-an, bahkan lebih. Dan itu sah-sah saja. Hidup bukan lomba lari 100 meter, tapi perjalanan panjang dengan ritme masing-masing.
Mendefinisikan Ulang Kesuksesan
Mungkin sudah waktunya anak muda mulai bertanya: aku ingin sukses seperti apa? Bukan versi media sosial, bukan versi omongan orang, tapi versi yang benar-benar sesuai dengan nilai dan kapasitas diri.
Sukses bisa berarti bertahan di masa sulit. Bisa berarti berani pindah arah. Bisa juga sesederhana merasa cukup dan nggak terus-menerus merasa kurang.***


















