Daftar Isi
- You might also like
- Uang Bisa Jadi Sumber Stres Kalau Salah Kelola
- Pentingnya Dana Darurat yang Sering Dianggap Sepele
- Investasi Bukan Buat Orang Kaya Doang
- Realita Anak Freelance: Uang Datang Random, Tagihan Konsisten
- 1. Pisahin Uang “Aman” dan Uang “Bisa Nekat”
- Anak freelance wajib punya dua kategori uang.
- 2. Jangan Anggap Semua Uang Masuk Itu “Bonus”
- 3. Dana Tenang Itu Lebih Penting dari Dana Kaya
- Mulai kecil aja. Dana yang bikin tenang, bukan kaya.
- 4.Catat Pengeluaran, Tapi Nggak Usah Ribet
- Nggak perlu detail sampai receh. Cukup tahu:
- 5. Jangan Lupa Ngatur Energi, Bukan Cuma Uang
- Ini sering dilupain. Padahal buat freelance, energi itu aset.
- Insight Kecil yang Sering Kena Tapi Jarang Disadari
- Penutup: Pelan-Pelan Aja, Nggak Perlu Sempurna
MUDA BELIA-Jadi anak freelance itu rasanya campur aduk. Hari ini senyum karena invoice cair, besok overthinking karena sepi order. Pagi masih optimis, malam mulai mikir, “Bulan depan gimana ya?”
Gaji bulanan? Nggak kenal. Yang ada proyek dateng, proyek pergi, sementara kopi, kuota, dan jajan kecil tetap minta diperhatiin. Capek tapi jalan, karena ya… hidup harus lanjut.
Ngatur uang versi anak freelance bukan soal teori ribet atau tabel keuangan estetik. Ini soal bertahan sambil tetap waras, tanpa bikin mood hancur tiap buka mobile banking.
Realita Anak Freelance: Uang Datang Random, Tagihan Konsisten
Satu hal yang cepat dipelajari anak freelance: pemasukan itu nggak pernah bisa ditebak. Minggu ini bisa kaya sultan kecil, minggu depan rasanya pengen puasa dompet.
Sementara pengeluaran? Konsisten dan nggak kenal ampun. Kost, listrik, langganan aplikasi, makan, transport, plus kebutuhan healing tipis-tipis biar nggak burnout.
Masalahnya bukan karena kita boros. Tapi karena ritme uangnya beda sama pekerja kantoran. Jadi cara ngaturnya pun harus beda.
1. Pisahin Uang “Aman” dan Uang “Bisa Nekat”
Anak freelance wajib punya dua kategori uang.
Pertama, uang aman. Ini yang dipakai buat hidup: makan, tempat tinggal, pulsa, transport, cicilan kalau ada. Begitu proyek cair, sisihkan dulu buat bagian ini. Jangan ditawar.
Kedua, uang bisa nekat. Ini buat jajan, nongkrong, nonton, atau healing kecil pas mood lagi turun. Biar nggak merasa hidup cuma kerja doang.
Dengan cara ini, kita tetap bisa menikmati hidup tanpa rasa bersalah tiap gesek e-wallet.
2. Jangan Anggap Semua Uang Masuk Itu “Bonus”
Kesalahan klasik anak freelance: merasa tiap uang cair itu bonus. Akhirnya langsung dipakai buat traktir diri sendiri, karena ngerasa “akhirnya dapet juga”.
Padahal, sebagian besar uang itu sebenarnya buat nutup kebutuhan bulan-bulan sepi.
Coba biasakan mikir, “Ini uang buat bertahan tiga bulan ke depan.” Bukan “Ini uang buat belanja sekarang.”
Mindset ini pelan-pelan bikin lebih tenang, walau order lagi slow.
3. Dana Tenang Itu Lebih Penting dari Dana Kaya
Banyak yang bilang dana darurat harus 6–12 bulan. Jujur aja, buat anak freelance pemula, target itu kadang bikin mager duluan.
Mulai kecil aja. Dana yang bikin tenang, bukan kaya.
Misalnya: punya simpanan buat hidup satu bulan tanpa kerja. Itu aja udah cukup bikin tidur lebih nyenyak. Nggak panik tiap klien lama ngilang atau revisi molor.
Sedikit tapi konsisten jauh lebih realistis daripada target tinggi tapi nggak jalan.
4.Catat Pengeluaran, Tapi Nggak Usah Ribet
Ngatur uang bukan berarti harus jadi akuntan dadakan. Anak freelance biasanya udah capek mikir kerjaan, jadi sistem keuangan harus simpel.
Nggak perlu detail sampai receh. Cukup tahu:
Uang masuk bulan ini berapa,
Uang keluar paling banyak ke mana,
Sisa yang beneran aman disimpan,
Banyak yang baru sadar pengeluaran bocor di hal-hal kecil: kopi harian, ongkir, atau langganan yang lupa dibatalin
5. Jangan Lupa Ngatur Energi, Bukan Cuma Uang
Ini sering dilupain. Padahal buat freelance, energi itu aset.
Kalau semua uang dipakai buat bertahan tapi nggak ada ruang buat recharge, ujung-ujungnya burnout. Dan kalau burnout, order malah makin berantakan.
Healing nggak harus mahal. Kadang cukup tidur cukup, jalan sore, atau ngopi santai tanpa mikir deadline.
Ngatur uang juga soal ngatur ritme hidup, biar nggak terus-terusan capek mental
Insight Kecil yang Sering Kena Tapi Jarang Disadari
Anak freelance sering ngerasa sendirian. Ngerasa kok orang lain stabil, kita masih gini-gini aja.
Padahal, hampir semua freelance pernah ada di fase dompet tipis tapi mimpi tebal. Itu bukan tanda gagal, tapi bagian dari proses.
Ngatur uang bukan soal langsung rapi, tapi soal terus belajar dari bulan ke bulan.
Penutup: Pelan-Pelan Aja, Nggak Perlu Sempurna
Kalau sekarang keuanganmu masih naik turun, itu wajar. Kalau masih sering salah atur uang, itu manusiawi.
Yang penting, kamu sadar dan mau pelan-pelan beresin. Sedikit demi sedikit. Nggak perlu sempurna, asal jalan.
Jadi kalau hari ini kamu lagi buka saldo sambil mikir, “Kok segini doang ya?” tenang. Kamu nggak sendirian. Banyak anak freelance lain juga lagi berjuang di titik yang sama***


















